Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Sains

Inisiatif Eksplorasi Luar Angkasa dan Astronomi Global

Share

Pengembangan misi luar angkasa dan penemuan astronomi yang melibatkan kolaborasi internasional, termasuk diplomasi ruang angkasa dan teknologi satelit baru yang meningkatkan pemahaman kita tentang alam semesta.

16 Feb 2026, 19.00 WIB

Steve Durst, Jembatan Kolaborasi Amerika-Tiongkok dalam Eksplorasi Bulan

Steve Durst, Jembatan Kolaborasi Amerika-Tiongkok dalam Eksplorasi Bulan
Steve Durst, seorang pengusaha ruang angkasa dari Amerika Serikat, telah meninggal dunia pada usia 82 tahun. Ia dikenal sebagai sosok yang berhasil membangun jembatan kerja sama antara Amerika dan Tiongkok di bidang eksplorasi ruang angkasa meskipun terdapat banyak pembatasan politik. Durst mendirikan International Lunar Observatory Association (ILOA), sebuah organisasi nirlaba yang mendukung riset dan pengembangan alat-alat canggih untuk misi antariksa. Sejak tahun 1980, Durst telah menaruh perhatian dan menulis tentang pelatihan astronot Tiongkok saat negara tersebut mulai mengembangkan program ruang angkasanya. Berita wafatnya Durst muncul setelah ia menghadiri sebuah lokakarya di Chiang Mai, Thailand, bersama dengan tim dan kolaborator dari Tiongkok daratan, Hong Kong, dan Thailand. Di sana mereka membahas kemajuan proyek sebuah kamera optik kecil yang akan dibawa oleh misi Chang’e-7 yang menuju kutub selatan Bulan pada tahun ini. Quentin Parker dari University of Hong Kong memuji warisan Durst yang monumental, yaitu teleskop yang akan diluncurkan. Ia juga menekankan bahwa walaupun Durst adalah patriot Amerika, ia sangat berani mendukung kerja sama konstruktif dengan sektor antariksa Tiongkok pada masa yang penuh tantangan politik. Kisah Durst mengajarkan kita bahwa semangat bersama dalam menjelajahi ruang angkasa dapat melampaui perbedaan politik yang ada. Warisan tersebut membuka peluang kerja sama internasional yang lebih besar untuk penelitian dan eksplorasi ruang angkasa di masa depan.
16 Feb 2026, 17.55 WIB

Vietnam Resmi Izinkan Starlink Bawa Internet Satelit ke Daerah Terpencil

Vietnam Resmi Izinkan Starlink Bawa Internet Satelit ke Daerah Terpencil
Vietnam telah memberikan lisensi resmi kepada SpaceX yang memiliki layanan internet satelit Starlink untuk beroperasi di negara tersebut. Pemberian izin ini merupakan bagian dari upaya Vietnam dalam memperluas akses digital khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh internet kabel tradisional seperti daerah pegunungan dan pulau terpencil. Starlink Services Vietnam telah menerima izin untuk menggunakan frekuensi radio serta membangun infrastruktur komunikasi yang diperlukan agar layanan dapat berjalan tanpa mengganggu sistem komunikasi yang ada. Pada tahap awal, layanan ini diperkirakan akan melayani hingga 600.000 pengguna dengan beberapa stasiun gerbang yang sudah disiapkan. Layanan internet satelit sangat penting terutama sebagai saluran cadangan ketika terjadi bencana alam seperti badai dan banjir yang sering mengganggu komunikasi kabel darat. Dengan internet satelit, layanan komunikasi dapat tetap berjalan tanpa tergantung pada infrastruktur kabel yang rentan putus. Sebelumnya, Starlink sudah melakukan uji coba melalui lisensi percontohan yang disetujui oleh pemerintah Vietnam pada tahun 2025. Setelah sukses, perusahaan ini pun mendirikan badan hukum di Vietnam dan mengajukan izin komersial penuh yang akhirnya disetujui, membuat Starlink perusahaan asing pertama yang mendapatkan izin resmi layanan internet satelit di negara tersebut. Meski demikian, penerapan internet satelit ini diperkirakan hanya akan memberikan dampak terbatas pada pasar telekomunikasi luas di Vietnam karena sebagian besar wilayah sudah memiliki konektivitas yang memadai. Starlink lebih berperan untuk menutup celah akses di daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik serta infrastruktur lain yang ada.
25 Jan 2026, 18.00 WIB

Gambar Spektakuler Nebula Helix Ungkap Masa Depan Matahari Kita

Gambar Spektakuler Nebula Helix Ungkap Masa Depan Matahari Kita
Nebula Helix adalah salah satu nebula planet yang paling dikenal dan dekat dengan Bumi. Nama lain seperti 'Eye of God' menandakan bentuk unik dan warnanya yang menarik. Gambar terbaru dari James Webb Space Telescope (JWST) menampilkan keindahan dan kompleksitas nebula ini dalam spektrum cahaya inframerah yang belum pernah dilihat sebelumnya. Nebula planet sendiri sebenarnya adalah awan gas dan debu yang dikeluarkan oleh bintang mirip matahari saat memasuki fase terakhir kehidupannya. Bintang tersebut menyisakan inti panas dan padat yang disebut white dwarf. Gas-gas yang terionisasi di sekitar inti ini kemudian memancarkan berbagai warna cerah yang membentuk pola mirip helix atau spiral, sesuai dengan yang terlihat di Nebula Helix. Gambar JWST memperlihatkan ribuan pilar kecil berbentuk seperti komet yang disebut 'cometary knots'. Pilar ini berfungsi membatasi angin bintang yang cepat dengan lapisan gas yang lebih lama dan dingin, menambahkan dimensi baru pemahaman terhadap bagaimana angin bintang dan materi nebula berinteraksi. Salah satu hal paling penting adalah material yang disebarkan oleh nebula ini, seperti karbon, oksigen, dan nitrogen, yang merupakan unsur utama pembentuk kehidupan di Bumi. Dengan demikian, Nebula Helix bukan hanya objek yang indah, tapi juga pusat daur ulang kosmik yang menyuplai bahan untuk generasi bintang dan planet berikutnya. Nebula Helix juga menjadi gambaran masa depan sistem tata surya kita. Dalam 5 miliar tahun, matahari akan menjadi raksasa merah dan membentuk nebula serupa sebelum meninggalkan white dwarf. Studi seperti ini membantu kita memahami siklus hidup bintang dan nasib planet kita sendiri.
25 Jan 2026, 17.00 WIB

Mengungkap Rahasia Ilusi Bulan Besar di Ufuk yang Membingungkan

Mengungkap Rahasia Ilusi Bulan Besar di Ufuk yang Membingungkan
Bulan purnama yang muncul tepat di cakrawala sering terlihat sangat besar, meskipun sebenarnya jarak bulan ke bumi sedikit lebih jauh dibandingkan saat berada di atas kepala. Fenomena ini dikenal sebagai ilusi bulan dan telah membingungkan manusia sejak zaman kuno. Penjelasan sebelumnya yang mengaitkan hal ini dengan kabut atau pembiasan cahaya di atmosfer telah terbukti salah oleh studi modern. Para ilmuwan kini percaya ilusi ini adalah akibat cara otak kita memproses informasi penglihatan dan membuat penilaian terhadap ukuran objek berdasarkan jarak yang dipersepsikan. Dalam konteks ini, otak menggunakan objek beratmosfer seperti pohon dan bangunan untuk memperkirakan jarak bulan saat berada di cakrawala, sehingga bulan tampak lebih besar dibandingkan saat di atas kepala di mana tidak ada objek pembanding. Salah satu teori yang paling diterima berdasarkan penelitian adalah prinsip visual yang disebut Hukum Emmert. Hukum ini menjelaskan bahwa ukuran objek yang kita lihat tergantung pada seberapa jauh objek tersebut dipersepsikan berada. Karena otak kita menganggap langit seperti mangkuk datar, bulan yang berada di cakrawala dianggap lebih jauh sehingga ukuran bulan dipersepsikan lebih besar. Peneliti juga menemukan bahwa ketika bulan ditampilkan tanpa latar belakang yang memberikan konteks jarak, ilusi bulan besar ini tidak muncul. Ini membuktikan bahwa otak membutuhkan referensi visual untuk membuat penilaian ukuran yang salah pada bulan. Ilusi ini mirip dengan ilusi Ponzo, di mana dua garis berukuran sama tampak berbeda karena konteks perspektif di belakangnya. Fenomena ini memberikan contoh menarik bagaimana otak manusia membentuk persepsi visual dan ukuran berdasarkan konteks lingkungan. Walau kita tahu ini adalah ilusi, melihat bulan tetap menjadi pengalaman yang memukau dan membuka jendela untuk memahami lebih dalam tentang proses penglihatan dan persepsi dalam ilmu saraf.
25 Jan 2026, 14.00 WIB

Hujan Meteor 2026: Kesempatan Emas Melihat Perseids dan Gerhana Matahari Total

Hujan Meteor 2026: Kesempatan Emas Melihat Perseids dan Gerhana Matahari Total
Pada tahun 2026, pengamat langit dapat menikmati beberapa hujan meteor spektakuler seperti Perseids dan Geminids yang terkenal mampu menghasilkan hingga 100 meteor per jam saat puncaknya. Namun, kualitas pengamatan sangat bergantung pada fase bulan karena cahaya bulan yang terang dapat mengganggu penglihatan meteor. Artikel ini mengulas berbagai hujan meteor selama tahun 2026 dengan mempertimbangkan kondisi bulan untuk pengamatan terbaik. Pada musim semi, hujan meteor Lyrids muncul dengan intensitas sedang yakni 10-20 meteor per jam. Meski tidak terlalu besar, hujan meteor ini bisa memberikan kejutan dengan lonjakan yang tak terduga. Pada puncak 21-22 April 2026, bulan dalam fase sabit bertambah dengan cahaya hanya 27%, sehingga pengamatan terbaik adalah sebelum bulan terbit sekitar pukul 3 pagi. Puncak hujan meteor Perseids pada 12-13 Agustus 2026 merupakan momen utama tahun ini. Beruntung, fase bulan saat itu adalah bulan baru, sehingga tidak ada cahaya bulan yang mengganggu. Perseids adalah hujan meteor musim panas yang terkenal dengan jumlah meteor sangat banyak dan beberapa meteor besar yang berwarna terang. Kondisi cuaca hangat dan langit cerah membuatnya acara favorit untuk para pengamat pemula maupun berpengalaman. Hujan meteor lainnya yang penting adalah Orionids di akhir Oktober dan Leonids di pertengahan November. Orionids menghasilkan sekitar 20 meteor per jam dan memiliki lintasan yang cepat dan terang. Sementara Leonids, meski dulu sangat kuat, kini rata-rata hanya 15 meteor per jam. Kedua hujan meteor ini tahun 2026 mendapat dukungan kondisi bulan yang relatif minim cahaya untuk pengamatan maksimal. Pada Desember, Geminids menjadi hujan meteor terkuat dan paling andal di tahun 2026. Dengan bulan hanya sekitar 25% cahaya dan terbenam tak lama setelah matahari terbenam, pengamat bisa melihat lebih dari 100 meteor per jam, termasuk meteor warna-warni yang unik karena berasal dari asteroid 3200 Phaethon. Untuk menikmati hujan meteor terbaik, disarankan mencari lokasi gelap bebas polusi cahaya, menyesuaikan mata dengan gelap selama 30 menit, dan bersabar dalam pengamatan.

Baca Juga

  • Inovasi Teknologi Terbaru untuk Industri Masa Depan

  • Psikologi dan Tren Sosial

  • Krisis Iklim dan Bencana Alam

  • Seri Teka-teki NYT

  • Revolusi Kesehatan: Inovasi Medis dan Bioteknologi