
Courtesy of Forbes
Risiko Alzheimer Meningkat dengan Kadar Gula Darah Tinggi Setelah Makan
Menyampaikan hubungan antara kadar gula darah tinggi dan risiko Alzheimer serta menyoroti pentingnya penelitian dan pendanaan yang terus meningkat untuk diagnosis dan pengobatan demensia yang lebih efektif di masa depan.
26 Jan 2026, 09.30 WIB
213 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Ada hubungan signifikan antara kadar gula darah tinggi dan risiko Alzheimer.
- Peningkatan prevalensi diabetes dan penuaan populasi menjadi faktor risiko utama untuk demensia.
- Investasi dalam penelitian Alzheimer dan demensia semakin meningkat untuk mencari cara diagnosis dan pengobatan yang lebih baik.
Amerika Serikat - Sebuah studi besar yang melibatkan hampir 350.000 orang menemukan bahwa kadar gula darah tinggi dua jam setelah makan berkorelasi dengan peningkatan risiko Alzheimer hingga 69%. Temuan ini semakin menegaskan hubungan antara metabolisme glukosa dan kesehatan otak.
Diabetes tipe 2 juga dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia secara umum, terutama jika seseorang sudah lama dan parah mengidap diabetes. Demensia sendiri merupakan kondisi yang mempengaruhi kemampuan kognitif dan memori, membuat hidup penderitanya menjadi sangat terganggu.
Jumlah kasus demensia di Amerika Serikat diperkirakan akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2060, terutama karena penuaan populasi dan meningkatnya prevalensi penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi yang menjadi faktor risiko utama.
Saat ini diagnosis Alzheimer biasanya melibatkan evaluasi neurologis dan pencitraan otak seperti CT scan, MRI, dan PET scan. Pengobatan yang tersedia hanya bersifat sementara seperti penggunaan inhibitor kolinesterase, sehingga belum ada solusi menyembuhkan sepenuhnya.
Kabar baiknya, pemerintah Amerika Serikat baru saja mengumumkan peningkatan dana penelitian Alzheimer dan demensia sebesar 100 juta dolar untuk mendorong pengembangan metode diagnosis dan terapi yang lebih efektif di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/saibala/2026/01/25/studies-are-increasingly-finding-high-blood-sugar-may-be-associated-with-dementia/
[1] https://www.forbes.com/sites/saibala/2026/01/25/studies-are-increasingly-finding-high-blood-sugar-may-be-associated-with-dementia/
Analisis Ahli
Dr. Maria Santos, Neurologist
"Hubungan antara diabetes dan Alzheimer semakin memperjelas bahwa pencegahan penyakit metabolik dapat mengurangi beban demensia secara global. Ini membuka peluang untuk intervensi dini yang dapat mengubah perjalanan penyakit neurodegeneratif."
Prof. James Lee, Endocrinologist
"Fokus penelitian pada glukosa setelah makan merupakan pendekatan yang tepat karena memprediksi risiko lebih akurat dibandingkan pengukuran gula darah puasa saja. Pencegahan diabetes tipe 2 tentu akan berdampak langsung pada pengurangan kasus demensia."
Analisis Kami
"Penemuan hubungan kuat antara kadar gula darah dan risiko Alzheimer menegaskan pentingnya pengelolaan kesehatan metabolik sejak dini untuk mencegah demensia. Sementara itu, tantangan utama tetap pada kompleksitas penyebab demensia yang beragam sehingga riset multidisipliner menjadi kunci pengembangan solusi di masa depan."
Prediksi Kami
Dengan meningkatnya prevalensi diabetes dan penuaan populasi, jumlah kasus Alzheimer dan demensia akan terus meningkat, sehingga menuntut perbaikan metode diagnosis dan terapi baru yang lebih efektif.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa hubungan antara kadar gula darah dan risiko Alzheimer?A
Studi menunjukkan bahwa kadar gula darah yang tinggi setelah makan terkait dengan peningkatan risiko Alzheimer sebesar hampir 69%.Q
Mengapa diabetes tipe 2 meningkatkan risiko demensia?A
Diabetes tipe 2 meningkatkan risiko demensia karena dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf yang mempengaruhi otak.Q
Apa saja metode yang digunakan untuk mendiagnosis demensia?A
Metode yang digunakan untuk mendiagnosis demensia termasuk evaluasi neurologis dan pencitraan seperti CT, MRI, dan PET scans.Q
Apa yang dilakukan Kongres terkait penelitian Alzheimer baru-baru ini?A
Kongres baru-baru ini mengumumkan peningkatan pendanaan sebesar $100 juta untuk penelitian Alzheimer dan demensia.Q
Mengapa jumlah kasus demensia diperkirakan akan meningkat?A
Jumlah kasus demensia diperkirakan akan meningkat karena penuaan populasi dan peningkatan prevalensi penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.



