
Sumur Thor, yang terletak di Cape Perpetua Scenic Area sepanjang pantai Oregon di Amerika Serikat, adalah fenomena alam yang sangat menarik bagi para pelancong dan pecinta fotografi. Lubang ini terlihat seperti sumur tanpa dasar yang dapat menguras air laut di sekitarnya, menciptakan pemandangan yang unik dan berbeda-beda tergantung waktu pasang surut air laut.
Saat air pasang, laut akan menutupi Sumur Thor hanya sesaat sebelum air mengalir kembali melewatinya. Karena bentuk dan pergerakan air yang menyerupai pipa pembuangan, tempat ini sering disebut sebagai drainpipe of Pacific atau pipa pembuangan Pasifik. Namun, keadaan ini berubah saat cuaca buruk atau badai datang.
Ketika badai atau ombak besar datang, air di dalam Sumur Thor akan berbusa dan semburan air bisa melesat hingga enam meter ke atas. Momen inilah yang dianggap waktu terbaik untuk mengambil foto, namun juga waktu paling berbahaya karena arus kuat dan ledakan air berpotensi menyeret pengunjung ke dalamnya.
Beberapa pengunjung dilaporkan pernah mengalami cedera karena arus dan ombak di sekitar Sumur Thor. Meski begitu, menurut National Weather Service, tempat ini masih cukup aman dikunjungi asalkan pengunjung mengamati pola pasang surut dan perilaku air selama minimal 20 menit sebelum mendekati area tersebut.
Nama Sumur Thor sendiri diambil dari sosok Dewa Thor dalam mitologi Nordik, yang dikenal sebagai Dewa Petir dengan palu Mjolnir. Legenda mengatakan palu tersebut yang membentuk lubang ini di Oregon, menambah daya tarik mistis dan kekaguman pada fenomena alam unik ini.