Awan Logam Raksasa Mungkin Sembunyikan Planet Rahasia di Dekat Bintang J0705+0612
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
29 Jan 2026
128 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Awan logam besar dapat menyembunyikan objek astronomi yang signifikan, seperti planet atau bintang baru.
Peristiwa redup yang dramatis pada bintang tidak biasa dan dapat mengungkap proses pembentukan yang kompleks dalam sistem planet.
Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan dalam sistem planet yang matang, benturan besar masih dapat terjadi dan mempengaruhi struktur sistem tersebut.
Para astronom menemukan sebuah awan besar yang terbuat dari logam yang menyebabkan bintang J0705+0612, sebuah bintang mirip matahari, tampak menghilang dari pandangan selama hampir sembilan bulan. Kejadian ini sangat langka karena biasanya bintang tidak pernah berhenti bersinar tanpa alasan yang jelas.
Awan misterius ini sangat besar, berukuran hingga 15.000 kali lebih besar dari Bumi dan diperkirakan mengorbit bintang pada jarak sekitar 13,3 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Ini kira-kira setara dengan posisi antara planet Saturnus dan Uranus di tata surya kita.
Dengan bantuan teleskop Gemini South dan alat spektroskopi baru bernama GHOST, para ilmuwan berhasil mendeteksi keberadaan unsur logam seperti besi dan kalsium dalam awan tersebut. Mereka juga bisa menganalisis pergerakan di dalam awan, sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya di sistem seperti ini.
Penelitian menunjukkan bahwa awan ini mungkin dikelilingi oleh objek besar seperti planet gas, bintang pendamping dalam sistem biner, atau katai coklat. Ini ditunjukkan oleh tingkat radiasi inframerah yang tinggi dari awan tersebut, meskipun belum bisa dipastikan secara pasti penyebabnya.
Para peneliti menduga awan logam ini terbentuk sekitar dua miliar tahun lalu akibat tumbukan besar antar planet, mirip dengan cara terbentuknya bulan kita. Ini menandakan bahwa peristiwa besar seperti tumbukan masih bisa terjadi walaupun sistem bintang sudah cukup tua dan stabil.
Analisis Ahli
Nadia Zakamska
Peristiwa redup ini sangat langka dan membuka wawasan baru tentang kemungkinan keberadaan objek besar yang tersembunyi di sekitar bintang, menegaskan bahwa pembentukan dan kehancuran besar masih berlangsung di sistem bintang yang sudah dewasa.
