Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Bisnis

Krisis Rantai Pasokan Hardware dan Gangguan Pasar

Share

Lonjakan harga memori dan disrupsi pasar teknologi global serta di Indonesia mencerminkan ketidakstabilan rantai pasokan serta meningkatnya tekanan pada pedagang perangkat elektronik di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

12 Feb 2026, 21.00 WIB

Sektor Teknologi China Menghadapi Krisis Memory, Produksi Smartphone Terancam

Sektor Teknologi China Menghadapi Krisis Memory, Produksi Smartphone Terancam
Sektor teknologi di China tengah mengalami tekanan berat akibat lonjakan harga memory yang digunakan dalam berbagai perangkat elektronik. Lonjakan ini disebabkan oleh tingginya permintaan dari pusat data kecerdasan buatan yang memicu krisis pasokan global. Harga memory untuk perangkat konsumen seperti PC, smartphone, router, dan set-top box meningkat lebih dari 600 persen dalam satu tahun terakhir. Hal ini menimbulkan situasi sulit bagi perusahaan teknologi yang berfokus pada produk harga terjangkau. Menurut laporan dari TrendForce, produksi smartphone global diperkirakan akan turun sekitar 10 persen pada tahun 2026, dengan angka produksi menjadi sekitar 1,1 miliar unit. Penurunan ini sangat berdampak bagi vendor di segmen smartphone entry-level. Perusahaan-perusahaan China seperti Xiaomi dan Transsion yang melayani pasar smartphone murah menjadi sangat rentan terhadap fluktuasi harga memory. Keduanya sudah mulai menyesuaikan target pengiriman mereka untuk mengurangi risiko kerugian akibat biaya produksi yang meningkat. Situasi ini memperlihatkan bagaimana ketergantungan pada pasokan memori global dapat menghambat pertumbuhan industri teknologi domestik, khususnya di pasar berkembang. Adaptasi dan diversifikasi sumber pasokan menjadi hal penting untuk menghadapi tantangan ke depan.
04 Feb 2026, 21.30 WIB

Krisis Chip Memori Dorong Harga Naik dan Ekspansi Produsen China Besar-besaran

Krisis Chip Memori Dorong Harga Naik dan Ekspansi Produsen China Besar-besaran
Krisis chip memori global menyebabkan harga produk elektronik seperti laptop dan HP melonjak tinggi. Banyak produsen terpaksa menaikkan harga akibat biaya chip yang terus naik, terutama pada segmen produk dengan harga rendah yang margin keuntungannya tipis. Di pasar Indonesia, harga chip DDR4 dan DDR5 mengalami kenaikan luar biasa hingga empat kali lipat dalam waktu sebulan. Fenomena serupa dialami di pusat elektronik Shenzhen, China, di mana chip memori kini dianggap seperti barang mewah dengan harga naik lima kali lipat sejak akhir 2025. Menanggapi lonjakan harga dan kelangkaan chip memori, dua produsen besar China, CXMT dan YMTC, berencana melakukan ekspansi kapasitas produksi secara besar-besaran. CXMT fokus pada DRAM dan akan memperbesar pabrik di Shanghai dengan kapasitas 2-3 kali lipat dari sebelumnya. Sementara itu, YMTC yang berfokus pada produksi NAND juga akan membangun fasilitas ketiga di Wuhan dengan target produksi NAND dan DRAM secara seimbang, serta mengembangkan chip HBM untuk keperluan data center AI yang tengah berkembang. Langkah ekspansi ini menunjukkan upaya China yang cepat beradaptasi dengan krisis chip dunia, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi chip mereka di tengah tekanan blokir dari Amerika Serikat. Namun, teknologi produksi mereka masih perlu peningkatan agar bisa bersaing dengan pemain utama di Korea dan AS.
30 Jan 2026, 21.00 WIB

Krisis Chip Memori Tekan Apple dan Samsung, Pengapalan Smartphone Terancam Stagnan

Krisis Chip Memori Tekan Apple dan Samsung, Pengapalan Smartphone Terancam Stagnan
Krisis chip memori global sedang menimbulkan masalah besar bagi perusahaan yang memproduksi perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan alat rumah tangga. Apple, yang merupakan pemimpin pasar ponsel, sudah mulai merasakan pengaruh negatif dari kenaikan harga chip memori. Hal ini terjadi karena produsen chip besar seperti Samsung dan SK Hynix lebih mengutamakan produksi chip untuk teknologi AI yang menawarkan keuntungan lebih besar. Menurut pengakuan CEO Apple, Tim Cook, kelangkaan chip memori belum terlalu mempengaruhi kinerja perusahaan pada akhir tahun 2025, tapi akan lebih terasa pada kuartal berjalan di tahun 2026. Permintaan iPhone 17 even sangat tinggi, khususnya di pasar China dan India, yang membuat perusahaan membutuhkan lebih banyak chip memori. Namun, Apple belum mau menyatakan secara jelas apakah akan menaikkan harga produk mereka mengingat biaya komponen yang naik. Samsung dan SK Hynix secara bersama menguasai dua pertiga pasar chip DRAM dan telah mengingatkan bahwa kelangkaan chip dapat mempengaruhi produksi PC dan ponsel. Kenaikan harga chip memori membuat pelanggan menjadi lebih berhati-hati dalam memesan chip dan berusaha menyesuaikan spesifikasi produk agar lebih hemat biaya. Ini menyebabkan tekanan margin yang makin berat bagi produsen HP dan komputer. Firma riset IDC dan Counterpoint merilis prediksi yang mengejutkan mengenai pasar perangkat elektronik, dengan penjualan PC global diperkirakan turun hampir 5% hingga turun signifikan jika keadaan memburuk. Samsung, yang merupakan produsen chip sekaligus pemain besar di pasar HP, melaporkan laba bisnis mobile mereka turun 10% pada kuartal terakhir 2025, dan memproyeksikan tahun 2026 sebagai periode yang sulit dengan risiko stagnasi pengapalan smartphone. Persaingan dalam industri chip memori juga semakin ketat di segmen chip untuk AI. SK Hynix memegang pangsa terbesar pasar chip HBM, yang merupakan chip memori kompleks khusus AI, diikuti oleh Samsung dan Micron. Samsung memperbesar fokus pada produk AI ini untuk mengejar ketertinggalan dengan SK Hynix, namun langkah ini berpotensi memperparah kekurangan chip memori konvensional untuk perangkat elektronik konsumen.

Baca Juga

  • Penegakan Regulasi dan Antitrust Teknologi Global

  • Krisis Rantai Pasokan Hardware dan Gangguan Pasar

  • Konferensi Teknologi dan Ketahanan Komunitas

  • Evolusi Konten Streaming dan Hiburan Digital

  • Tantangan dalam Tenaga Kerja Teknologi dan Tren Pekerjaan