Krisis Chip Memori Dorong Harga Naik dan Ekspansi Produsen China Besar-besaran
Courtesy of CNBCIndonesia

Krisis Chip Memori Dorong Harga Naik dan Ekspansi Produsen China Besar-besaran

Memberikan informasi tentang dampak krisis chip memori global terhadap harga produk elektronik konsumen dan upaya produsen chip asal China untuk ekspansi kapasitas produksi menanggapi situasi tersebut.

04 Feb 2026, 21.30 WIB
200 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Krisis chip memori global berdampak signifikan pada harga produk elektronik konsumen.
  • Pabrikan chip memori di China seperti CXMT dan YMTC berencana melakukan ekspansi kapasitas untuk memenuhi permintaan.
  • Harga chip memori telah mengalami lonjakan yang drastis, menjadikannya barang mewah di pasar.
Jakarta, Indonesia - Krisis chip memori global menyebabkan harga produk elektronik seperti laptop dan HP melonjak tinggi. Banyak produsen terpaksa menaikkan harga akibat biaya chip yang terus naik, terutama pada segmen produk dengan harga rendah yang margin keuntungannya tipis.
Di pasar Indonesia, harga chip DDR4 dan DDR5 mengalami kenaikan luar biasa hingga empat kali lipat dalam waktu sebulan. Fenomena serupa dialami di pusat elektronik Shenzhen, China, di mana chip memori kini dianggap seperti barang mewah dengan harga naik lima kali lipat sejak akhir 2025.
Menanggapi lonjakan harga dan kelangkaan chip memori, dua produsen besar China, CXMT dan YMTC, berencana melakukan ekspansi kapasitas produksi secara besar-besaran. CXMT fokus pada DRAM dan akan memperbesar pabrik di Shanghai dengan kapasitas 2-3 kali lipat dari sebelumnya.
Sementara itu, YMTC yang berfokus pada produksi NAND juga akan membangun fasilitas ketiga di Wuhan dengan target produksi NAND dan DRAM secara seimbang, serta mengembangkan chip HBM untuk keperluan data center AI yang tengah berkembang.
Langkah ekspansi ini menunjukkan upaya China yang cepat beradaptasi dengan krisis chip dunia, sekaligus memperkuat kemandirian teknologi chip mereka di tengah tekanan blokir dari Amerika Serikat. Namun, teknologi produksi mereka masih perlu peningkatan agar bisa bersaing dengan pemain utama di Korea dan AS.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204160654-37-708208/krisis-2026-sudah-terasa-di-indonesia-china-langsung-ambil-kesempatan

Analisis Ahli

Dr. Rudi Hartono (Analis Industri Semikonduktor Indonesia)
"Ekspansi kapasitas pabrik chip oleh CXMT dan YMTC adalah langkah strategis China untuk mengatasi kekurangan suplai global, namun tantangan utama mereka tetap pada peningkatan teknologi pemrosesan yang masih tertinggal satu dekade dibanding Korea dan AS."

Analisis Kami

"Ekspansi agresif dari perusahaan chip China ini tidak hanya memperkuat posisi mereka di pasar global, tetapi juga mengindikasikan pergeseran kekuatan manufaktur chip dari negara tradisional ke China. Namun, kualitas dan teknologi yang masih tertinggal harus diwaspadai agar tidak mengorbankan inovasi dan daya saing jangka panjang industri chip dunia."

Prediksi Kami

Kenaikan kapasitas produksi chip memori dari produsen China seperti CXMT dan YMTC akan mengurangi kelangkaan dan tekanan harga secara bertahap mulai tahun 2027, namun harga produk elektronik kemungkinan tetap tinggi dalam jangka pendek hingga menengah.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menyebabkan krisis chip memori global?
A
Krisis chip memori global disebabkan oleh kelangkaan pasokan dan meningkatnya permintaan di pasar.
Q
Siapa saja pabrikan HP yang terpaksa menyesuaikan harga?
A
Pabrikan HP yang terpaksa menyesuaikan harga termasuk vivo dan Asus.
Q
Apa dampak krisis chip memori terhadap harga ritel produk elektronik?
A
Dampak krisis chip memori terhadap harga ritel produk elektronik adalah kenaikan harga, terutama pada segmen HP dengan harga rendah.
Q
Apa rencana ekspansi kapasitas dari CXMT dan YMTC?
A
CXMT berencana untuk membangun kapasitas manufaktur baru di Shanghai, sementara YMTC akan membangun fasilitas ketiga di Wuhan.
Q
Mengapa chip memori saat ini dipandang sebagai barang mewah?
A
Chip memori saat ini dipandang sebagai barang mewah karena harganya yang melonjak signifikan di pasar.