Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Ketidakstabilan Crypto dan Penumpasan Penipuan Digital

Share

Cerita ini mengeksplorasi dinamika pasar cryptocurrency yang mengalami turbulensi dan meningkatnya tekanan regulasi terhadap penipuan digital dan skema scam, sehingga menantang kepercayaan investor global.

13 Feb 2026, 08.20 WIB

Skema Ponzi Aplikasi MBA Rugikan Ribuan Warga Pangandaran dan Tasikmalaya

Skema Ponzi Aplikasi MBA Rugikan Ribuan Warga Pangandaran dan Tasikmalaya
Ribuan warga di Kabupaten Pangandaran dan Tasikmalaya mengalami kerugian akibat investasi bodong yang dijalankan melalui aplikasi bernama MBAstak Limited Company. Aplikasi ini diduga menggunakan skema ponzi untuk menarik dana anggota dengan janji keuntungan tinggi tiap hari. Namun, dana nasabah sulit untuk ditarik sehingga menimbulkan kecurigaan dan laporan ke polisi. Polres Pangandaran dengan koordinasi Ditreskrimsus Polda Jawa Barat saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mendata jumlah korban dan menghitung kerugian. Kapolres AKBP Ikrar Potawari menyampaikan bahwa proses penanganan kasus masih di tahap awal dan pihaknya akan meminta keterangan dari para saksi dan anggota aplikasi untuk memperjelas kasus ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya juga turun tangan dengan menegaskan bahwa entitas MBA tidak memiliki izin resmi dari regulator keuangan serta menjalankan modus investasi ilegal dengan pola money game atau skema ponzi. Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Hermawati, mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil pengelola untuk klarifikasi dan mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap tawaran investasi mencurigakan. Korban seperti Hendi Riswandi dari Tasikmalaya awalnya tertarik karena keuntungan harian yang terlihat menarik. Namun setelah nominal investasinya membesar hingga puluhan juta rupiah, dia tidak bisa lagi menarik dana dan mendapat penjelasan yang memuaskan dari pengelola aplikasi. Karena itu, Hendi memutuskan melaporkan kasus tersebut ke polisi agar mendapatkan keadilan. Kasus ini menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada dan rajin memeriksa legalitas perusahaan sebelum bergabung dalam investasi. OJK dan pihak kepolisian juga terus mengawasi dan menagih pertanggungjawaban dari para pelaku untuk mencegah korban yang lebih banyak lagi di masa depan.
07 Feb 2026, 13.42 WIB

Bithumb Salah Transfer 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar, Picu Turunnya Harga

Bithumb Salah Transfer 620.000 Bitcoin Senilai 40 Miliar Dolar, Picu Turunnya Harga
Bithumb, sebuah bursa cryptocurrency terkenal di Korea Selatan, membuat kesalahan besar saat mengirimkan bitcoin sebagai bagian dari promosi. Mereka bermaksud memberikan 2.000 won atau sekitar 1,37 dolar AS kepada setiap pengguna, tapi secara tidak sengaja mengirimkan 2.000 bitcoin per orang. Kesalahan ini mempengaruhi 695 pengguna. Karena kesalahan ini, sekitar 620.000 bitcoin yang nilai totalnya lebih dari 40 miliar dolar AS terkirim secara salah. Bithumb menyadari kesalahan tersebut dan dalam 35 menit langsung menghentikan aktivitas perdagangan dan penarikan dana untuk menghentikan penyebaran dampak negatif lebih lanjut. Harga bitcoin di bursa itu langsung turun tajam hingga 17 persen menjadi 81,1 juta won, namun dalam waktu 5 menit mereka berhasil mengendalikan keadaan dan memulihkan harga. Bithumb juga berhasil mengembalikan 99,7 persen dari bitcoin yang terkirim secara salah tersebut. Platform tersebut menjelaskan bahwa insiden ini tidak ada kaitannya dengan peretasan atau masalah keamanan eksternal, melainkan akibat kesalahan internal dalam proses distribusi promosi. Mereka meminta maaf atas ketidaknyamanan ini dan menyatakan akan menanggung kerugian dari aset mereka sendiri. Kejadian ini menjadi peringatan bagi industri cryptocurrency akan pentingnya kontrol yang ketat dan transparansi dalam transaksi. Meski bitcoin sendiri sedang mengalami penurunan harga secara global setelah lonjakan pasca pemilu Amerika Serikat, kejadian di Bithumb memperlihatkan risiko tambahan akibat kesalahan manusia atau sistem.
02 Feb 2026, 03.32 WIB

Transformasi Tether: Dari Kontroversi ke Pemain Utama Stablecoin AS

Transformasi Tether: Dari Kontroversi ke Pemain Utama Stablecoin AS
Tether, perusahaan di balik stablecoin terbesar dunia, USDT, memulai perubahan besar dengan meluncurkan USAT, stablecoin yang sesuai dengan regulasi Amerika Serikat. Hal ini dilakukan untuk bersaing dengan pesaing seperti Circle dan Fidelity yang juga memasuki pasar stablecoin dolar digital yang diatur secara ketat di AS. Selama ini, Tether dikenal dengan image negatif terkait ketidakjelasan cadangan dan tuduhan penggunaan untuk aktivitas ilegal. Namun CEO Paolo Ardoino menegaskan bahwa Tether kini bekerja sama dengan berbagai agen penegak hukum AS untuk memantau dan membekukan dana ilegal, serta memiliki cadangan lebih dari cukup untuk menebus semua token mereka yang beredar. USDT saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar 187 miliar dolar dan digunakan oleh lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia, terutama mereka yang tinggal di negara dengan mata uang yang sangat terdepresiasi, seperti Argentina dan Haiti. Tether mengklaim telah memberikan akses keuangan bagi kelompok yang selama ini terabaikan oleh sistem keuangan tradisional. Selain stablecoin, Tether juga mengembangkan produk lain seperti Tether Gold yang didukung oleh emas fisik senilai sekitar 24 miliar dolar. Perusahaan ini juga mulai bergerak ke bidang kecerdasan buatan melalui platform terdesentralisasi Qvac, yang ditargetkan untuk menjangkau pengguna di negara berkembang dengan teknologi yang lebih terjangkau. Meskipun Tether telah berhasil mempertahankan operasinya meskipun menghadapi kritik dan kepanikan pasar, tantangan regulasi dan politik masih mengintai. Namun Ardoino optimistis bahwa inklusi finansial dan edukasi dapat membantu Tether menjadi bagian penting dari sistem keuangan digital global.

Baca Juga

  • Restrukturisasi Perusahaan dan Dinamika IPO Teknologi

  • Ketidakstabilan Crypto dan Penumpasan Penipuan Digital

  • Regulasi Keuangan Global dan Penumpasan Penghindaran Pajak

  • Layanan Keuangan Digital dan Tata Kelola di Era Fintech

  • Perlombaan Global AI dan Semikonduktor yang Mengubah Industri Teknologi