
California sedang mempertimbangkan kebijakan baru berupa pajak kekayaan satu kali sebesar 5% untuk miliarder yang tinggal di negara bagian tersebut. Pajak ini bertujuan untuk menutupi defisit anggaran kesehatan, mendukung pendidikan, dan program bantuan makanan di California. Pajak ini akan dikenakan atas semua aset bernilai, termasuk saham dan kepemilikan bisnis, kecuali properti.
Beberapa tokoh teknologi seperti Sergey Brin dan Larry Page mempertimbangkan untuk keluar dari California agar terhindar dari pajak tambahan ini. Mereka khawatir pajak tersebut dapat memaksa mereka menjual saham dalam jumlah besar untuk membayar kewajiban pajak. Sementara itu, pendiri Nvidia, Jensen Huang, menyatakan sikap berbeda dengan merasa tidak keberatan membayar pajak apapun yang pemerintah tetapkan.
Kekayaan Huang ditaksir sekitar 161 miliar dolar AS, sehingga jika pajak diterapkan, dia harus membayar pajak sekitar 8 miliar dolar AS. Huang sangat terbuka untuk tetap tinggal di Silicon Valley dan patuh pada kebijakan pajak tersebut tanpa keberatan apapun. Perbedaan sikap ini menciptakan perdebatan mengenai dampak yang akan timbul dari pajak kekayaan ini.
Usulan pajak ini diajukan oleh serikat pekerja kesehatan dan didukung oleh sejumlah legislator progresif AS seperti Ro Khanna dan Bernie Sanders. Agar dapat diterapkan, inisiatif ini harus mendapatkan lebih dari 870.000 tanda tangan warga California dan akan diputuskan melalui pemungutan suara November 2026. Jika diterima, skema ini diperkirakan bisa menambah pendapatan negara bagian hingga 100 miliar dolar AS.
Beberapa miliarder dan pemodal ventura lain memperingatkan bahwa pajak ini berpotensi menyebabkan perpindahan bisnis dan warganya keluar dari California. Namun, pendukung kebijakan menolak anggapan tersebut dengan mengutip studi yang menunjukkan migrasi besar tidak selalu terjadi akibat pajak kekayaan. Kebijakan ini menuai perhatian luas karena berpotensi mengubah lanskap ekonomi dan sosial di negara bagian itu.