Pasar keuangan sedang menghadapi perubahan luar biasa cepat karena kecerdasan buatan (AI) yang mempercepat pergerakan informasi dan modal. Namun, meskipun teknologi ini mempercepat segalanya, psikologi manusia tetap menjadi pengendali utama pasar. Investasi tetap dipengaruhi oleh bias seperti takut rugi, percaya berlebihan, dan ikutan tren, yang semakin diperkuat oleh kecepatan informasi yang sulit diserap oleh investor.
Program tiga hari dari Harvard Kennedy School yang dipimpin oleh ahli terkemuka di bidang perilaku keuangan menawarkan solusi praktis bagi para pemimpin investasi untuk menghadapi tantangan ini. Materi utama program ini menyoroti bahwa walaupun kita punya data dan teknologi canggih, 'macet' terbesar dalam pasar modern adalah perilaku manusia itu sendiri, terutama saat harus membuat keputusan cepat dan rasional.
Salah satu bahasan menarik adalah kemungkinan munculnya gelembung pasar baru yang tidak hanya disebabkan oleh spekulasi tradisional, tetapi juga oleh optimisme yang berulang dari AI yang semakin meningkatkan keyakinan kolektif. Ini menciptakan pasar tingkat kedua di mana keberhasilan bergantung pada pemahaman psikologi dan perilaku kelompok, bukan hanya soal memprediksi data fundamental.
Fokus utama program adalah pada 'decision hygiene' yaitu proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan disiplin supaya investor bisa tetap rasional dan tidak terjerumus pada bias saat pasar penuh dengan kebisingan dan narasi yang cepat berganti. Pemahaman ini juga membantu dalam merancang portofolio yang memperhatikan daya tahan perilaku investor sehingga mengurangi keputusan berdasar penyesalan.
Diskusi masa depan menunjukkan bahwa alat dan proses perilaku akan diintegrasikan langsung dalam sistem investasi sehingga alpha perilaku dapat diukur dan dimanfaatkan. Namun, hal ini menuntut transparansi, etika, dan persetujuan dari para investor. Pada akhirnya, keberhasilan di pasar modern bukan hanya soal data, melainkan efek sosial dan psikologis yang tak bisa diotomasi oleh AI.