Fokus
Finansial

Perlombaan Global AI dan Semikonduktor yang Mengubah Industri Teknologi

Share

Cerita ini mengulas bagaimana persaingan dalam investasi AI dan semikonduktor mengubah lanskap teknologi global, dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan besar dari AS, China, dan kawasan lainnya.

06 Feb 2026, 05.43 WIB

Perlombaan Belanja Modal Raksasa Teknologi dalam Menguasai Dunia AI

Perlombaan Belanja Modal Raksasa Teknologi dalam Menguasai Dunia AI
Saat ini, perusahaan teknologi besar berlomba mengeluarkan dana besar untuk membangun pusat data guna menunjang komputasi untuk kecerdasan buatan. Keyakinan mereka adalah bahwa memiliki kapasitas komputasi terbesar akan memberi keunggulan dalam menciptakan produk AI terbaik, yang dianggap kunci sukses jangka panjang. Amazon menjadi yang terdepan dengan proyek pengeluaran modal mencapai 200 miliar dolar AS di tahun 2026, naik dari 131,8 miliar di 2025, yang tidak hanya untuk AI tetapi juga robotik dan satelit. Google mengikuti dengan rencana belanja capex 175-185 miliar dolar AS di 2026, hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Meta dan Microsoft juga menaikkan anggaran mereka secara signifikan, namun tidak sebesar Amazon dan Google. Oracle masih berada jauh di bawah dengan estimasi belanja hanya 50 miliar dolar AS untuk 2026, menunjukkan perbedaan strategi perusahaan-perusahaan teknologi dalam menghadapi era AI. Walaupun para perusahaan ini terus meningkatkan capex, respons investor sangat negatif, dengan harga saham yang turun akibat kekhawatiran atas pengeluaran yang sangat besar yang dinilai berisiko tinggi. Pengeluaran yang tinggi ini belum tentu langsung menghasilkan keuntungan yang memuaskan dalam waktu dekat. Ke depan, perusahaan teknologi besar kemungkinan tidak akan mengurangi komitmen mereka terhadap investasi di AI meski mendapat tekanan dari pasar saham. Mereka harus pintar menyampaikan strategi mereka agar ekspektasi investor tidak semakin jatuh, sembari tetap fokus pada membangun ekosistem AI yang dominan.
05 Feb 2026, 11.54 WIB

Baidu Perkenalkan Dividen dan Beli Kembali Saham untuk Tenangkan Investor AI

Baidu Perkenalkan Dividen dan Beli Kembali Saham untuk Tenangkan Investor AI
Baidu, perusahaan teknologi terbesar di China yang fokus pada kecerdasan buatan, baru saja mengumumkan perubahan penting pada strategi keuangannya untuk menenangkan kekhawatiran investor. Mereka memperkenalkan kebijakan dividen pertamanya dan mengumumkan program pembelian kembali saham senilai 5 miliar dolar AS yang akan berjalan sampai tahun 2028. Ini menunjukkan niat Baidu untuk memberikan hasil yang lebih dapat diprediksi kepada para pemegang sahamnya. Pengumuman tersebut membuat harga saham Baidu sempat melonjak hingga 2,4% dan akhirnya menetap naik sebesar 0,95% pada perdagangan di Hong Kong. Kebijakan ini muncul sebagai respons terhadap tekanan yang meningkat akibat pengeluaran besar untuk pengembangan AI dan ketatnya persaingan di sektor teknologi di China. Baidu ingin menunjukkan bahwa mereka dapat menjaga nilai investor meskipun sedang berfokus pada investasi jangka panjang. Menurut analis dari Citigroup, terutama Alicia Yap, kebijakan pembagian dividen dan program pembelian kembali saham ini sesuai dengan ekspektasi pasar. Mereka percaya bahwa pendekatan yang lebih konsisten dan transparan dalam mengembalikan keuntungan kepada pemegang saham akan meningkatkan kepercayaan investor dan dilihat positif oleh pasar keuangan. Ini merupakan langkah penting untuk mempertahankan stabilitas harga saham dan minat investasi. Baidu diperkirakan akan secara resmi mengumumkan pembayaran dividen ini pada saat laporan keuangan kuartal keempat tahun 2025 atau kuartal pertama tahun 2026. Kebijakan ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan teknologi lain yang juga menghadapi tekanan serupa untuk menyeimbangkan antara investasi teknologi tinggi dan kepuasan investor. Ini adalah tanda bahwa Baidu berusaha menjadi lebih transparan dan responsif terhadap kebutuhan para pemegang sahamnya. Perubahan strategi ini menandai langkah penting dalam perjalanan Baidu sebagai pemimpin teknologi di bidang AI. Dengan pembelian kembali saham dan dividen, mereka memperlihatkan komitmen untuk memberikan nilai jangka panjang sambil mengelola ekspektasi pasar yang menuntut kestabilan dan pertumbuhan. Investor kini dapat melihat Baidu sebagai perusahaan yang lebih dapat dipercaya di tengah persaingan yang ketat dan perubahan teknologi yang cepat.
03 Feb 2026, 21.14 WIB

Peak XV Alami Perubahan Besar: Fokus AI dan Expansi Global Jadi Kunci

Peak XV Alami Perubahan Besar: Fokus AI dan Expansi Global Jadi Kunci
Peak XV Partners, salah satu firma modal ventura terbesar di India dan Asia Tenggara, mengalami perubahan besar di kepemimpinan senior akibat ketidaksepakatan internal. Mitra senior seperti Ashish Agrawal, Ishaan Mittal, dan Tejeshwi Sharma memutuskan untuk keluar dan memulai firma modal ventura baru bersama-sama. Meskipun begitu, Peak XV memilih untuk tidak membahas detail perbedaan tersebut demi menjaga privasi dan profesionalisme. Walaupun ada perubahan dalam jajaran mitra senior, Peak XV telah menyesuaikan struktur kepemimpinan dengan mempromosikan Abhishek Mohan menjadi general partner dan Saipriya Sarangan sebagai kepala operasional. Mereka juga memastikan keberlanjutan pengelolaan portofolio dan kursi dewan dengan memperkuat keterlibatan mitra dan operasional yang ada. Perusahaan ini tengah memperkuat fokusnya pada investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), dengan lebih dari 80 investasi yang diarahkan ke teknologi ini. Selain itu, Peak XV berencana membuka kantor baru di Amerika Serikat dalam waktu 90 hari untuk memperluas pengaruh globalnya, sembari mempertahankan India sebagai pasar utama mereka. Tahun 2025 menjadi tahun yang menggembirakan bagi Peak XV karena lima perusahaan portofolio mereka berhasil melakukan IPO dan mencatatkan keuntungan yang sangat besar, mencapai sekitar 300 miliar rupiah dalam keuntungan mark-to-market dan lebih dari 28 miliar rupiah dari penjualan saham IPO. Ini menunjukkan keberhasilan Peak XV dalam membangun portofolio yang bernilai tinggi. Meskipun banyak perubahan dalam tim senior terjadi dalam kurun waktu setahun terakhir, termasuk keluar beberapa partner penting, manajemen Peak XV meyakinkan bahwa keberhasilan dan strategi investasi mereka tetap kuat dan tidak bergantung pada individu tertentu. Firma ini terus melanjutkan perjalanan dengan harapan untuk lebih fokus dan berhasil di era teknologi baru, khususnya AI.
31 Jan 2026, 00.09 WIB

Bagaimana AI dan Psikologi Manusia Membentuk Pasar Masa Depan

Pasar keuangan sedang menghadapi perubahan luar biasa cepat karena kecerdasan buatan (AI) yang mempercepat pergerakan informasi dan modal. Namun, meskipun teknologi ini mempercepat segalanya, psikologi manusia tetap menjadi pengendali utama pasar. Investasi tetap dipengaruhi oleh bias seperti takut rugi, percaya berlebihan, dan ikutan tren, yang semakin diperkuat oleh kecepatan informasi yang sulit diserap oleh investor. Program tiga hari dari Harvard Kennedy School yang dipimpin oleh ahli terkemuka di bidang perilaku keuangan menawarkan solusi praktis bagi para pemimpin investasi untuk menghadapi tantangan ini. Materi utama program ini menyoroti bahwa walaupun kita punya data dan teknologi canggih, 'macet' terbesar dalam pasar modern adalah perilaku manusia itu sendiri, terutama saat harus membuat keputusan cepat dan rasional. Salah satu bahasan menarik adalah kemungkinan munculnya gelembung pasar baru yang tidak hanya disebabkan oleh spekulasi tradisional, tetapi juga oleh optimisme yang berulang dari AI yang semakin meningkatkan keyakinan kolektif. Ini menciptakan pasar tingkat kedua di mana keberhasilan bergantung pada pemahaman psikologi dan perilaku kelompok, bukan hanya soal memprediksi data fundamental. Fokus utama program adalah pada 'decision hygiene' yaitu proses pengambilan keputusan yang terstruktur dan disiplin supaya investor bisa tetap rasional dan tidak terjerumus pada bias saat pasar penuh dengan kebisingan dan narasi yang cepat berganti. Pemahaman ini juga membantu dalam merancang portofolio yang memperhatikan daya tahan perilaku investor sehingga mengurangi keputusan berdasar penyesalan. Diskusi masa depan menunjukkan bahwa alat dan proses perilaku akan diintegrasikan langsung dalam sistem investasi sehingga alpha perilaku dapat diukur dan dimanfaatkan. Namun, hal ini menuntut transparansi, etika, dan persetujuan dari para investor. Pada akhirnya, keberhasilan di pasar modern bukan hanya soal data, melainkan efek sosial dan psikologis yang tak bisa diotomasi oleh AI.