
Bernardino Moningka Vega Jr dikenal luas dalam berbagai industri seperti keuangan, energi, kimia, dan properti. Dia kini memimpin AdaKami, sebuah perusahaan fintech lending yang berusaha membantu masyarakat mikro memperoleh akses kredit yang selama ini terbatas, terutama setelah krisis moneter 1997-1998 yang membuat bank menjadi lebih berhati-hati dalam memberi pinjaman.
AdaKami berdiri sejak tahun 2018 dan memberikan pinjaman mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp3 juta. Ini sangat membantu para pelaku usaha kecil dan mikro yang membutuhkan modal cepat namun sulit mendapatkan pinjaman dari bank konvensional. Selain itu, industri fintech lending di Indonesia telah diatur secara jelas oleh Otoritas Jasa Keuangan sejak 2017 untuk membedakan lembaga finansial resmi dan pinjaman ilegal.
Dalam melakukan penilaian kredit, AdaKami menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan dan algoritma berdasarkan data alternatif, seperti perilaku pembayaran listrik dan data digital lainnya. Hal ini memungkinkan mereka menilai peminjam secara lebih akurat tanpa harus mengandalkan sistem tradisional yang terkadang sulit diakses masyarakat kecil.
Untuk mengurangi risiko gagal bayar, AdaKami memanfaatkan sistem penagihan robotik dan menghindari langkah-langkah yang mengganggu etika, seperti pelibatan kolektor lapangan. Tingkat wanprestasi sepanjang tahun tetap rendah di bawah 2%, dan jumlah pengguna aktif AdaKami sudah mencapai ratusan ribu orang, mencerminkan keberhasilan model ini.
Bernardino menilai bahwa prospek industri fintech P2P lending di Indonesia sangat besar, terutama karena banyak masyarakat yang belum memiliki akses ke kredit perbankan. Namun, tantangan seperti literasi keuangan, pengendalian gagal bayar terorganisir, dan pemberantasan pinjol ilegal harus terus diusahakan agar ekosistem ini dapat tumbuh sehat dan bermanfaat luas.