
Pada tahun 2023, para arkeolog menemukan sisa-sisa seorang gadis kecil yang diperkirakan berusia antara 2,5 hingga 3,5 tahun di Gua Heaning Wood Bone dekat Great Urswick, Cumbria. Sisa ini, yang dinamakan Ossick Lass, merupakan anak tertua yang pernah ditemukan di wilayah utara Inggris dengan usia sekitar 11.000 tahun. Penemuan ini sangat berharga karena memberikan gambaran tentang kehidupan manusia pasca Zaman Es di kawasan tersebut.
Penelitian terhadap sisa-sisa tersebut menggunakan analisis DNA dan radiokarbon untuk memastikan usia dan jenis kelaminnya secara akurat. Penemuan perhiasan dan artefak seperti manik-manik kerang yang berlubang menunjukkan bahwa gadis kecil ini dikebumikan dengan cara yang terhormat dan berbudaya, menandakan adanya tradisi penguburan yang sudah ada sejak masa Mesolitik di wilayah tersebut.
Gua Heaning Wood Bone sendiri telah menjadi lokasi penemuan berbagai sisa manusia dan hewan sejak 1958, yang menegaskan bahwa gua ini merupakan tempat penguburan dan aktivitas manusia sepanjang ribuan tahun. Diperkirakan terdapat minimal delapan individu di lokasi tersebut, dengan sisa-sisa yang berasal dari berbagai periode seperti Mesolitik, Neolitik Awal, dan Zaman Perunggu Awal.
Studi ini juga menunjukkan adanya kontinuitas budaya selama ribuan tahun di kawasan utara dan barat Inggris, di mana tradisi penguburan manusia di dalam gua tidak terganggu meskipun terjadi perubahan iklim dan migrasi besar-besaran akibat Zaman Es. Tradisi ini menjadi bagian dari budaya yang lebih luas yang juga ditemukan di berbagai bagian Eropa.
Penemuan Ossick Lass menambah pemahaman penting tentang bagaimana manusia prasejarah menggunakan gua sebagai tempat penguburan dan ritual. Hal ini juga memperlihatkan bahwa bahkan individu terkecil, seperti balita ini, memiliki peran penting dalam sejarah manusia dan budaya, membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut tentang kehidupan dan tradisi manusia purba di masa lampau.