
Courtesy of InterestingEngineering
Penemuan Pedang Perunggu Oktagonal: Mengungkap Rahasia Keterampilan Zaman Perunggu
Mengungkap teknik pembuatan pedang perunggu bersejarah dari Zaman Perunggu di Jerman Selatan menggunakan teknologi modern, untuk memahami keterampilan pandai besi kuno dan memperkaya pengetahuan budaya serta sejarah.
15 Feb 2026, 20.12 WIB
97 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penelitian ini memberikan wawasan tentang teknik pembuatan pedang Zaman Perunggu.
- Penggunaan teknologi modern memungkinkan analisis mendalam tanpa merusak artefak berharga.
- Ditemukannya inlay kawat tembaga menunjukkan tingkat kerajinan yang sangat tinggi pada masa lalu.
Berlin, Jerman - Para arkeolog di Jerman Selatan menemukan pedang perunggu oktagonal yang sangat langka dan berada dalam kondisi hampir sempurna. Pedang ini dikenal dengan nama Achtkantschwert yang berarti pedang delapan sisi, sebuah temuan yang mengundang kekaguman dan rasa ingin tahu tentang cara pembuatannya.
Dengan menggunakan teknologi canggih di Berlin, para peneliti berhasil memindai pedang ini tanpa merusak bahan asli. Mereka menemukan bahwa bilah pedang menyatu dengan gagang menggunakan bagian tang yang diikat dengan rivet, sebuah teknik penyambungan yang canggih untuk zamannya.
Yang menarik, di alur-alur gagang pedang ditemukan kawat tembaga yang ditanamkan untuk tujuan dekorasi. Ini menunjukkan bahwa pembuat pedang memiliki keahlian artistik tinggi karena menggabungkan tembaga merah dengan warna emas perunggu, memperlihatkan perbedaan warna yang mencolok dan indah.
Peneliti juga menduga bahwa kawat tembaga ini diberi patina kimiawi untuk menegaskan kontras warna antara tembaga dan perunggu. Teknik ini sangat maju dan menandakan tingkat pemahaman tentang estetika dan teknik metalurgi yang tinggi pada Zaman Perunggu.
Penelitian terhadap pedang ini masih terus berlanjut dengan harapan dapat menguak lebih dalam rahasia pembuatan dan teknik pandai besi zaman dahulu. Temuan ini memperkaya pengetahuan kita tentang sejarah dan budaya kuno serta menunjukkan bahwa peradaban zaman itu memiliki keterampilan teknis yang luar biasa.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/culture/legendary-octagonal-bronze-age-sword
[1] https://www.interestingengineering.com/culture/legendary-octagonal-bronze-age-sword
Analisis Ahli
Beate Herbold
"Penelitian ini menunjukkan tingkat kompleksitas dan tingkat keterampilan pengrajin logam pada masa itu yang lebih maju daripada yang diperkirakan sebelumnya."
Dr. Johann-Friedrich Tolksdorf
"Inlay kawat tembaga dan penggunaan patina merefleksikan teknik artistik tinggi dan pemahaman estetika yang sudah ada 3.500 tahun lalu."
Prof. Mathias Pfeil
"Metode pengukuran modern memungkinkan kita memahami dan mengapresiasi keterampilan metalurgi kuno dengan presisi yang belum pernah dicapai sebelumnya."
Analisis Kami
"Penemuan dan penelitian pedang Achtkantschwert ini bukan hanya bukti kemajuan teknologi pada Zaman Perunggu, tetapi juga menunjukkan bagaimana seni dan fungsi bertemu dalam satu objek. Pendekatan non-destruktif dengan teknologi mutakhir membuka jalan baru bagi arkeologi metalurgi yang dapat memperkaya pemahaman kita tanpa merusak peninggalan berharga."
Prediksi Kami
Penelitian lanjutan kemungkinan akan mengungkap lebih banyak teknik pembuatan logam dan dekorasi dari Zaman Perunggu, memberikan wawasan mendalam tentang budaya dan teknologi kuno di Eropa, serta menginspirasi rekonstruksi dan konservasi artefak serupa.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang ditemukan oleh arkeolog di Jerman selatan?A
Arkeolog menemukan pedang delapan sisi (Achtkantschwert) dari Zaman Perunggu.Q
Apa yang menjadi fokus penelitian terhadap pedang Achtkantschwert?A
Penelitian fokus pada cara pengrajin kuno menggabungkan pegangan dan bilah pedang serta komposisi material.Q
Bagaimana cara peneliti menganalisis pedang tanpa merusaknya?A
Peneliti menggunakan teknologi canggih seperti computed tomography untuk menganalisis pedang.Q
Apa yang mengejutkan peneliti tentang material pada pegangan pedang?A
Peneliti terkejut menemukan bahwa pegangan pedang memiliki kawat tembaga yang diinlay.Q
Siapa yang terlibat dalam penelitian ini?A
Beate Herbold adalah peneliti utama dan Prof. Mathias Pfeil juga terlibat dalam penelitian ini.




