
DavaIndia Pharmacy, bagian dari Zota Healthcare yang mengoperasikan ribuan toko apotek di India, mengalami celah keamanan serius yang memungkinkan pihak tidak berwenang mengakses kendali penuh platform mereka. Celah ini memungkinkan pembuatan akun 'super admin' tanpa perlu login, yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai aksi berbahaya.
Data sekitar 17.000 pesanan online yang berisi informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, alamat email, alamat pengiriman, jumlah pembayaran, dan produk yang dipesan terekspos. Karena ini adalah apotek, produk yang dipesan bisa sangat pribadi, bahkan memalukan bagi sebagian pelanggan.
Dengan akses ini, penyerang juga bisa mengubah harga produk, membuat kupon diskon, menyetel persyaratan resep, serta mengubah konten situs yang dapat merusak reputasi perusahaan. Ternyata celah ini sudah aktif sejak akhir tahun 2024 sebelum akhirnya ditemukan dan dilaporkan pada Agustus 2025.
Penemuan celah ini dilakukan oleh peneliti keamanan Eaton Zveare yang kemudian melaporkannya secara pribadi ke CERT-In, badan respons darurat siber nasional India. Meski perbaikan dilakukan dengan cepat, respons resmi dari Zota Healthcare baru datang beberapa bulan setelah pelaporan.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya pengamanan sistem digital di sektor kesehatan, yang menyimpan data sangat sensitif. Pengawasan, audit keamanan terus menerus, dan transparansi perusahaan sangat dibutuhkan untuk melindungi konsumen dan menjaga kepercayaan publik.