Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Perusahaan Pinjaman Blockchain Figure Alami Kebocoran Data Akibat Serangan Hacker

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
14 Feb 2026
9 dibaca
1 menit
Perusahaan Pinjaman Blockchain Figure Alami Kebocoran Data Akibat Serangan Hacker

AI summary

Pelanggaran data dapat terjadi akibat serangan sosial engineering.
Perusahaan perlu memberikan pemantauan kredit kepada individu yang terpengaruh oleh kebocoran data.
Kampanye peretasan dapat menyasar berbagai organisasi, termasuk universitas terkemuka.
Figure Technology adalah sebuah perusahaan pinjaman yang menggunakan teknologi blockchain. Baru-baru ini, perusahaan ini mengumumkan bahwa mereka mengalami kebocoran data akibat peretasan yang dimulai dengan serangan rekayasa sosial terhadap salah satu karyawan mereka.Para hacker berhasil mencuri sejumlah file yang berisi data penting pelanggan, seperti nama lengkap, alamat rumah, tanggal lahir, dan nomor telepon. Kelompok peretas yang dikenal sebagai ShinyHunters mengambil tanggung jawab serangan ini dan mempublikasikan data yang dicuri di situs gelap setelah meminta tebusan yang ditolak oleh perusahaan.Para korban dari serangan ini termasuk pelanggan yang menggunakan penyedia layanan single sign-on bernama Okta. Serangan yang sama juga menargetkan institusi besar seperti Harvard University dan University of Pennsylvania.Untuk mengatasi situasi ini, Figure Technology menjalin komunikasi dengan mitra serta individu yang terdampak dan menawarkan bantuan berupa pengawasan kredit gratis agar mereka dapat memantau kemungkinan penyalahgunaan data pribadi.Kasus ini menunjukkan pentingnya peningkatan keamanan siber khususnya pada perusahaan fintech dan layanan single sign-on karena serangan semacam ini bisa berdampak luas pada data pribadi pengguna yang rentan dieksploitasi.

Experts Analysis

Brian Krebs (jurnalis keamanan siber)
Insiden ini mempertegas bahwa penyedia layanan Single Sign-On seperti Okta menjadi target utama karena akses yang luas, sehingga perlindungan multi-faktor dan pelatihan pengguna harus lebih ditingkatkan.
Editorial Note
Kasus ini menunjukkan betapa rapuhnya keamanan data perusahaan fintech meski berbasis teknologi blockchain, yang sebenarnya memiliki reputasi aman. Sosial engineering masih menjadi celah paling mudah dimanfaatkan hacker, mengindikasikan bahwa pelatihan keamanan siber untuk karyawan perlu diperkuat secara signifikan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.