Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Krisis Harga Komputer 2026 Menghantam Indonesia

Share

Kenaikan harga komputer yang semakin tajam diprediksi akan mencapai puncaknya pada tahun 2026, membuat pedagang kewalahan dan konsumen mulai panik. Dinamika pasar elektronik dan rantai pasok global yang rumit menjadi pemicu utama fenomena ini, menandakan perlunya solusi strategis untuk menjaga kestabilan ekonomi digital.

13 Feb 2026, 20.00 WIB

Lenovo Perkirakan Tekanan Penjualan PC Tapi Optimis di Pasar AI yang Tumbuh Pesat

Lenovo Perkirakan Tekanan Penjualan PC Tapi Optimis di Pasar AI yang Tumbuh Pesat
Lenovo memperingatkan adanya tekanan pada penjualan komputer pribadi (PC) akibat krisis global chip memori yang dipengaruhi oleh permintaan tinggi dari teknologi AI pada tahun 2026. Lonjakan harga chip memori yang langka membuat Lenovo menaikkan harga produknya untuk menutup biaya yang meningkat. Yang Yuanqing, CEO Lenovo, menyatakan bahwa meski penjualan unit PC mungkin turun, pendapatan dan profitabilitas perusahaan diperkirakan tetap bertahan dan bahkan meningkat. Hal ini menunjukkan optimisme Lenovo dalam menghadapi tantangan pasar yang ketat. Pada kuartal ketiga, pendapatan Lenovo meningkat sebesar 18% menjadi Rp 370.74 triliun (US$22,2 miliar) , melebihi ekspektasi pasar sebesar Rp 344.02 triliun (US$20,6 miliar) . Namun, laba bersih turun sebesar 21% menjadi Rp 9.12 triliun (US$546 juta) , karena adanya beban restrukturisasi sebesar Rp 4.76 triliun (US$285 juta) untuk memperkuat fokus pada pasar AI. Bisnis PC, tablet, dan ponsel Lenovo yang menyumbang sekitar 70% dari pendapatan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 14,3%. Sedangkan unit infrastruktur digital, termasuk bisnis server AI, tumbuh sebesar 31%, walaupun mengalami kerugian operasional Rp 183.70 miliar (US$11 juta) karena investasi dalam pengembangan teknologi AI. Lenovo kini mengubah fokus pasarnya dari pelatihan AI ke tahap inferensi AI dengan meluncurkan server enterprise baru bersama AMD. Perusahaan memperkirakan pasar infrastruktur AI akan tumbuh tiga kali lipat pada tahun 2028, sehingga Lenovo melakukan penyesuaian strategis untuk menjadi pemain utama di segmen ini.
13 Feb 2026, 08.55 WIB

CXMT Luncurkan RAM Harga Murah di Tengah Lonjakan Harga Global

CXMT Luncurkan RAM Harga Murah di Tengah Lonjakan Harga Global
Harga RAM di seluruh dunia melonjak drastis dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini terutama disebabkan oleh berkurangnya pasokan dan tingginya permintaan dari pusat data AI yang membutuhkan DRAM untuk operasional mereka. Changxin Memory Technology (CXMT), sebuah produsen memori asal China, tampil dengan strategi berani. Mereka meluncurkan modul RAM DDR4 3200 ECC 32GB dengan harga sekitar Rp 2.30 juta (US$138) hingga Rp 2.34 juta (US$140) , yang jauh lebih murah dari harga pasar saat ini yang berkisar Rp 5.01 juta (US$300) hingga Rp 6.68 juta (US$400) . CXMT juga berencana memperluas kapasitas produksinya di Shanghai dengan fasilitas yang dua hingga tiga kali lebih besar dari kantor pusat mereka di Hefnei. Produksi di fasilitas baru ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2027. Selain CXMT, Yangtze Memory Technologies (YMTC) juga sedang mengembangkan fasilitas baru di Wuhan. Proyeksi operasional fase III fasilitas ini lebih cepat yaitu di paruh kedua tahun 2026, dan setengah kapasitasnya akan digunakan untuk produksi DRAM. Dengan perkembangan ini, diharapkan produksi RAM akan meningkat, sehingga harga yang sekarang sedang tinggi karena permintaan AI bisa mulai berkurang dan lebih stabil pada beberapa tahun ke depan.
12 Feb 2026, 12.10 WIB

Pasar Komputer Tumbuh Pesat di 2025, Krisis Chip Memori Ancam Harga Naik 2026

Pasar Komputer Tumbuh Pesat di 2025, Krisis Chip Memori Ancam Harga Naik 2026
Sepanjang tahun 2025, penjualan komputer di seluruh dunia mengalami peningkatan yang besar. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran akan krisis chip memori yang diprediksi akan berdampak lebih besar pada tahun 2026. Krisis ini terjadi karena permintaan chip memori meningkat tajam sementara kapasitas produksinya tidak bertambah, terutama karena kebutuhan yang melesat dari teknologi kecerdasan buatan (AI). Menurut laporan IDC, pengapalan PC pada kuartal empat tahun 2025 naik sebesar 9,6% secara tahunan, dengan total pengapalan selama tahun itu meningkat 8,1%. Beberapa brand besar seperti Lenovo, HP, Dell, Apple, dan Asus mencatat pertumbuhan penjualan yang signifikan, dengan Lenovo tetap menjadi pemimpin pasar dengan pangsa hampir seperempat dari total pengapalan dunia. Namun, kenaikan penjualan komputer ini membawa dilema bagi produsen. Karena krisis chip memori, pabrikan harus memilih antara menaikkan harga jual atau mempertahankan harga tetapi menawarkan produk dengan hardware yang tidak lebih baik. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh kebijakan tarif perdagangan tinggi dari pemerintahan Presiden AS sebelumnya dan berakhirnya dukungan Windows 10 yang mempercepat penjualan komputer baru. Untuk menghadapi kekurangan chip memori pada 2026, diperkirakan para produsen akan menurunkan spesifikasi komputer rata-rata dan memanfaatkan stok komponen yang ada. Selain itu, harga perangkat kemungkinan akan meningkat. Merek-merek besar diperkirakan dapat memanfaatkan posisi mereka untuk merebut pangsa pasar dari produsen kecil yang lebih terdampak kelangkaan dan harga tinggi. Para analis IDC memperkirakan pasar PC akan sangat berbeda dalam 12 bulan ke depan karena dinamika memori yang cepat berubah. Krisis chip ini dapat membentuk ulang pasar selama dua tahun, dengan merek besar bertahan dan merek kecil berisiko hilang dari pasar. Konsumen, khususnya yang suka merakit komputer sendiri, mungkin akan menunda pembelian atau mengalihkan anggaran mereka ke produk lain.

Baca Juga

  • Risiko Keamanan dan Privasi yang Muncul pada Robot Pembersih Otomatis di Rumah

  • Pelanggaran Data Global Guncang Perusahaan Multinasional

  • Kekhawatiran Privasi di Tengah Inovasi Pengawasan Berbasis AI

  • Perubahan Lanskap Bakat Teknologi di Era AI

  • Krisis Harga Komputer 2026 Menghantam Indonesia