
Sammy Azdoufal berusaha mengendalikan robot vacuum DJI Romo miliknya dengan menggunakan gamepad PS5, tapi menemukan bahwa server DJI yang digunakan ternyata mengizinkan akses ke ribuan robot selain miliknya. Hal ini membuatnya bisa melihat video langsung, lokasi, dan peta ruangan tempat robot-robot itu beroperasi.
DJI menggunakan sistem komunikasi MQTT untuk robot vacuum mereka, yang secara rutin mengirimkan data ke server pusat. Namun, sistem ini memiliki masalah besar dalam validasi akses sehingga seseorang yang sudah memiliki token akses sendiri bisa melihat data dari ribuan perangkat lain tanpa izin.
Setelah Azdoufal melaporkan masalah ini, DJI mengaku telah melakukan perbaikan sejak bulan Februari. Namun, perbaikan awal tidak diterapkan ke semua server sehingga celah masih bisa dimanfaatkan. DJI baru benar-benar menutup celah ini setelah pengujian dan pelaporan ulang.
Meskipun data komunikasi enkripsi menggunakan TLS, metode ini hanya mengamankan jalur data, bukan isi data di server yang bisa diakses oleh klien yang sudah terautentikasi. Hal ini menjadi kelemahan serius yang membuka risiko penyalahgunaan data, khususnya privasi pengguna yang memiliki robot dengan kamera dan mikrofon di rumah.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan data perangkat IoT khususnya robot vacuum dengan kamera, dan perlunya perusahaan seperti DJI meningkatkan protokol keamanan mereka serta transparansi dalam menangani laporan kerentanan agar kepercayaan pengguna tetap terjaga.