Serangan Siber Berkepanjangan China pada Infrastruktur Telekomunikasi Terbesar Singapura
Courtesy of TechCrunch

Serangan Siber Berkepanjangan China pada Infrastruktur Telekomunikasi Terbesar Singapura

Mengungkap identitas pelaku serangan siber terhadap infrastruktur telekomunikasi utama Singapura dan menunjukkan kesiapan pemerintah serta perusahaan dalam menangani ancaman tersebut.

10 Feb 2026, 23.19 WIB
69 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Serangan siber terhadap infrastruktur telekomunikasi Singapura dilakukan oleh kelompok UNC3886 yang diduga terkait dengan China.
  • Meskipun penyerang berhasil mengakses beberapa sistem, mereka tidak dapat mengganggu layanan atau mencuri informasi pribadi.
  • Perusahaan telekomunikasi Singapura menggunakan mekanisme pertahanan yang kuat untuk melindungi jaringan mereka dari serangan siber.
Singapura, Republik Singapura - Pemerintah Singapura mengonfirmasi bahwa kelompok peretas UNC3886 yang diduga berasal dari China melakukan serangan siber terhadap empat perusahaan telekomunikasi terbesarnya. Serangan ini merupakan bagian dari aksi spionase yang berlangsung selama beberapa bulan dan menargetkan infrastruktur penting di negara tersebut.
Kelompok peretas menggunakan teknik canggih termasuk rootkits untuk mempertahankan akses ke sistem selama jangka waktu yang lama. Meski dapat membobol beberapa sistem, mereka tidak berhasil mengganggu layanan atau mencuri data pribadi pengguna telekomunikasi di Singapura.
Singtel, StarHub, M1, dan Simba Telecom menjadi target utama serangan ini. Perusahaan-perusahaan ini biasanya rutin menghadapi serangan dengan metode seperti DDoS dan malware, dan mereka menerapkan sistem pertahanan berlapis untuk menjaga keamanan jaringan mereka serta melakukan perbaikan cepat jika terdeteksi masalah.
Kelompok UNC3886 telah diketahui sebelumnya menargetkan sektor pertahanan, teknologi, dan telekomunikasi di berbagai negara di Amerika Serikat dan kawasan Asia-Pasifik. Serangan pada perusahaan telekomunikasi Singapura ini memiliki kemiripan dengan serangan kelompok lain bernama Salt Typhoon, yang juga diduga didukung oleh pemerintah China.
Meskipun serangan ini tidak menyebabkan dampak besar dibandingkan serangan sebelumnya di negara lain, pemerintah Singapura dan perusahaan telekomunikasi terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mekanisme keamanan untuk menghadapi ancaman siber yang semakin canggih dan berkelanjutan.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/10/singapore-china-backed-hackers-targeted-largest-phone-companies-salt-typhoon/

Analisis Ahli

Bruce Schneier
"Serangan ini menggambarkan ancaman nyata yang dihadapi setiap negara dengan infrastruktur telekomunikasi penting, dan perlunya tidak hanya teknologi yang kuat tapi juga kesadaran strategis dan kebijakan keamanan siber yang proaktif."

Analisis Kami

"Serangan oleh UNC3886 menunjukkan betapa gentingnya keamanan siber di sektor telekomunikasi, dimana infrastruktur yang vital menjadi target empuk bagi aktor negara dengan kemampuan tinggi. Meski Singapura berhasil mencegah gangguan besar, ini harus menjadi peringatan untuk terus meningkatkan sistem deteksi dan respons agar tidak terjadi kerusakan lebih besar ke depannya."

Prediksi Kami

Serangan siber terhadap infrastruktur telekomunikasi akan semakin kompleks dan terus meningkat sebagai bagian dari persaingan geopolitik digital di wilayah Asia-Pasifik, memaksa negara-negara dan perusahaan untuk memperkuat sistem keamanan mereka.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa yang dituduh melakukan serangan siber terhadap perusahaan telekomunikasi di Singapura?
A
Pemerintah Singapura menuduh kelompok spionase siber yang dikenal sebagai UNC3886.
Q
Apa nama kelompok spionase siber yang terlibat dalam serangan ini?
A
Kelompok tersebut dikenal sebagai UNC3886.
Q
Apa yang dicapai oleh penyerang dalam serangan ini?
A
Penyerang berhasil mendapatkan akses terbatas ke sistem kritis namun tidak mengganggu layanan.
Q
Apa yang dikatakan Mandiant tentang UNC3886?
A
Mandiant mengaitkan UNC3886 dengan operasi spionase yang didukung oleh China.
Q
Bagaimana respons perusahaan telekomunikasi terhadap serangan siber ini?
A
Perusahaan telekomunikasi menyatakan bahwa mereka menghadapi serangan secara teratur dan menerapkan mekanisme pertahanan untuk melindungi jaringan mereka.