Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Gejolak Kripto: Penurunan Pasar dan Pengetatan Regulasi

Share

Cerita ini membahas ketegangan di pasar cryptocurrency, di mana penurunan harga bitcoin bersamaan dengan tindakan regulasi keras diberlakukan oleh regulator di berbagai negara, sehingga mempengaruhi kepercayaan investor dan nilai pasar global.

07 Feb 2026, 13.20 WIB

Cina Perketat Aturan Mata Uang Digital dan Tokenisasi Aset Nyata

Cina Perketat Aturan Mata Uang Digital dan Tokenisasi Aset Nyata
Pemerintah Cina mengeluarkan aturan baru yang memperketat pengawasan terhadap perdagangan mata uang virtual dan tokenisasi aset nyata. Aturan ini melarang penerbitan mata uang digital dan kegiatan tokenisasi tanpa adanya persetujuan dari otoritas terkait. Hal ini menunjukkan sikap tegas Beijing dalam mengendalikan risiko di sektor keuangan digital. Larangan ini berlaku tidak hanya bagi entitas domestik tetapi juga berlaku bagi anak perusahaan di luar negeri yang berada di bawah kontrol entitas Cina. Aktivitas tokenisasi aset nyata di dalam negeri juga tidak boleh dilakukan kecuali ada izin khusus dari pemerintah. Aturan ini bertujuan untuk mencegah praktik ilegal dan potensi penyalahgunaan teknologi blockchain. Aturan baru juga menegaskan bahwa entitas dan individu luar negeri dilarang memberikan layanan tokenisasi aset nyata secara ilegal kepada entitas di dalam Cina. Kegiatan yang berhubungan dengan penerbitan stablecoin yang dipatok pada yuan juga harus mendapat persetujuan resmi agar tidak merusak stabilitas ekonomi dan moneter negara. Selain itu, semua entitas keuangan dan penyedia layanan teknologi yang terlibat dalam aktivitas lintas batas harus memperkuat kepatuhan terkait anti pencucian uang dan pengelolaan risiko. Melalui prinsip 'bisnis sama, risiko sama, aturan sama,' pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap entitas yang melakukan bisnis baik di dalam maupun luar negeri. Langkah ini diambil karena kekhawatiran terkait potensi risiko finansial, penipuan, dan pencucian uang yang dapat semakin besar jika aktivitas ini tidak diawasi dengan ketat. Dengan aturan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa teknologi digital dan aset virtual dapat tumbuh dengan pengendalian risiko yang jelas.
06 Feb 2026, 03.38 WIB

Bitcoin Jatuh Drastis ke Harga Terendah Sejak Pemilihan 2024, Ini Dampaknya

Bitcoin Jatuh Drastis ke Harga Terendah Sejak Pemilihan 2024, Ini Dampaknya
Pada Kamis lalu, nilai Bitcoin mengalami penurunan tajam lebih dari 10 persen dalam satu hari, turun ke kisaran 64.000 dolar yang merupakan harga terendah sejak pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya perubahan besar dalam pasar cryptocurrency yang sebelumnya sempat mencapai puncak harga lebih dari 122.000 dolar pada Oktober 2025. Penurunan nilai Bitcoin ini juga membawa dampak serius bagi aset kripto lainnya, khususnya Ethereum. BitMine, yang fokus pada Ethereum, kehilangan nilai asetnya lebih dari 8 miliar dolar pada hari yang sama setelah harga Ether turun di bawah 2.000 dolar, seperti yang dilaporkan oleh CoinDesk. Menurut laporan The Block, penurunan Bitcoin ini sudah menghapus semua keuntungan yang didapatnya sejak puncak harga tertinggi di November 2021, yaitu sebesar 69.000 dolar. Ini menjadi indikasi bahwa pasar cryptocurrency sedang mengalami tekanan besar dan penyesuaian nilai secara signifikan. Selain itu, bursa kripto Gemini yang dijalankan oleh Winklevoss twins mengumumkan pemotongan sekitar 200 pekerjaan dan menghentikan operasi di wilayah Uni Eropa, Inggris, dan Australia. Langkah ini menggambarkan dampak negatif lanjutan yang ditimbulkan oleh penurunan nilai kripto bagi perusahaan-perusahaan di sektor ini. Akhirnya, FT Alphaville memberikan pernyataan terkait pandangannya yang sebelumnya mengkritik Bitcoin sebagai permainan yang merugikan dan tanpa utilitas, dengan menegaskan bahwa mereka tetap pada setiap pernyataan tersebut. Hal ini menghadirkan kontradiksi sekaligus memperlihatkan beragam pandangan tentang masa depan dan nilai Bitcoin.
06 Feb 2026, 01.38 WIB

Bitcoin Terpuruk ke Level Terendah Sejak Oktober 2024, Pasar Kripto dalam Tekanan

Bitcoin Terpuruk ke Level Terendah Sejak Oktober 2024, Pasar Kripto dalam Tekanan
Bitcoin, sebagai cryptocurrency terbesar di dunia, mengalami penurunan harga yang signifikan hingga mencapai Rp 1.11 juta (US$66.675) ,12. Ini menjadi level terendah sejak Oktober 2024, sebelum Pemilihan Presiden AS dimenangkan oleh Donald Trump yang kala itu mendukung cryptocurrency. Penurunan ini bertepatan dengan kondisi pasar yang sedang tidak stabil, termasuk volatilitas tinggi di pasar logam mulia seperti emas dan perak yang berdampak melemahkan sentimen risiko investor secara luas. Selain Bitcoin, Ether yang merupakan cryptocurrency terbesar kedua juga ikut terdampak dengan penurunan lebih dari 7%, menambah tekanan pada pasar kripto yang telah kehilangan nilai sekitar Rp 33.40 quadriliun (US$2 triliun) sejak puncaknya di awal Oktober. Di pasar saham, indeks S&P 500 serta Nasdaq mengalami penurunan signifikan yang turut memperkuat sentimen negatif terhadap aset berisiko, termasuk saham teknologi dan aset digital seperti cryptocurrency. Situasi ini menunjukkan bagaimana pasar cryptocurrency sangat terpengaruh oleh kondisi ekonomi dan keuangan global yang volatil, sehingga investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau perkembangan pasar secara seksama.
05 Feb 2026, 20.32 WIB

Harga Bitcoin Anjlok 45 Persen Akibat Ketatnya Kebijakan Federal Reserve

Harga Bitcoin Anjlok 45 Persen Akibat Ketatnya Kebijakan Federal Reserve
Harga Bitcoin turun drastis dan melewati level kunci Rp 1.17 miliar (US$70,000) akibat kekhawatiran investor atas kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve. Penurunan ini menandai salah satu periode volatilitas paling tajam bagi cryptocurrency terbesar di dunia. Nominasi Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve selanjutnya memicu ketakutan pasar akan kebijakan hawkish, yang dapat mengurangi neraca Fed dan menurunkan likuiditas pasar. Hal ini berdampak negatif pada aset spekulatif seperti Bitcoin dan Ether yang selama ini diuntungkan oleh pelonggaran kuantitatif. Sejak puncaknya pada awal Oktober senilai Rp 73.13 quadriliun (US$4,379 triliun) , nilai pasar kripto global telah terkoreksi hampir Rp 31.73 quadriliun (US$1,9 triliun) dan kehilangan lebih dari Rp 13.36 quadriliun (US$800 miliar) dalam satu bulan terakhir. Investor mulai berhati-hati atas keberlanjutan kenaikan harga yang selama ini terbentuk. Ether juga mengalami penurunan signifikan, mendekati 30 persen tahun ini, mengiringi tren bearish yang sama di pasar kripto secara umum. Para analis menyebut ini sebagai reaksi pasar terhadap perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat yang berpotensi menyulitkan aset-aset digital. Dengan ketidakpastian akan arah kebijakan Fed ke depan, investasi di cryptocurrency diperkirakan akan penuh tantangan. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan dinamika ekonomi makro yang dapat terus mempengaruhi pasar kripto secara mendalam.
28 Jan 2026, 08.09 WIB

Ketegangan Politik dan Perbankan Menghambat Regulasi Pasar Crypto Amerika

Ketegangan Politik dan Perbankan Menghambat Regulasi Pasar Crypto Amerika
Menjelang pemilu tengah periode di Amerika Serikat, RUU Clarity yang berupaya mengatur pasar crypto menghadapi banyak hambatan politik dan kepentingan yang saling bertabrakan. Industri crypto seperti Coinbase ingin mempertahankan kebijakan yang mengizinkan pemberian rewards kepada pengguna stablecoin, sedangkan industri perbankan menentang hal tersebut karena takut kehilangan nasabah dan dana mereka. Selain tekanan dari industri perbankan, politik yang semakin terbagi parah akibat insiden kekerasan oleh ICE di Minneapolis membuat proses legislasi menjadi lebih sulit. Partai Demokrat yang kemungkinan besar akan memperkuat posisi mereka usai pemilu tengah periode cenderung lebih keras terhadap crypto, khususnya dengan pimpinan komite yang dianggap anti-crypto seperti Elizabeth Warren dan Maxine Waters. Senat masih mencoba mencari jalan tengah, dengan fokus pada Komite Pertanian yang akan melakukan pembahasan lebih lanjut terkait RUU ini. Sen. Cory Booker dipercaya untuk memimpin negosiasi agar dapat mencapai kesepakatan bipartisan, walaupun ada kekhawatiran bahwa kesepakatan sulit didapat mengingat perbedaan pandangan di antara anggota komite. Industri crypto sangat bergantung pada keputusan yang diambil dalam waktu dekat karena semakin dekatnya masa pemilu yang membuat anggota kongres lebih fokus pada kampanye daripada legislasi. Jika RUU ini tidak dapat disahkan sebelum pemilu, kemungkinan regulasi yang lebih ketat dan pengawasan yang agresif akan diberlakukan di bawah pemerintahan yang lebih dikuasai Demokrat. Pada akhirnya, masa depan pasar crypto di Amerika Serikat akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana politisi dan pelobi bernegosiasi soal isu stablecoin, insentif konsumen, serta dinamika politik pasca-kerusuhan sosial dan pemilu. Menemukan kompromi yang bisa diterima oleh semua pihak menjadi kunci agar industri crypto dapat berkembang secara sehat di tengah benturan kepentingan politik dan ekonomi.

Baca Juga

  • Gejolak Kripto: Penurunan Pasar dan Pengetatan Regulasi

  • Kebangkitan IPO Teknologi dan Antariksa Global di Tengah Perubahan Pasar

  • Transformasi Layanan Publik Digital Memperkuat Keterlibatan dan Efisiensi Warga

  • Pembasmian Kekayaan Tersembunyi dan Penggelapan Fiskal Secara Global

  • Strategi Nasional yang Berbeda dalam AI: Insentif dan Regulasi