
Para peneliti di Provinsi Hunan, China, menemukan cadangan emas terbesar di dunia yang terkubur di kedalaman 3.000 meter. Dengan total lebih dari 1.000 ton emas, nilai cadangan ini diperkirakan mencapai Rp 1.43 quadriliun (US$85,9 miliar) atau sekitar Rp 1.440 triliun. Penemuan emas ini dilakukan setelah pengeboran pada 2.000 dan dilanjutkan pada 3.000 meter.
Teknologi pemodelan tiga dimensi yang digunakan oleh Biro Geologi Hunan memungkinkan pemetaan formasi emas dengan sangat akurat. Hal ini membuat pengeboran menjadi lebih tepat sasaran, termasuk di area-area pinggiran, sehingga memaksimalkan potensi penemuan emas yang terkandung dalam inti batuan.
Penemuan ini diperkirakan akan menarik minat besar dari investor domestik dan perusahaan tambang global. Selain itu, pengembangan infrastruktur jaringan transportasi dan energi baru di wilayah terkait juga diprediksi akan meningkat sebagai respons atas temuan besar ini.
Selain temuan di Hunan, China juga baru saja menemukan deposit emas bawah laut terbesar Asia di lepas pantai Laizhou, Provinsi Shandong, dengan cadangan mencapai 3.900 ton. Penemuan-penemuan lain di Provinsi Liaoning dan Pegunungan Kunlun juga melengkapi posisi China sebagai salah satu negara dengan cadangan emas terbesar di dunia.
Menurut data dunia, total emas yang pernah ditambang sepanjang sejarah mencapai sekitar 216.265 ton, dan China kini semakin mengonsolidasikan cadangannya. Produksi emas domestik di Amerika Serikat juga meningkat pada 2024 dengan nilai mencapai Rp 200.40 triliun (US$12 miliar) , menunjukkan persaingan global dalam industri emas yang terus berkembang.