
China telah menjadi negara kedua terkuat di dunia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk sektor keuangan, hanya kalah dari Amerika Serikat. Menurut indeks Global AI Competitiveness yang dirilis oleh Deep Knowledge Group, China mendapatkan skor tinggi 83,41, jauh melampaui negara-negara Asia lainnya.
Dalam sektor keuangan, China unggul dengan tingkat kematangan AI tertinggi, mendapat skor 90 berkat adopsi luas teknologi AI dalam perbankan, asuransi, fintech, dan manajemen investasi. Ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya dikembangkan tetapi juga diaplikasikan secara nyata dalam bisnis di sana.
Keberhasilan ini didorong oleh investasi besar dengan total 269 miliar dolar AS yang dialokasikan untuk startup AI di China, khususnya yang berfokus pada teknologi fintech dan blockchain. Selain itu, terdapat lebih dari 2.000 perusahaan AI di bidang keuangan yang terus berkembang, fokus pada layanan seperti pembayaran mobile dan penilaian kredit berbasis AI.
Pentingnya peran pemerintah dan permintaan pasar pada teknologi ini juga menjadi faktor utama yang memungkinkan China mengubah kemampuan AI menjadi produk yang siap pakai dan sistem yang berfungsi dalam layanan keuangan. Hal ini menjadikan China sebagai pelopor transformasi digital di bidang finansial.
Meskipun Amerika Serikat masih memimpin dengan skor tertinggi, posisi China yang kuat menunjukkan tren baru dalam teknologi finansial. Negara ini kemungkinan akan terus memperluas dominasi dan inovasi dalam AI finansial, mengubah cara layanan keuangan disediakan dan dikonsumsi di masa depan.