Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Strategi Nasional yang Berbeda dalam AI: Insentif dan Regulasi

Share

Negara-negara menerapkan pendekatan berbeda untuk mendongkrak pertumbuhan AI. Dari insentif pajak di India hingga dinamika regulasi dan indeks finansial antaraChina dan AS, perbedaan strategi ini mencerminkan persaingan dan potensi pasar global dalam pengembangan AI.

01 Feb 2026, 23.30 WIB

India Tawarkan Bebas Pajak Hingga 2047 untuk Proyek Infrastruktur AI dan Data Center

India Tawarkan Bebas Pajak Hingga 2047 untuk Proyek Infrastruktur AI dan Data Center
India memberikan insentif pembebasan pajak selama lebih dari dua dekade untuk perusahaan teknologi asing yang menjalankan layanan cloud dan AI dari pusat data di negara tersebut sebagai upaya menarik investasi besar dalam teknologi. Langkah ini diumumkan dalam anggaran negara dan menandai ambisi India untuk menjadi pusat global AI dan komputasi. Perusahaan besar seperti Google, Microsoft, dan Amazon mengumumkan rencana investasi besar-besaran yang mencapai puluhan miliar dolar dalam pembangunan dan ekspansi data center di India. Selain itu, perusahaan lokal juga mengembangkan proyek besar, menunjukkan minat yang tinggi dari berbagai pihak dalam sektor ini. Namun, meskipun potensi besar, India masih menghadapi tantangan infrastruktur seperti pasokan listrik yang tidak stabil, biaya energi tinggi, dan kekurangan air yang dapat memperlambat kemajuan pembangunan pusat data berkapasitas besar, khususnya untuk beban kerja AI yang memerlukan daya sangat besar. Pemerintah juga meningkatkan insentif dalam sektor manufaktur elektronik dan semikonduktor untuk memperdalam rantai pasokan teknologi dan mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung pengembangan mineral kritis yang penting bagi teknologi masa depan seperti kendaraan listrik dan elektronik. Selain menargetkan pengembangan infrastruktur teknologi, pemerintah berupaya memfasilitasi pelaku usaha kecil dalam e-commerce global dengan menghapus batas nilai ekspor per pengiriman dan meningkatkan tata kelola pengembalian barang, memperkuat fondasi pertumbuhan digital secara menyeluruh.
28 Jan 2026, 10.30 WIB

China Jadi yang Terkuat Kedua dalam Penerapan AI di Sektor Keuangan Global

China Jadi yang Terkuat Kedua dalam Penerapan AI di Sektor Keuangan Global
China telah menjadi negara kedua terkuat di dunia dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk sektor keuangan, hanya kalah dari Amerika Serikat. Menurut indeks Global AI Competitiveness yang dirilis oleh Deep Knowledge Group, China mendapatkan skor tinggi 83,41, jauh melampaui negara-negara Asia lainnya. Dalam sektor keuangan, China unggul dengan tingkat kematangan AI tertinggi, mendapat skor 90 berkat adopsi luas teknologi AI dalam perbankan, asuransi, fintech, dan manajemen investasi. Ini menunjukkan bahwa AI tidak hanya dikembangkan tetapi juga diaplikasikan secara nyata dalam bisnis di sana. Keberhasilan ini didorong oleh investasi besar dengan total 269 miliar dolar AS yang dialokasikan untuk startup AI di China, khususnya yang berfokus pada teknologi fintech dan blockchain. Selain itu, terdapat lebih dari 2.000 perusahaan AI di bidang keuangan yang terus berkembang, fokus pada layanan seperti pembayaran mobile dan penilaian kredit berbasis AI. Pentingnya peran pemerintah dan permintaan pasar pada teknologi ini juga menjadi faktor utama yang memungkinkan China mengubah kemampuan AI menjadi produk yang siap pakai dan sistem yang berfungsi dalam layanan keuangan. Hal ini menjadikan China sebagai pelopor transformasi digital di bidang finansial. Meskipun Amerika Serikat masih memimpin dengan skor tertinggi, posisi China yang kuat menunjukkan tren baru dalam teknologi finansial. Negara ini kemungkinan akan terus memperluas dominasi dan inovasi dalam AI finansial, mengubah cara layanan keuangan disediakan dan dikonsumsi di masa depan.
21 Jan 2026, 08.30 WIB

Perbedaan Besar Investasi AI AS dan China dalam Persaingan Teknologi Global

Perbedaan Besar Investasi AI AS dan China dalam Persaingan Teknologi Global
Tahun lalu, investasi modal ventura di bidang kecerdasan buatan (AI) mencapai angka fantastis yakni 175 miliar dolar AS di Amerika Serikat. Jumlah ini hampir 30 kali lipat dibandingkan dengan investasi yang dilakukan di China yang hanya mencapai 6 miliar dolar AS pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan besar dalam fokus dan besaran pendanaan di sektor AI antara dua negara adidaya tersebut. China memilih jalur berbeda dari AS dengan mengandalkan pemerintah sebagai pendorong utama investasi. Negara ini banyak mengalokasikan dananya pada pengembangan teknologi dasar seperti semikonduktor agar bisa mengatasi masalah keterbatasan akses terhadap chip canggih yang sangat penting untuk kemajuan AI. Strategi ini menjadi fokus utama China untuk membangun kekuatan teknologi internal. Sedangkan Amerika Serikat lebih mengandalkan sektor swasta yang sangat aktif dan besar dalam investasi. AS lebih memprioritaskan pembangunan pusat data dan infrastruktur energi yang dapat mendukung kebutuhan listrik besar untuk menjalankan teknologi AI secara luas. Ini mencerminkan pendekatan yang berbeda antara sektor privat AS dengan sistem pemerintah China dalam pengembangan AI. Dalam total pengeluaran di bidang AI dari kedua sumber, baik swasta maupun negara, China mengeluarkan dana sekitar 165 miliar dolar AS dalam beberapa tahun terakhir. Namun, total tersebut masih jauh di bawah pengeluaran Amerika Serikat yang mencapai 563 miliar dolar AS, baik dari perusahaan teknologi besar maupun pemerintah federal. Ini menegaskan bahwa AS tetap lebih unggul dalam investasi AI secara keseluruhan. Perbedaan yang mencolok dalam fokus investasi ini tidak hanya karena cara pendanaan yang berbeda, tetapi juga karena adanya kesenjangan dalam infrastruktur canggih dan chip khusus untuk AI yang dimiliki oleh kedua negara. Persaingan dalam pengembangan AI ini diperkirakan akan semakin ketat, terutama karena kedua negara memiliki strategi yang berbeda dalam menghadapi tantangan teknologi dan geopolitik.

Baca Juga

  • Gejolak Kripto: Penurunan Pasar dan Pengetatan Regulasi

  • Kebangkitan IPO Teknologi dan Antariksa Global di Tengah Perubahan Pasar

  • Transformasi Layanan Publik Digital Memperkuat Keterlibatan dan Efisiensi Warga

  • Pembasmian Kekayaan Tersembunyi dan Penggelapan Fiskal Secara Global

  • Strategi Nasional yang Berbeda dalam AI: Insentif dan Regulasi