Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Kebangkitan IPO Teknologi dan Antariksa Global di Tengah Perubahan Pasar

Share

Cerita ini menyatukan tren IPO di sektor teknologi dan antariksa, menyoroti momentum pasar di Hong Kong dan langkah-langkah strategis dari perusahaan seperti SpaceX dan Alibaba, yang memanfaatkan dinamika pasar global untuk memacu inovasi dan pertumbuhan.

05 Feb 2026, 06.35 WIB

Hong Kong Diperkirakan Kuasai Pasar IPO dengan Perusahaan Tiongkok dan Global

Hong Kong Diperkirakan Kuasai Pasar IPO dengan Perusahaan Tiongkok dan Global
Hong Kong kembali menunjukkan dominasinya sebagai pusat penawaran umum perdana (IPO) terbesar di dunia pada tahun 2025. Kota ini berhasil menarik banyak perusahaan untuk mengajukan IPO sejak awal tahun 2026. Peningkatan ini didukung oleh momentum positif yang berkembang pesat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada Januari 2026, hampir 100 perusahaan sudah mengajukan IPO di Hong Kong, yang berarti jumlahnya lebih dari tiga kali lipat dibandingkan bulan yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini memicu optimisme bahwa nilai dan jumlah IPO bisa melampaui catatan pada tahun 2025. Perusahaan-perusahaan yang akan go public datang dari berbagai sektor dan semakin beragam, tidak hanya didominasi perusahaan asal Tiongkok daratan, tapi juga perusahaan dari Amerika Serikat dan Asia Tenggara yang mulai ikut berpartisipasi dalam pasar ini. Sektor yang paling aktif untuk IPO tahun ini adalah teknologi, kesehatan, dan industri. Dalam sektor teknologi, banyak perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan dan robotika. Sementara di bidang kesehatan, inovasi baru seperti terapi siRNA dan obat antibiotik bispesifik mulai ikut meramaikan pasar. Tren ini menunjukkan bahwa Hong Kong tidak hanya menjadi pusat pasar modal tradisional, tetapi juga menjadi magnet bagi perusahaan-perusahaan inovatif dan teknologi tinggi dari berbagai negara, memperkuat posisinya sebagai pusat finansial dan bisnis internasional.
01 Feb 2026, 19.00 WIB

Aktivitas IPO Hong Kong Naik Tajam di Januari 2026, Tanda Pulihnya Pasar Modal

Aktivitas IPO Hong Kong Naik Tajam di Januari 2026, Tanda Pulihnya Pasar Modal
Pada Januari 2026, Hong Kong mencatat lonjakan besar dalam aktivitas penawaran umum perdana (IPO) dengan hampir 100 perusahaan mengajukan aplikasi listing. Jumlah ini tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, memperlihatkan awal tahun yang sangat kuat untuk pasar modal kota tersebut. Sebagian besar perusahaan, yakni 95, memilih untuk mendaftar di papan utama Hong Kong, sementara 1 perusahaan mendaftar di Growth Enterprise Market yang fokus pada perusahaan kecil dan tahap awal. Data ini menunjukkan keberagaman perusahaan yang tertarik untuk memasuki pasar Hong Kong. Pendanaan yang terkumpul dari perusahaan yang sudah terdaftar mencapai Rp 70.14 triliun (US$4,2 miliar) pada Januari, melonjak 447 persen dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan drastis ini didukung oleh hasil bagus pada 2025 dan sentiment positif pasar yang menguat. Hong Kong kembali menjadi pasar IPO terbesar di dunia pada tahun 2025 setelah mengalami penurunan sejak 2021. Total 114 perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 621.57 triliun (US$37,22 miliar) , menjaga posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan utama di Asia. Meski jumlah hari perdagangan pada Januari lebih sedikit akibat Tahun Baru Imlek, peningkatan aktivasi listing dan penggalangan dana tetap signifikan, menunjukkan bahwa pasar IPO Hong Kong dalam kondisi yang sehat dan siap untuk pertumbuhan di tahun baru ini.
29 Jan 2026, 04.35 WIB

SpaceX Bersiap IPO Besar 2026, Bisa Picu Gelombang IPO Unicorn Lain

SpaceX Bersiap IPO Besar 2026, Bisa Picu Gelombang IPO Unicorn Lain
SpaceX sedang bersiap melakukan IPO pada tahun 2026 yang bisa menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah dengan valuasi yang dijuluki mencapai 1,5 triliun dolar AS. Perusahaan baru saja selesai melakukan tender offer dengan valuasi 800 miliar dolar AS, dan terlihat ada permintaan sangat besar dari pasar sekunder untuk saham perusahaan ini. Jika SpaceX berhasil IPO dengan valuasi setinggi itu, hal ini dapat menjadi momentum penting untuk pasar modal, khususnya di sektor teknologi. Ini akan memberikan energi baru dan kepercayaan terhadap IPO perusahaan unicorn yang sudah lama menunggu seperti OpenAI, Stripe, dan Databricks. Diskusi dalam program Equity antara pembawa acara Rebecca Bellan dan Greg Martin dari Rainmaker Securities menyoroti bagaimana IPO SpaceX diharapkan berbeda dari IPO sebelumnya. Terutama karena ada minat besar dari karyawan teknologi yang ingin melepas saham melalui pasar sekunder sebelum IPO resmi. Banyak karyawan perusahaan teknologi yang memiliki saham perusahaan sebelum IPO biasanya menghadapi keterbatasan likuiditas. Namun, dengan pasar sekunder yang kuat, mereka bisa mulai menguangkan sahamnya lebih awal, ini menjadi peluang dan faktor penting dalam dinamika pasar pra-IPO. Untuk para investor, peluang membeli saham pra-IPO menjadi menarik, tapi mereka harus berhati-hati dengan valuasi dan risiko yang ada. IPO SpaceX ini bisa menjadi indikator penting bagi perusahaan teknologi besar lainnya dan pasar modal secara keseluruhan dalam beberapa tahun ke depan.
29 Jan 2026, 03.04 WIB

IPO SpaceX Tahun 2026 Bisa Picu Gelombang IPO Unicorn Besar

IPO SpaceX Tahun 2026 Bisa Picu Gelombang IPO Unicorn Besar
SpaceX sedang bersiap untuk melakukan IPO pada tahun 2026 dengan rumor valuasi mencapai 1,5 triliun dolar AS. Perusahaan ini baru saja menyelesaikan tender offer yang menempatkan valuasi SpaceX pada angka 800 miliar dolar AS. Kondisi ini menunjukkan betapa tingginya minat pasar terhadap saham SpaceX, khususnya di pasar sekunder. Permintaan saham SpaceX di pasar sekunder sangat tinggi karena para investor hampir tidak sabar menunggu perusahaan ini resmi melantai di bursa. Selain itu, banyak karyawan teknologi yang mulai mencairkan saham mereka melalui pasar sekunder sebelum perusahaan go public, sebuah tren yang semakin populer di industri teknologi. IPO SpaceX dianggap sangat berbeda dari IPO sebelumnya karena bisa menjadi katalis utama bagi perusahaan unicorn lain yang sedang menunggu giliran untuk go public. Perusahaan-perusahaan seperti OpenAI, Stripe, dan Databricks diperkirakan akan mengikuti jejak SpaceX jika IPO ini sukses dan mendapatkan valuasi yang tinggi. Dalam podcast Equity yang dipandu oleh Rebecca Bellan, Greg Martin dari Rainmaker Securities menjelaskan alasan mengapa IPO SpaceX bisa jadi unik dan bagaimana investor serta karyawan melihat peluang di pasar pre-IPO. Mereka membahas strategi investasi dan faktor-faktor yang membuat IPO ini sangat dinantikan. Secara keseluruhan, IPO SpaceX diprediksi dapat memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi pasar modal teknologi dan membuka jalan bagi IPO dari perusahaan teknologi besar lainnya. Ini akan menjadi momentum penting yang bisa mengubah wajah investasi di sektor teknologi dalam beberapa tahun mendatang.
23 Jan 2026, 14.30 WIB

China Percepat IPO Perusahaan Roket Swasta untuk Saingi SpaceX

China Percepat IPO Perusahaan Roket Swasta untuk Saingi SpaceX
China tengah mendorong percepatan proses pencatatan saham awal (IPO) bagi perusahaan roket swasta sebagai bagian dari strategi besar membangun industri antariksa komersial. Pemerintah memberikan prioritas tinggi pada sektor ini dan berusaha menyaingi pengaruh perusahaan global seperti SpaceX. Beberapa perusahaan roket swasta utama di China seperti LandSpace Technology, i-Space, CAS Space, dan Space Pioneer saat ini berada dalam tahap akhir persiapan untuk IPO di Bursa Saham Shanghai. Mereka mendapat prioritas khusus lewat jalur percepatan di bursa yang dikenal sebagai Star Market. LandSpace Technology menunjukkan kemajuan signifikan dengan menyelesaikan tahap bimbingan pra-IPO dalam waktu yang singkat, hanya sekitar lima bulan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang dianggap strategis mendapat kemudahan lebih cepat dibandingkan perusahaan lain seperti Moore Threads Technology. Regulator bursa saham Shanghai juga mengizinkan perusahaan yang belum menghasilkan keuntungan untuk masuk dalam whitelist prioritas, sebuah kebijakan yang menunjukkan bahwa China mengutamakan pertumbuhan dan pengembangan teknologi daripada keuntungan jangka pendek. Dengan dorongan kebijakan dan percepatan IPO ini, China diharapkan mampu melahirkan perusahaan antariksa swasta yang kuat dan inovatif, menempatkan negara ini lebih dekat dalam persaingan global di industri luar angkasa.
22 Jan 2026, 20.44 WIB

Alibaba Siapkan IPO Unit Chip T-Head untuk Perkuat Bisnis AI dan Cloud

Alibaba Group sedang melakukan langkah signifikan dengan merestrukturisasi unit desain chip mereka, T-Head, menjadi sebuah bisnis yang terpisah dan melibatkan karyawan sebagai pemilik sebagian. Langkah ini dianggap sebagai persiapan menuju penawaran umum perdana saham (IPO), meski waktu pastinya belum diumumkan. T-Head didirikan pada tahun 2018 dan kini menjadi bagian penting dari ekosistem teknologi Alibaba, khususnya dalam menyediakan kebutuhan chip untuk berbagai segmen bisnis termasuk cloud dan AI. Restrukturisasi ini memungkinkan fleksibilitas finansial dan manajerial yang lebih besar. Setelah kabar ini diumumkan, nilai saham Alibaba di pasar Amerika Serikat naik lebih dari 5 persen saat perdagangan pra-pasar. Hal ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap pengembangan unit chip Alibaba yang semakin strategis di pasar teknologi. Perusahaan investasi Jefferies melihat T-Head sebagai bagian integral dari infrastruktur cloud dan AI Alibaba, yang menjalankan strategi multi-chip untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis. Kekuatan ini menjadi pendukung utama nilai investasi di unit tersebut. Selain Alibaba, perusahaan teknologi lain seperti Baidu juga menunjukkan tren serupa dengan mengajukan IPO untuk anak perusahaan chipnya, Kunlunxin. Ini menandai semakin ketatnya persaingan di industri semikonduktor Tiongkok yang sedang berkembang.

Baca Juga

  • Gejolak Kripto: Penurunan Pasar dan Pengetatan Regulasi

  • Kebangkitan IPO Teknologi dan Antariksa Global di Tengah Perubahan Pasar

  • Transformasi Layanan Publik Digital Memperkuat Keterlibatan dan Efisiensi Warga

  • Pembasmian Kekayaan Tersembunyi dan Penggelapan Fiskal Secara Global

  • Strategi Nasional yang Berbeda dalam AI: Insentif dan Regulasi