
Pada Januari 2026, Hong Kong mencatat lonjakan besar dalam aktivitas penawaran umum perdana (IPO) dengan hampir 100 perusahaan mengajukan aplikasi listing. Jumlah ini tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, memperlihatkan awal tahun yang sangat kuat untuk pasar modal kota tersebut.
Sebagian besar perusahaan, yakni 95, memilih untuk mendaftar di papan utama Hong Kong, sementara 1 perusahaan mendaftar di Growth Enterprise Market yang fokus pada perusahaan kecil dan tahap awal. Data ini menunjukkan keberagaman perusahaan yang tertarik untuk memasuki pasar Hong Kong.
Pendanaan yang terkumpul dari perusahaan yang sudah terdaftar mencapai Rp 70.14 triliun (US$4,2 miliar) pada Januari, melonjak 447 persen dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan drastis ini didukung oleh hasil bagus pada 2025 dan sentiment positif pasar yang menguat.
Hong Kong kembali menjadi pasar IPO terbesar di dunia pada tahun 2025 setelah mengalami penurunan sejak 2021. Total 114 perusahaan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 621.57 triliun (US$37,22 miliar) , menjaga posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan utama di Asia.
Meski jumlah hari perdagangan pada Januari lebih sedikit akibat Tahun Baru Imlek, peningkatan aktivasi listing dan penggalangan dana tetap signifikan, menunjukkan bahwa pasar IPO Hong Kong dalam kondisi yang sehat dan siap untuk pertumbuhan di tahun baru ini.