Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Integrasi Pengkodean Agen di macOS Meningkatkan Produktivitas Pengembang

Share

Cerita ini mengulas peluncuran fitur agentic coding di Apple’s Xcode yang menggabungkan teknologi dari Anthropic dan OpenAI, serta peluncuran aplikasi macOS baru oleh OpenAI. Kolaborasi antara perusahaan-perusahaan ini diharapkan dapat merevolusi proses pemrograman dan meningkatkan produktivitas para pengembang secara signifikan.

04 Feb 2026, 02.04 WIB

Apple Integrasikan AI Canggih Langsung ke Xcode untuk Bantu Pengembang

Apple Integrasikan AI Canggih Langsung ke Xcode untuk Bantu Pengembang
Apple telah memperbarui Xcode dengan versi 26.3 yang menjadikan AI seperti Claude Agent dan Codex bukan hanya sebagai alat bantu, tapi sebagai agen yang bisa melakukan tindakan langsung dalam aplikasi. Ini artinya, pengembang bisa meminta AI untuk menulis kode, mengedit, dan bahkan mengubah pengaturan proyek secara otomatis. Xcode sendiri adalah perangkat lunak utama yang digunakan untuk membuat aplikasi di berbagai perangkat Apple seperti iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan Apple TV. Dengan menghadirkan AI cerdas ke dalam aplikasi ini, Apple membantu pengembang menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, Apple juga membuka pintu bagi pengembang lain dengan Model Context Protocol, sebuah standar sumber terbuka yang memungkinkan integrasi alat AI lain ke dalam Xcode. Hal ini membuat Xcode semakin fleksibel dan bisa diadaptasi sesuai kebutuhan berbagai developer. Fitur OpenAI Codex kini bisa ditemukan di sidebar proyek dalam Xcode, membuat akses AI menjadi lebih mudah selama proses coding. Ini juga terjadi bersamaan dengan peluncuran aplikasi Codex terbaru dari OpenAI di Mac yang mendukung kerja tim AI di samping pengembang. Update Xcode 26.3 kini sudah tersedia untuk anggota Apple Developer Program dan akan segera diluncurkan di App Store, menandakan langkah besar Apple dalam menggabungkan AI ke dalam lingkungan pengembangan aplikasi secara langsung.
04 Feb 2026, 01.00 WIB

Apple Rilis Xcode 26.3 dengan Agentic Coding, Memudahkan Kode dengan AI Canggih

Apple Rilis Xcode 26.3 dengan Agentic Coding, Memudahkan Kode dengan AI Canggih
Apple baru saja merilis versi terbaru Xcode 26.3 yang kini memungkinkan developer menggunakan alat coding berbasis AI seperti Claude Agent dari Anthropic dan Codex dari OpenAI langsung di dalam Xcode. Ini merupakan kelanjutan dari pembaruan sebelumnya yang sudah mendukung ChatGPT dan Claude, memudahkan pengembang aplikasi Apple dalam berbagai platform seperti iPhone, iPad, dan Mac. Fitur agentic coding memungkinkan model AI memahami struktur proyek pengembang dengan lebih baik, mengambil dokumentasi terbaru dari Apple, dan membantu melakukan proses coding, pengujian, serta perbaikan bug secara otomatis. Para pengembang juga bisa memilih model AI yang diinginkan dan menggunakan perintah bahasa alami untuk meminta fitur tertentu dalam aplikasi mereka. Apple menggunakan MCP atau Model Context Protocol untuk menghubungkan kemampuan AI dengan fitur-fitur Xcode seperti manajemen file, penjelajah proyek, dan preview, yang membuat AI bisa lebih efektif dalam melakukan tugasnya. Apple juga bekerja sama dengan Anthropic dan OpenAI untuk mengoptimalkan performa dan efisiensi penggunaan token AI di dalam aplikasi ini. Selama pengembangan kode, perubahan yang dibuat AI akan terlihat jelas dengan highlight yang menunjukkan bagian kode yang dimodifikasi, serta transcript yang menjelaskan proses AI saat bekerja. Pendekatan ini diharapkan membantu developer baru belajar coding dengan transparansi yang tinggi. Workshop khusus juga disediakan Apple agar developer bisa belajar langsung menggunakan fitur baru ini secara real-time. AI agent akan menguji hasil kode yang dibuat dan melakukan iterasi perbaikan jika ada masalah. Developer juga bisa mengembalikan perubahan ke versi sebelumnya kapan pun, karena Xcode membuat milestone setiap kali AI melakukan perubahan. Dengan fitur agentic coding ini, Apple membawa pengembangan aplikasi ke level yang lebih otomatis dan mudah diakses semua kalangan developer.
04 Feb 2026, 01.00 WIB

Apple Hadirkan Kode Otomatis di Xcode untuk Bantu Developer dengan AI Canggih

Apple Hadirkan Kode Otomatis di Xcode untuk Bantu Developer dengan AI Canggih
Apple baru saja merilis Xcode versi 26.3 yang memungkinkan para pengembang menggunakan alat coding cerdas berbasis AI secara langsung di dalam aplikasi pengembangan mereka. Dengan bantuan integrasi agen AI seperti Claude dari Anthropic dan Codex dari OpenAI, proses membuat dan memperbaiki aplikasi kini bisa berjalan lebih cepat dan mudah. Fitur baru ini memungkinkan AI mengakses dokumentasi terbaru Apple untuk memastikan bahwa kode yang dihasilkan selalu menggunakan API yang benar dan mengikuti praktik terbaik. Hal ini sangat membantu developer agar tidak ketinggalan informasi teknis terbaru serta menjaga kualitas aplikasi yang dibangun. Xcode kini menggunakan protokol model konteks (MCP) yang memudahkan AI agent berinteraksi dengan fitur Xcode, termasuk manajemen file, preview, snippet, serta penjelasan dan struktur proyek secara detail. Pengguna dapat mengendalikan jenis model AI yang ingin dipakai lewat menu pilihan di dalam aplikasi. Selama proses coding, AI membagi pekerjaan menjadi langkah-langkah kecil yang bisa dilihat dan dimonitor oleh pengembang, sehingga transparansi tetap terjaga. Kode yang berubah akan disorot dan ada rekaman interaksi di layar yang memudahkan pemahaman, terutama bagi pengguna baru yang sedang belajar coding. Apple juga mengadakan workshop khusus agar pengguna dapat belajar bersama menggunakan teknologi ini secara langsung. Dengan fitur ini, AI tidak hanya menulis kode, tapi juga melakukan pengujian dan perbaikan otomatis, serta menyediakan opsi untuk mengembalikan kode ke versi sebelumnya jika hasilnya kurang memuaskan.
03 Feb 2026, 01.19 WIB

OpenAI Luncurkan Aplikasi MacOS Codex dengan AI Lebih Cepat dan Canggih

OpenAI Luncurkan Aplikasi MacOS Codex dengan AI Lebih Cepat dan Canggih
AI telah membawa perubahan besar dalam cara pembuatan software, dimana banyak tugas pemrograman yang sebelumnya dilakukan manual kini bisa dikerjakan oleh agen-agen AI yang bekerja bersama. Namun, munculnya berbagai bentuk kolaborasi manusia dan AI membuat beberapa laboratorium AI sulit mengikuti perkembangan terbaru. Tren saat ini mengarah pada pengembangan software yang menggunakan agen AI yang bisa bekerja sendiri, seperti aplikasi Claude Code dan Cowork. Di sisi lain, OpenAI secara bertahap mengembangkan Codex, yang awalnya berbasis command line dan kemudian mendapat antarmuka web. Baru-baru ini, OpenAI meluncurkan aplikasi baru Codex untuk MacOS yang bisa bekerja dengan banyak agen AI sekaligus. Aplikasi ini mengintegrasikan model GPT-5.2-Codex terbaru yang merupakan model coding paling kuat yang pernah dibuat OpenAI. Aplikasi baru ini memiliki fitur seperti automasi yang berjalan di latar belakang dan memungkinkan pengguna memilih 'kepribadian' agen AI sesuai gaya kerja mereka. Meski GPT-5.2 unggul pada beberapa pengujian, model dari kompetitor lain seperti Gemini 3 dan Claude Opus masih menunjukkan performa yang mirip. Menurut CEO OpenAI, Sam Altman, kecepatan dalam membangun software dengan AI adalah kelebihan utama aplikasi ini. Dengan aplikasi Codex, pengguna bisa membuat software kompleks dalam hitungan jam hanya dengan memasukkan ide baru secara cepat.
03 Feb 2026, 01.19 WIB

OpenAI Hadirkan Aplikasi Codex macOS dengan Agen AI Pintar untuk Coding Cepat

OpenAI Hadirkan Aplikasi Codex macOS dengan Agen AI Pintar untuk Coding Cepat
AI kini semakin mengubah cara perangkat lunak dibuat dengan agen AI yang bisa bekerja mandiri dalam mengerjakan tugas coding. OpenAI dan perusahaan lain berlomba menghadirkan aplikasi yang memudahkan pengembang dalam berkolaborasi dengan AI. Tren ini dikenal sebagai pengembangan perangkat lunak agentik, di mana agen AI mengambil alih sebagian besar pekerjaan rutin pemrograman. OpenAI baru saja meluncurkan aplikasi Codex untuk macOS yang dirancang untuk bekerja dengan banyak agen AI sekaligus. Aplikasi ini dibangun dengan teknologi GPT-5.2-Codex, model pengkodean paling mutakhir yang diluncurkan beberapa minggu lalu. Aplikasi ini membawa berbagai fitur baru yang memudahkan pengembang mengatur automasi dan memilih kepribadian agen yang cocok dengan gaya kerja mereka. Meski GPT-5.2 menduduki peringkat teratas dalam tes TerminalBench, skor agen dari kompetitor seperti Claude Opus dan Gemini 3 tidak jauh berbeda. Ini menunjukkan bahwa kualitas pengalaman pengguna dan kemampuan agentik sangat menentukan, tidak hanya kekuatan model AI semata. Penggunaan aplikasi agentik dalam pengkodean nyata masih sulit dinilai dengan tepat lewat benchmark standar. Fitur utama aplikasi Codex termasuk kemampuannya menjalankan automasi secara otomatis dan menyimpan hasilnya untuk ditinjau kemudian. Pengguna dapat memilih kepribadian agen yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari yang sangat pragmatis hingga lebih empatik. Hal ini memungkinkan AI berinteraksi lebih personal sehingga meningkatkan produktivitas pengembang. CEO OpenAI, Sam Altman, percaya bahwa aplikasi Codex dapat mempercepat proses pengembangan perangkat lunak dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa batas pembangunan perangkat lunak kini hanya secepat pengguna mengetikkan ide mereka. Dengan adanya aplikasi ini, diharapkan pengembang bisa menciptakan perangkat lunak yang kompleks namun selesai dalam hitungan jam.

Baca Juga

  • Integrasi Pengkodean Agen di macOS Meningkatkan Produktivitas Pengembang

  • Pengaruh Meluas Elon Musk: Penggabungan Perusahaan Teknologi dengan Manuver Politik Global

  • Alibaba Mempercepat Inovasi AI dengan Qwen dan Kemajuan Chip

  • Penguatan Keamanan Siber untuk Infrastruktur Kritis

  • Penyusunan Ulang Rantai Pasokan Teknologi Global di Tengah Ketegangan Geopolitik