
Pada akhir tahun lalu, hacker yang diduga dari pemerintah Rusia berhasil meretas beberapa fasilitas energi penting di Polandia, seperti pembangkit listrik tenaga angin dan surya serta pembangkit panas. Serangan ini terjadi karena sistem keamanan yang digunakan masih sangat lemah, memakai username dan password standar serta tanpa perlindungan autentikasi multi-faktor.
Para hacker mencoba menyebarkan malware yang mampu menghapus data dan merusak sistem pengendalian pembangkit energi tersebut. Tujuan utama serangan diduga untuk menghancurkan sistem agar bisa mematikan listrik, walaupun belum dipastikan apakah benar berhasil atau tidak.
Serangan tersebut berhasil dicegah di pembangkit panas, namun sayangnya sistem kontrol di pembangkit angin dan surya menjadi tidak bisa berfungsi akibat malware yang berhasil masuk. Untungnya, tidak ada gangguan yang cukup besar untuk mengancam kestabilan pasokan listrik nasional Polandia saat itu.
Laporan dari Polandia berbeda dengan laporan perusahaan keamanan siber lain yang menuding grup hacker Sandworm sebagai pelaku serangan. Polandia justru menuduh grup hacker bernama Berserk Bear yang biasanya lebih dikenal dengan aktivitas pengintaian siber, bukan serangan destruktif.
Serangan ini menimbulkan perhatian besar bahwa keamanan infrastruktur energi harus ditingkatkan secara drastis, mengingat potensi kerusakan dan gangguan yang bisa terjadi bila sistem dibiarkan memiliki celah keamanan yang sangat mendasar.