Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kenapa Banyak Peneliti dan Gen Z Butuh Pekerjaan Sampingan di Tengah Krisis Ekonomi

Finansial
Perencanaan Keuangan
NatureMagazine NatureMagazine
14 Jan 2026
16 dibaca
1 menit
Kenapa Banyak Peneliti dan Gen Z Butuh Pekerjaan Sampingan di Tengah Krisis Ekonomi

Rangkuman 15 Detik

Sebagian besar anggota Generasi Z memiliki pekerjaan sampingan untuk menghadapi biaya hidup yang tinggi.
Stipend PhD sering kali tidak mencukupi kebutuhan finansial peneliti.
Optimisme finansial di kalangan mahasiswa telah menurun secara signifikan.
Generasi Z, yang terdiri dari mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012, semakin banyak memiliki pekerjaan sampingan. Hal ini menurut survei Harris Poll yang menunjukkan 57% Gen Z memiliki sumber penghasilan lebih dari satu. Situasi finansial yang sulit akibat mahalnya biaya hidup dan stagnasi upah membuat banyak orang, termasuk peneliti PhD di Inggris, mencari cara menambah penghasilan. Studi dari UK Research and Innovation memperlihatkan sebagian besar peneliti menilai tunjangan yang mereka terima tidak mencukupi. Sementara itu, mahasiswa universitas juga merasa pesimis soal masa depan finansial mereka. Survei Morning Consult mencatat tingkat optimisme mahasiswa terhadap keuangan mereka mencapai titik terendah sejak tahun 2018 karena takut kehilangan pekerjaan akibat teknologi AI. Tidak semua yang mengambil pekerjaan sampingan melakukannya karena kebutuhan. Beberapa justru menjadikannya sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas dan berbisnis secara mandiri dalam bentuk usaha kecil atau hobi yang menghasilkan. Fenomena ini menarik perhatian media ilmiah Nature yang ingin mendengar pengalaman peneliti PhD terkait pekerjaan sampingan mereka, sebagai gambaran bagaimana generasi muda menghadapi tantangan zaman di dunia kerja dan pendidikan tinggi.

Analisis Ahli

Prof. Sarah Thompson - Ekonom Pendidikan
Tunjangan PhD yang rendah cenderung membebani kesejahteraan mental dan produktivitas para peneliti, mendorong kebutuhan mereka untuk mencari penghasilan tambahan.
Dr. Michael Lee - Pakar Teknologi dan Tenaga Kerja
Kemajuan AI memang mengubah lanskap pekerjaan, menimbulkan ketidakpastian bagi generasi muda, termasuk para mahasiswa, sehingga mereka harus mencari jalan lain untuk memastikan stabilitas finansial.