Kenapa Banyak Peneliti dan Gen Z Butuh Pekerjaan Sampingan di Tengah Krisis Ekonomi
Courtesy of NatureMagazine

Kenapa Banyak Peneliti dan Gen Z Butuh Pekerjaan Sampingan di Tengah Krisis Ekonomi

Menggali apakah kondisi ekonomi saat ini mendorong para peneliti PhD memiliki pekerjaan sampingan dan bagaimana hal ini memengaruhi mereka secara finansial dan kreatif.

14 Jan 2026, 07.00 WIB
242 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Sebagian besar anggota Generasi Z memiliki pekerjaan sampingan untuk menghadapi biaya hidup yang tinggi.
  • Stipend PhD sering kali tidak mencukupi kebutuhan finansial peneliti.
  • Optimisme finansial di kalangan mahasiswa telah menurun secara signifikan.
Inggris - Generasi Z, yang terdiri dari mereka yang lahir antara 1997 hingga 2012, semakin banyak memiliki pekerjaan sampingan. Hal ini menurut survei Harris Poll yang menunjukkan 57% Gen Z memiliki sumber penghasilan lebih dari satu.
Situasi finansial yang sulit akibat mahalnya biaya hidup dan stagnasi upah membuat banyak orang, termasuk peneliti PhD di Inggris, mencari cara menambah penghasilan. Studi dari UK Research and Innovation memperlihatkan sebagian besar peneliti menilai tunjangan yang mereka terima tidak mencukupi.
Sementara itu, mahasiswa universitas juga merasa pesimis soal masa depan finansial mereka. Survei Morning Consult mencatat tingkat optimisme mahasiswa terhadap keuangan mereka mencapai titik terendah sejak tahun 2018 karena takut kehilangan pekerjaan akibat teknologi AI.
Tidak semua yang mengambil pekerjaan sampingan melakukannya karena kebutuhan. Beberapa justru menjadikannya sebagai peluang untuk mengembangkan kreativitas dan berbisnis secara mandiri dalam bentuk usaha kecil atau hobi yang menghasilkan.
Fenomena ini menarik perhatian media ilmiah Nature yang ingin mendengar pengalaman peneliti PhD terkait pekerjaan sampingan mereka, sebagai gambaran bagaimana generasi muda menghadapi tantangan zaman di dunia kerja dan pendidikan tinggi.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00145-3

Analisis Ahli

Prof. Sarah Thompson - Ekonom Pendidikan
"Tunjangan PhD yang rendah cenderung membebani kesejahteraan mental dan produktivitas para peneliti, mendorong kebutuhan mereka untuk mencari penghasilan tambahan."
Dr. Michael Lee - Pakar Teknologi dan Tenaga Kerja
"Kemajuan AI memang mengubah lanskap pekerjaan, menimbulkan ketidakpastian bagi generasi muda, termasuk para mahasiswa, sehingga mereka harus mencari jalan lain untuk memastikan stabilitas finansial."

Analisis Kami

"Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem pendanaan pendidikan tinggi dan riset belum mampu menyesuaikan dengan kebutuhan riil para peneliti muda. Jika tidak ada perubahan, kualitas riset dan kesejahteraan akademisi muda bisa terancam karena mereka harus membagi perhatian antara pekerjaan utama dan sampingan."

Prediksi Kami

Dengan kondisi ekonomi yang terus menantang, kemungkinan besar jumlah peneliti PhD dan mahasiswa yang mencari penghasilan tambahan akan terus meningkat di masa depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dimaksud dengan Generasi Z?
A
Generasi Z adalah kelompok usia yang lahir antara tahun 1997 dan 2012.
Q
Berapa persen anggota Generasi Z yang memiliki pekerjaan sampingan?
A
57% anggota Generasi Z memiliki pekerjaan sampingan.
Q
Mengapa banyak peneliti mencari penghasilan tambahan?
A
Banyak peneliti mencari penghasilan tambahan karena stipend PhD tidak mencukupi biaya hidup.
Q
Apa yang ditemukan oleh Morning Consult tentang mahasiswa?
A
Morning Consult menemukan bahwa optimisme finansial mahasiswa kini berada di titik terendah.
Q
Apa fokus utama artikel ini?
A
Fokus utama artikel ini adalah tentang pekerjaan sampingan yang diambil oleh Generasi Z dalam konteks biaya hidup yang tinggi.