Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Finansial

Penipuan Digital yang Semakin Canggih Mengancam Keamanan Finansial Global

Share

Trend penipuan digital, khususnya di sektor kripto dan aplikasi finansial, semakin mengkhawatirkan karena menimpa konsumen dan institusi keuangan di berbagai negara. Kenaikan kasus scam, baik di Indonesia maupun di pasar global, menuntut peningkatan upaya keamanan siber dan koordinasi regulasi untuk melindungi aset dan kepercayaan investor.

24 Jan 2026, 10.00 WIB

OJK Catat Lonjakan Besar Kasus Scam di Indonesia, Jawa Terbanyak

OJK Catat Lonjakan Besar Kasus Scam di Indonesia, Jawa Terbanyak
Kasus penipuan atau scam semakin marak di Indonesia, terutama di wilayah Jawa yang mendominasi laporan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 432 ribu laporan pengaduan hingga bulan Januari 2026. Penipuan ini banyak menyerang sektor jasa keuangan dan transaksi digital masyarakat. OJK sudah memblokir hampir 400 ribu rekening terkait aktivitas scam ini untuk mengurangi kerugian korban. Meski begitu, kerugian dana masyarakat tetap mencapai Rp 9,1 triliun. Dana yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 432 miliar, menunjukkan perlunya peningkatan tindakan preventif. Penipuan yang sering terjadi antara lain transaksi belanja palsu, panggilan palsu, investasi bodong, penipuan kerja, dan janji hadiah. Mayoritas laporan datang dari Pulau Jawa, dengan jumlah laporan mencapai lebih dari 303 ribu, disusul oleh wilayah Sumatra. OJK menghadapi beberapa tantangan dalam penanganan kasus ini, seperti laporan yang terlambat dilaporkan oleh korban dan pola pelarian dana yang semakin rumit. Dana hasil penipuan kini bisa berpindah antar bank, dompet elektronik, aset kripto, dan layanan digital lain dalam waktu singkat. Karena kondisi ini, OJK mendorong kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan serta negara lain untuk mempercepat proses pemblokiran dana dan menanggulangi pinjaman online ilegal atau pinjol yang sering menjadi sarana penipuan. Kesadaran dan edukasi masyarakat juga sangat penting untuk mengantisipasi penipuan.
10 Jan 2026, 20.00 WIB

OJK Catat Ribuan Laporan Penipuan Keuangan, Kerugian Capai 9 Triliun

OJK Catat Ribuan Laporan Penipuan Keuangan, Kerugian Capai 9 Triliun
Penipuan keuangan di Indonesia masih menjadi persoalan serius yang terus terjadi sepanjang tahun 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima banyak laporan yang menunjukkan tingginya kasus tersebut, termasuk lewat Indonesia Anti Scam Center (IASC). Hal ini menandakan bahwa masyarakat dan pelaku usaha jasa keuangan masih rentan mengalami penipuan. Dari November 2024 hingga 28 Desember 2025, jumlah laporan yang masuk mencapai 411.055. Dari laporan tersebut, 218.665 diarahkan ke pelaku usaha, sementara 192.390 ditangani langsung melalui IASC. Jumlah rekening yang terkait aduan ini mencapai 681.890, dan setidaknya 127.047 rekening telah diblokir oleh pihak berwenang. Kerugian yang dilaporkan mencapai angka fantastis, yaitu sebesar Rp 9 triliun. Sebagian dana korban, sebesar Rp 402,5 miliar, berhasil diblokir sehingga diharapkan bisa meminimalkan kerugian lebih lanjut. Angka ini menunjukkan betapa besar dampak penipuan yang merugikan masyarakat luas. OJK juga mencatat ada 56.620 pengaduan yang berkaitan langsung dengan sektor jasa keuangan. Di antaranya, pengaduan terhadap fintech mendominasi dengan 21.886 laporan, diikuti perbankan sebanyak 20.972 laporan, multifinance sebanyak 11.309, dan asuransi sebanyak 1.619. Ini menegaskan bahwa fintech dan perbankan menjadi sektor yang rawan menjadi sasaran penipuan. Sebagian besar pengaduan atau sekitar 96,5% berhasil diselesaikan melalui mekanisme penyelesaian internal yang cepat. Sedangkan sisanya, 3,5%, masih dalam proses penyelesaian. Hal ini menunjukkan adanya upaya yang baik dari OJK dan sektor terkait untuk menangani kasus penipuan dan melindungi para konsumen jasa keuangan.
10 Jan 2026, 08.14 WIB

Pesan Penipuan di Betterment Janjikan Penggandaan Crypto, Hati-hati!

Pesan Penipuan di Betterment Janjikan Penggandaan Crypto, Hati-hati!
Beberapa pengguna Betterment menerima pesan mencurigakan yang menawarkan penggandaan aset kripto mereka seperti Bitcoin dan Ethereum. Pesan tersebut menjanjikan untuk mengembalikan tiga kali lipat dari jumlah yang dikirim pengguna dalam waktu terbatas. Pesan itu memuat instruksi untuk mengirim uang sebesar 10.000 dolar ke alamat dompet digital tertentu, dengan janji mendapat 30.000 dolar kembali dari pengirim resmi. Banyak pengguna menjadi ragu dan melaporkan hal ini di forum seperti Reddit. Betterment sendiri menanggapi dengan tegas bahwa pesan tersebut bukan berasal dari mereka, melainkan dikirim oleh sistem pihak ketiga yang tidak resmi dan tidak diotorisasi. Mereka meminta pengguna untuk mengabaikan pesan-pesan tersebut. Kejadian ini memicu perhatian tentang risiko keamanan dalam penggunaan sistem pemasaran dan komunikasi dari perusahaan keuangan. Pengguna diimbau tetap waspada dan tidak mengikuti instruksi yang tidak resmi. Betterment juga meminta maaf atas kebingungan yang terjadi dan memastikan sedang mengambil langkah untuk meningkatkan keamanan sistem komunikasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga

  • Mereformasi Ekosistem Ride-Hailing Indonesia untuk Kompensasi Pengemudi yang Adil

  • Memberdayakan Pemimpin Masa Depan melalui Peningkatan Dana Riset dan Inovasi

  • Perubahan Investasi Kedaulatan di China di Tengah Ketegangan Politik

  • Represi Regulasi Keuangan di China: Menekan Pencucian Uang, Penggelapan Pajak, dan Spekulasi Pasar

  • Mengubah Lanskap Ride-Hailing di Indonesia: Menyeimbangkan Kesejahteraan Pengemudi dan Pertumbuhan