TLDR
China aktif mengembangkan senjata berbasis AI untuk meningkatkan kapabilitas militernya. Teknologi deepfake menjadi alat strategis dalam perang informasi yang digunakan oleh militer. Penggunaan AI dalam militer semakin meningkat dan menjadi bagian penting dalam strategi perang modern. China tengah mengejar modernisasi militer dengan mengembangkan berbagai teknologi senjata berbasis kecerdasan buatan. Penelitian Universitas Georgetown mengungkap dokumen pengadaan yang menunjukkan eksperimen AI oleh Tentara Pembebasan Rakyat China seperti drone kawanan, robot anjing, dan algoritma perang satelit.Dokumen juga mengungkap kesiapan China mengembangkan jaringan sensor pelacak kapal selam dan sistem pengambilan keputusan AI, serta penggunaan teknologi deepfake untuk manipulasi opini selama konflik. AS juga menggunakan teknologi AI dalam operasi intelijen dan simulasi pertempuran, khususnya AI Claude dari Anthropic.Persaingan teknologi militer berbasis AI antara China dan AS diperkirakan akan semakin ketat. Dengan subsidi dan insentif dari pemerintah China, perusahaan teknologi sipil didorong memproduksi alat militer, yang bisa memicu perlombaan senjata AI dan mempengaruhi dinamika keamanan global.