Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Siapkan Strategi AI Praktis untuk Saingi Amerika Serikat Secara Efisien

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
03 Sep 2025
76 dibaca
2 menit
China Siapkan Strategi AI Praktis untuk Saingi Amerika Serikat Secara Efisien

Rangkuman 15 Detik

China mengubah fokus dari pengembangan AGI ke penerapan praktis AI untuk meningkatkan produktivitas.
Investasi besar dalam AI dan dukungan pemerintah lokal memperkuat posisi China dalam kompetisi teknologi global.
Model open-source membantu perusahaan lokal untuk berinovasi dan memasuki pasar dengan biaya yang lebih rendah.
Presiden China Xi Jinping mengarahkan strategi baru untuk menghadapi dominasi Amerika Serikat dalam persaingan kecerdasan buatan (AI). Sementara AS berfokus pada pengembangan Artificial General Intelligence (AGI) yang ambisius dan mahal, China memilih jalan berbeda yang lebih pragmatis dengan mengutamakan aplikasi AI berbasis efisiensi dan kemanfaatan nyata bagi masyarakat dan industri. Pada Januari lalu, China mengumumkan pembentukan dana investasi AI sebesar Rp 140.28 triliun (US$8,4 miliar) , yang didukung oleh pemerintah, bank milik negara, dan rencana pembangunan pusat data di berbagai kota. Hal ini menjadi bagian dari kampanye besar bertajuk “AI+” yang bertujuan mempercepat integrasi AI ke dalam berbagai sektor seperti riset sains, manufaktur, dan layanan publik demi meningkatkan produktivitas dan pembangunan ekonomi menyeluruh sampai tahun 2030. Berbeda dengan AS yang banyak berinvestasi pada pengembangan AGI yang belum tentu terwujud dalam waktu dekat, China lebih aktif memakai model open-source yang bisa diunduh dan diubah secara gratis oleh perusahaan lokal. Strategi ini memungkinkan startup dan bisnis di China untuk lebih cepat berkembang dengan biaya rendah sekaligus mempermudah ekspor teknologi AI ke pasar internasional. Contoh sukses penerapan strategi ini terlihat di kota Xiong'an, dekat Beijing, dimana startup DeepSeek menggunakan AI untuk sektor pertanian, memprediksi cuaca dengan lebih tepat, membantu kepolisian dalam analisis kasus darurat, serta memilah ratusan ribu panggilan ke hotline pemerintah setiap hari. Ini menegaskan bagaimana AI dipakai secara praktis untuk membantu kebutuhan riil masyarakat. Sanksi teknologi dari AS yang membatasi akses China ke chip canggih membuat Beijing harus memilih pendekatan yang lebih cermat dan hemat biaya. Para ahli menilai China berperan sebagai pengikut cepat yang lebih fokus pada implementasi dan optimasi teknologi yang sudah ada, sementara AS menanggung risiko dan biaya besar dalam mengejar AGI yang masih sangat spekulatif.

Analisis Ahli

Jeffrey Ding
Strategi China yang lebih fokus pada implementasi dan optimasi AI adalah cara yang bijak dan praktis dibandingkan AS yang membelanjakan besar untuk AGI yang masih spekulatif.