Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Kembangkan Senjata AI Otonom untuk Tantang Dominasi Militer AS

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
28 Okt 2025
260 dibaca
2 menit
China Kembangkan Senjata AI Otonom untuk Tantang Dominasi Militer AS

Rangkuman 15 Detik

China menggunakan kecerdasan buatan untuk mengembangkan senjata otonom dalam upaya menyaingi AS.
DeepSeek menjadi teknologi unggulan dalam militer China untuk meningkatkan kemampuan operasional.
Kemandirian teknologi menjadi fokus utama bagi China untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.
China sedang mengembangkan teknologi senjata yang menggunakan kecerdasan buatan atau AI untuk membuat kendaraan tempur dan drone yang bisa bergerak dan bertindak sendiri tanpa perlu dikendalikan manusia. Ini merupakan langkah besar untuk memperkuat militer mereka dan bersaing dengan Amerika Serikat yang selama ini mendominasi teknologi militer. Salah satu contoh alat tempur baru adalah kendaraan militer P60 yang dapat berjalan hingga 50 kilometer per jam dan menjalankan operasi secara otomatis. Teknologi di balik kendaraan ini adalah DeepSeek, sebuah model AI yang dikembangkan di dalam negeri China dan menjadi kebanggaan negara tersebut. Militer China juga sedang mengembangkan kemampuan drone yang dapat mengenali target sendiri, bergerak dalam formasi secara otomatis, dan membuat keputusan di medan perang secara langsung. Hal ini dianggap sebagai teknologi canggih yang diupayakan Amerika Serikat juga, sehingga menjadi lomba teknologi antara kedua negara. Meskipun ada pembatasan ekspor chip dari Amerika Serikat, militer China masih menggunakan chip dari luar sampai sekarang dan mulai beralih ke chip buatan Huawei yang lebih mandiri. Upaya ini menunjukkan keinginan kuat China untuk menguasai teknologi sendiri tanpa bergantung pada negara lain. Banyak ahli khawatir bahwa senjata otonom dari China ini bisa menjadi senjata masa depan yang sangat berbahaya dan dapat mengancam posisi militer Amerika Serikat di dunia. Hal ini juga mendorong negara Barat untuk bekerja sama lebih erat dalam mengembangkan teknologi AI demi menjaga keseimbangan kekuatan.

Analisis Ahli

Michael Peck (Defense Analyst)
China’s aggressive AI military development signals a shift in global power dynamics; the U.S. must respond swiftly to maintain its strategic edge.
Kate Crawford (AI Researcher)
The rise of autonomous weapons emphasizes urgent ethical considerations alongside technological advancements to prevent accidental escalations.