Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Anthropic Tolak Penggunaan AI Militer, Pentagon Ancaman Putus Kontrak

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (1mo ago) artificial-intelligence (1mo ago)
25 Feb 2026
159 dibaca
2 menit
Anthropic Tolak Penggunaan AI Militer, Pentagon Ancaman Putus Kontrak

Rangkuman 15 Detik

Anthropic menolak untuk mengangkat batasan penggunaan teknologi AI untuk tujuan militer.
Pertemuan antara CEO Anthropic dan Menteri Pertahanan mencerminkan ketegangan antara etika teknologi dan kebutuhan militer.
Pentagon sedang menjalin kontrak dengan beberapa perusahaan AI untuk penggunaan teknologi dalam konteks militer.
Perusahaan pembuat kecerdasan buatan, Anthropic, sedang menghadapi tekanan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat karena menolak menghilangkan batasan penggunaan teknologi AI mereka untuk tujuan militer. Konflik ini muncul karena Pentagon ingin teknologi AI tersebut digunakan secara leluasa di medan perang, termasuk penggunaan drone dan robot otonom. Anthropic memiliki kebijakan safeguard yang mencegah AI digunakan untuk target senjata otomatis dan pengawasan dalam negeri. Namun, Pentagon meminta perusahaan tersebut untuk menghapus kebijakan ini agar dapat memanfaatkan AI tanpa pembatasan tersebut. Penolakan Anthropic telah menimbulkan ketegangan yang berlarut-larut. Dario Amodei, CEO Anthropic, bertemu langsung dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Pentagon untuk membahas konflik ini. Hegseth memberikan ultimatum bahwa jika permintaan Pentagon tidak dipenuhi, mereka akan mengambil tindakan seperti memutus kontrak dan menerapkan undang-undang produksi pertahanan. Sampai saat ini, Anthropic adalah satu-satunya penyedia model bahasa besar (LLM) yang terhubung dengan jaringan rahasia Pentagon. Namun, Pentagon juga sudah mengumumkan kesepakatan dengan xAI milik Elon Musk untuk penggunaan AI di jaringan tersebut, menandai persaingan dan perubahan dalam kerja sama AI militer di AS. Situasi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi perusahaan teknologi dalam menyeimbangkan antara inovasi AI dan tuntutan pemerintah militer. Perdebatan mengenai etika dan penggunaan AI untuk keperluan militer diprediksi akan semakin menguat dalam waktu dekat.

Analisis Ahli

Elon Musk
Elon Musk sering mengingatkan tentang bahaya AI yang tidak terkontrol terutama dalam konteks militer, dan kemitraan xAI dengan Pentagon menunjukkan bahwa dirinya mendukung integrasi AI dengan kewaspadaan tinggi terhadap potensi risiko.
Andrew Ng
Sebagai pakar AI, Andrew Ng menekankan pentingnya regulasi yang tepat untuk menjamin penggunaan teknologi AI yang aman dan bertanggung jawab, sehingga konflik seperti ini dapat diselesaikan lewat dialog dan aturan yang jelas.