Bahaya DeepSeek: Chatbot AI China Jadi Ancaman Keamanan Nasional AS
Teknologi
Kecerdasan Buatan
02 Mei 2025
230 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
DeepSeek merupakan chatbot AI yang berpotensi mengancam keamanan nasional AS.
Pengumpulan data oleh DeepSeek diduga terhubung langsung dengan pemerintah China.
Kongres AS sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengatasi ancaman dari teknologi AI yang berasal dari China.
China kembali membuat Amerika Serikat khawatir dengan senjata teknologi mereka, yaitu chatbot kecerdasan buatan (AI) bernama DeepSeek. Menurut laporan terbaru dari Komite Khusus di Kongres AS, DeepSeek bukan sekadar chatbot biasa, melainkan alat strategis yang menyimpan potensi ancaman besar terhadap keamanan data warga Amerika.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa DeepSeek melakukan pengumpulan data yang sangat agresif, mulai dari riwayat percakapan hingga detail perangkat pengguna. Data yang dikumpulkan diduga dialirkan langsung ke pemerintah China melalui infrastruktur yang terhubung ke China Mobile, perusahaan telekomunikasi yang sudah lebih dulu dilarang beroperasi di AS karena dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.
Selain itu, DeepSeek juga dilaporkan menggunakan berbagai alat pelacak dari perusahaan teknologi raksasa China seperti ByteDance, Baidu, dan Tencent. Sebagai respons, Komite Khusus Kongres AS kini mendorong perluasan kontrol ekspor teknologi AI serta meminta pemerintah AS untuk menyiapkan langkah antisipatif terhadap ancaman kejutan strategis dari teknologi AI China.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Penggunaan AI sebagai alat pengawasan oleh negara-negara yang kompetitif secara geopolitik merupakan ancaman nyata yang harus diwaspadai, terutama bila data sensitif terus dialirkan tanpa kontrol ketat.Emily Bender
Pengembangan chatbot AI harus melewati proses audit etis dan teknis agar tidak mudah dieksploitasi untuk tujuan pengawasan massal, yang kini terbukti dalam kasus DeepSeek.


