Militer AS Tetap Pakai AI Claude Anthropic Meski Trump Larang Penggunaan
Courtesy of CNBCIndonesia

Militer AS Tetap Pakai AI Claude Anthropic Meski Trump Larang Penggunaan

Mengungkap penggunaan model AI Claude milik Anthropic dalam operasi militer AS dan konflik politik yang timbul akibat keputusan Presiden Trump untuk menghentikan penggunaan teknologi tersebut di lembaga federal.

03 Mar 2026, 12.50 WIB
212 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer semakin meningkat meskipun ada perintah untuk menghentikannya.
  • Konflik antara pemerintah dan perusahaan teknologi dapat mempengaruhi operasi militer.
  • OpenAI mengambil langkah untuk menggantikan Anthropic dalam penyediaan teknologi AI bagi Pentagon.
Jakarta, Indonesia - Militer Amerika Serikat melaporkan tetap menggunakan model kecerdasan buatan Claude dari Anthropic dalam operasi militer terhadap Iran meskipun Presiden Donald Trump sudah memerintahkan penghentian penggunaan teknologi tersebut oleh lembaga federal. Teknologi AI ini dimanfaatkan untuk mendukung intelijen, pemilihan target, dan simulasi pertempuran dalam operasi gabungan AS-Israel.
Penggunaan Claude dalam militer memicu perseteruan politik dan perusahaan setelah Trump menuduh Anthropic sebagai perusahaan AI sayap kiri radikal. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuduh Anthropic melakukan pengkhianatan dan menuntut akses penuh ke teknologi AI untuk kepentingan militer, namun pemisahan sistem AI tidak bisa dilakukan secara instan karena sudah luas dipakai.
Di tengah ketegangan, OpenAI menggantikan Anthropic dengan kesepakatan penggunaan model AI seperti ChatGPT untuk jaringan militer rahasia. Penggunaan AI dalam militer akan terus berlanjut dengan perubahan penyedia teknologi, meski ada perdebatan politik dan etika yang intens.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260303114354-37-715482/dilarang-trump-senjata-canggih-ini-tetap-dipakai-as-serang-iran

Analisis Ahli

Elon Musk
"AI militer harus dikendalikan dengan sangat ketat karena potensi risiko eskalasi konflik yang tidak terduga."
Andrew Ng
"Penggunaan AI dalam operasi nyata harus mengikuti standar etika yang tinggi untuk menghindari penyalahgunaan teknologi."

Analisis Kami

"Penggunaan AI dalam militer memang tak terhindarkan karena keunggulan teknologi yang ditawarkannya, namun keputusan politik yang bertentangan dengan kebutuhan operasional menciptakan ketegangan yang serius. Ke depannya, integrasi AI di bidang pertahanan harus diimbangi dengan kebijakan yang jelas dan komunikasi intensif antara pemerintah dan penyedia teknologi untuk mencegah konflik seperti ini."

Prediksi Kami

Penggunaan teknologi AI dalam operasi militer akan semakin intensif dan melibatkan lebih banyak perusahaan teknologi, sementara konflik politik dan etika terkait kontrol dan pengawasan AI kemungkinan akan terus memanas.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dilakukan militer Amerika Serikat dengan AI Claude?
A
Militer Amerika Serikat menggunakan AI Claude untuk melancarkan serangan terhadap Iran dan melakukan operasi pengeboman.
Q
Siapa yang memerintahkan penghentian penggunaan teknologi AI dari Anthropic?
A
Donald Trump memerintahkan penghentian penggunaan teknologi AI dari Anthropic.
Q
Mengapa hubungan antara Gedung Putih dan Anthropic memburuk?
A
Hubungan antara Gedung Putih dan Anthropic memburuk karena penggunaan Claude dalam operasi militer yang kontroversial.
Q
Apa peran OpenAI dalam konteks artikel ini?
A
OpenAI menggantikan posisi Anthropic dan mencapai kesepakatan dengan Pentagon untuk penggunaan model AI mereka.
Q
Siapa Nicolás Maduro dan mengapa ia menjadi target operasi militer?
A
Nicolás Maduro adalah presiden Venezuela yang menjadi target operasi militer AS karena keterlibatannya dalam politik yang kontroversial.