Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Militer AS Tetap Pakai AI Claude Anthropic Meski Trump Larang Penggunaan

Teknologi
Kecerdasan Buatan
News Publisher
03 Mar 2026
110 dibaca
1 menit
Militer AS Tetap Pakai AI Claude Anthropic Meski Trump Larang Penggunaan

AI summary

Penggunaan kecerdasan buatan dalam operasi militer semakin meningkat meskipun ada perintah untuk menghentikannya.
Konflik antara pemerintah dan perusahaan teknologi dapat mempengaruhi operasi militer.
OpenAI mengambil langkah untuk menggantikan Anthropic dalam penyediaan teknologi AI bagi Pentagon.
Militer Amerika Serikat melaporkan tetap menggunakan model kecerdasan buatan Claude dari Anthropic dalam operasi militer terhadap Iran meskipun Presiden Donald Trump sudah memerintahkan penghentian penggunaan teknologi tersebut oleh lembaga federal. Teknologi AI ini dimanfaatkan untuk mendukung intelijen, pemilihan target, dan simulasi pertempuran dalam operasi gabungan AS-Israel.Penggunaan Claude dalam militer memicu perseteruan politik dan perusahaan setelah Trump menuduh Anthropic sebagai perusahaan AI sayap kiri radikal. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuduh Anthropic melakukan pengkhianatan dan menuntut akses penuh ke teknologi AI untuk kepentingan militer, namun pemisahan sistem AI tidak bisa dilakukan secara instan karena sudah luas dipakai.Di tengah ketegangan, OpenAI menggantikan Anthropic dengan kesepakatan penggunaan model AI seperti ChatGPT untuk jaringan militer rahasia. Penggunaan AI dalam militer akan terus berlanjut dengan perubahan penyedia teknologi, meski ada perdebatan politik dan etika yang intens.

Experts Analysis

Elon Musk
AI militer harus dikendalikan dengan sangat ketat karena potensi risiko eskalasi konflik yang tidak terduga.
Andrew Ng
Penggunaan AI dalam operasi nyata harus mengikuti standar etika yang tinggi untuk menghindari penyalahgunaan teknologi.
Editorial Note
Penggunaan AI dalam militer memang tak terhindarkan karena keunggulan teknologi yang ditawarkannya, namun keputusan politik yang bertentangan dengan kebutuhan operasional menciptakan ketegangan yang serius. Ke depannya, integrasi AI di bidang pertahanan harus diimbangi dengan kebijakan yang jelas dan komunikasi intensif antara pemerintah dan penyedia teknologi untuk mencegah konflik seperti ini.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.