
Courtesy of CNBCIndonesia
Waspada Phone Scam Pajak: Modus Baru Curangi Korban Lewat Aplikasi
Menyampaikan peringatan kepada masyarakat tentang modus penipuan phone scam yang mengatasnamakan pihak pajak dengan menggunakan data pribadi korban dan fitur berbagi layar, serta menginformasikan upaya pelaporan yang sedang dilakukan.
25 Feb 2026, 15.55 WIB
302 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Penipuan melalui telepon semakin canggih dan memanfaatkan data pribadi.
- Berbagi layar dengan pihak yang tidak dikenal dapat membahayakan keamanan data.
- Pentingnya melaporkan kejadian penipuan kepada pihak berwenang untuk mencegah kejadian serupa.
Jakarta, Indonesia - Baru-baru ini, seorang pengguna Instagram dengan akun @mandharabrasika membagikan pengalamannya terkait penipuan yang dialami melalui panggilan telepon. Pelaku penipuan mengaku dari kantor pajak dan memanfaatkan kebingungan korban soal aplikasi pajak bernama Coretax. Cerita ini kembali mengingatkan kita bahwa penipuan dengan modus baru masih marak terjadi.
Pelaku penipuan sangat lihai karena sudah memegang data pribadi korban, seperti Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Hal ini membuat korban sangat percaya, karena merasa yang menelepon benar-benar pegawai pajak. Kejelian pelaku tersebut sangat membahayakan keamanan data pribadi masyarakat.
Setelah korban percaya, pelaku memberikan link untuk menginstall aplikasi dan menawarkan bantuan dengan fitur berbagi layar. Fitur ini sangat berbahaya karena memungkinkan pelaku untuk melihat username, PIN, maupun password korban. Dengan data tersebut, pelaku bisa meretas dan menguras rekening korban tanpa sepengetahuan korban.
Pelaku juga menekan psikologi korban dengan menciptakan situasi yang mendesak, sehingga korban tidak sempat berpikir panjang atau bertanya kepada orang lain. Metode ini sangat efektif untuk memanipulasi korban dan mempercepat proses penipuan agar segera berhasil sebelum korban sadar ada yang janggal.
Korban sudah melaporkan kasus ini ke bank terkait, kepolisian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun laporan masih dalam proses dan belum ada kemajuan berarti. Penting bagi masyarakat untuk waspada dan tidak mudah percaya terhadap telepon yang mengatasnamakan institusi resmi, terutama yang meminta informasi pribadi atau aplikasi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260225120239-37-713766/modus-penipuan-berkedok-coretax-uang-ratusan-juta-lenyap-seketika
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260225120239-37-713766/modus-penipuan-berkedok-coretax-uang-ratusan-juta-lenyap-seketika
Analisis Ahli
Ahmad Rizal (pakar keamanan siber)
"Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan data pribadi di era digital harus menjadi prioritas, terutama verifikasi identitas sebelum memberikan akses atau informasi sensitif."
Siti Nurhaliza (praktisi psikologi forensik)
"Teknik tekanan psikologis seperti pembuatan situasi mendesak sangat efektif untuk membuat korban kehilangan kontrol, sehingga edukasi tentang pengelolaan emosi dan kecermatan saat dihubungi secara tidak terduga sangat penting."
Analisis Kami
"Modus penipuan ini sangat berbahaya karena mengandalkan kepercayaan dan data pribadi yang valid, menunjukkan bahwa sistem keamanan data pribadi masih mudah dieksploitasi. Selain edukasi masyarakat, perlu penguatan mekanisme keamanan di platform administrasi pajak dan respons cepat dari instansi terkait agar korban tidak terus berjatuhan."
Prediksi Kami
Penipuan serupa kemungkinan akan terus meningkat jika kesadaran masyarakat dan perlindungan teknologi tidak segera diperkuat, serta penanganan dari pihak berwenang lebih cepat dan efektif.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa jenis penipuan yang dialami oleh pengguna Instagram tersebut?A
Jenis penipuan yang dialami adalah penipuan melalui telepon dengan mengatasnamakan pihak pajak.Q
Siapa yang menjadi pelaku penipuan dalam kasus ini?A
Pelaku penipuan adalah pihak yang menghubungi korban dengan informasi yang valid mengenai pajak.Q
Bagaimana cara pelaku meyakinkan korban?A
Pelaku meyakinkan korban dengan menyebutkan data-data pribadi yang tidak pernah dipublikasikan.Q
Apa yang dilakukan korban setelah mengalami penipuan?A
Korban telah melaporkan kejadian ini kepada bank, kepolisian, dan OJK.Q
Apa saja data yang disebutkan oleh pelaku kepada korban?A
Pelaku menyebutkan data seperti NPWP dan informasi pribadi lainnya kepada korban.



