Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Modus Scam Marak di Indonesia, Kerugian Capai Rp 9,1 Triliun

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (2mo ago) cyber-security (2mo ago)
23 Jan 2026
52 dibaca
2 menit
Modus Scam Marak di Indonesia, Kerugian Capai Rp 9,1 Triliun

Rangkuman 15 Detik

Scam memiliki berbagai modus yang dapat merugikan masyarakat secara signifikan.
Penanganan scam memerlukan kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk regulator dan sektor telekomunikasi.
Pentingnya edukasi masyarakat untuk mengenali dan menghindari penipuan yang berkaitan dengan scam.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa penipuan atau scam di Indonesia sangat marak dan beragam jenisnya. Indonesia Anti Scam Center (IASC) menerima lebih dari 432 ribu laporan masyarakat terkait kasus scam pada periode November 2024 hingga Januari 2026. Kerugian yang dialami masyarakat mencapai Rp 9,1 triliun, angka yang sangat besar. Scam yang terjadi biasanya mengandalkan korban yang secara sukarela memberikan akses seperti password, kode OTP, atau PIN rekening. Hal ini membuat penipuan berbeda dari kejahatan finansial tradisional yang seringkali mengandalkan peretasan, karena korban sendiri menjadi kunci hilangnya dana mereka. Dua hal utama yang menjadi unsur modus scam adalah nomor rekening bank dan nomor telepon yang digunakan pelaku untuk menghubungi korban. Setelah korban percaya dan menyerahkan data penting, dana di rekening bisa raib tanpa mereka sadari dengan jumlah yang cukup besar. Untuk menangani masalah ini, OJK menekankan perlunya kolaborasi yang melibatkan regulator, industri jasa keuangan, aparat penegak hukum, sektor telekomunikasi, dan pihak terkait lainnya. Kerja sama ini penting untuk pencegahan, deteksi dini, penindakan, serta pemulihan hak korban secara cepat dan adil. Dengan meningkatnya kasus scam yang merugikan warga, edukasi dan kesadaran masyarakat juga harus diperkuat. Penggunaan teknologi dan kebijakan terpadu menjadi kunci agar penipuan dapat ditangani secara optimal dan masyarakat dapat terlindungi dari kerugian besar.

Analisis Ahli

Friderica Widyasari Dewi
Scam berbeda dari kejahatan finansial tradisional karena korban secara sukarela memberikan data rahasia sehingga kerugiannya signifikan dan penanganannya harus kolaboratif.