Waspada Penipuan Phone Scam Pakai Modus Pegawai Pajak, Rekening Dikuras
Courtesy of CNBCIndonesia

Waspada Penipuan Phone Scam Pakai Modus Pegawai Pajak, Rekening Dikuras

Menginformasikan tentang kasus penipuan phone scam yang merugikan korban hingga ratusan juta, agar masyarakat lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh modus serupa di masa depan.

18 Feb 2026, 13.25 WIB
43 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penipuan melalui telepon semakin canggih dengan penggunaan data pribadi yang akurat.
  • Pelaku penipuan sering memanfaatkan tekanan psikologis untuk memperdaya korbannya.
  • Pentingnya melaporkan penipuan kepada pihak berwenang agar tindakan dapat diambil.
Jakarta, Indonesia - Penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan pegawai pajak sedang marak terjadi dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi korban. Pelaku menggunakan data pribadi korban yang rahasia untuk meyakinkan korban bahwa mereka adalah pihak resmi.
Korban diminta menginstal aplikasi dan diajak berbagi layar sehingga pelaku dapat mengakses informasi penting seperti username, PIN, dan password. Hal ini memungkinkan pelaku meretas perangkat dan menguras rekening korban dengan cepat.
Pelaku juga memanfaatkan tekanan psikologis dengan membuat suasana mendesak sehingga korban tidak sempat berpikir atau mencari bantuan dari orang lain, memperbesar kemungkinan korban tertipu.
Korban yang mengalami penipuan ini sudah melaporkan kejadian ke pihak bank, kepolisian, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), namun hingga saat ini prosesnya masih berjalan dan belum ada solusi atau tindak lanjut yang signifikan.
Kasus ini mengingatkan kita semua untuk selalu waspada terhadap penipuan daring dan pentingnya edukasi keamanan digital agar tidak menjadi korban penipuan serupa di masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260218130555-37-711788/warga-ri-kena-tipu-ratusan-juta-awas-modus-penipuan-berkedok-coretax

Analisis Ahli

Ahmad Rizky (Cybersecurity Expert)
"Penipuan phone scam kini memanfaatkan teknik sosial engineering yang kompleks, sehingga edukasi dan peningkatan sistem keamanan digital oleh pemerintah dan institusi keuangan sangat penting untuk mencegah kerugian lebih besar."

Analisis Kami

"Modus operandi phone scam yang semakin canggih dengan pemanfaatan data pribadi rahasia dan fitur berbagi layar menunjukkan perlunya peningkatan literasi digital masyarakat. Selain itu, proses penanganan laporan penipuan yang lambat memperburuk kerugian korban dan menurunkan kepercayaan publik pada lembaga pengawas."

Prediksi Kami

Kasus serupa akan terus meningkat jika masyarakat tidak lebih waspada dan pihak berwenang tidak meningkatkan kecepatan respon serta edukasi keamanan digital secara masif.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa jenis penipuan yang terjadi dalam artikel ini?
A
Jenis penipuan yang terjadi adalah phone scam yang mengatasnamakan pihak pajak.
Q
Siapa yang menjadi korban dalam kasus penipuan ini?
A
Korban dalam kasus penipuan ini adalah pengguna Instagram @mandharabrasika.
Q
Apa modus operandi yang digunakan oleh pelaku penipuan?
A
Modus operandi yang digunakan adalah menelepon dan memberikan informasi akurat untuk meyakinkan korban, lalu meminta mereka menginstal aplikasi berbahaya.
Q
Apa yang dilakukan korban setelah mengalami penipuan?
A
Setelah mengalami penipuan, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak bank, kepolisian, dan OJK.
Q
Apa tujuan dari pengguna yang membagikan pengalamannya di Instagram?
A
Tujuan dari pengguna yang membagikan pengalamannya adalah agar tidak ada korban penipuan lain di masa depan.