
Courtesy of CNBCIndonesia
Negara Dunia Berlakukan Aturan Ketat untuk Lindungi Anak dari Media Sosial
Menyampaikan perkembangan dan perbandingan kebijakan pembatasan media sosial untuk anak-anak dan remaja di berbagai negara sebagai upaya melindungi mereka dari dampak buruk digital.
04 Feb 2026, 14.55 WIB
185 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Beberapa negara, termasuk Spanyol dan Yunani, mengusulkan larangan penggunaan media sosial untuk anak-anak.
- Aturan di Australia lebih ketat dibandingkan dengan Indonesia dalam hal pembatasan usia penggunaan media sosial.
- Perlindungan anak dari dampak negatif media sosial menjadi isu penting di banyak negara.
Jakarta, Indonesia - Banyak negara kini mulai mengusulkan dan menerapkan aturan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak dan remaja. Indonesia, Australia, Spanyol, Yunani, dan beberapa negara lain memfokuskan perlindungan ini untuk anak agar terhindar dari dampak negatif media sosial yang semakin luas.
Di Indonesia, ada pembagian klasifikasi usia antara 13 hingga 18 tahun dengan izin orang tua untuk mengakses media sosial. Sementara Australia menerapkan aturan lebih ketat dengan memblokir total akses untuk anak di bawah usia 16 tahun.
Spanyol baru-baru ini mengusulkan larangan bagi anak di bawah 16 tahun untuk menggunakan media sosial. Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan pentingnya melindungi anak-anak dari dunia digital yang liar dan berbahaya.
Yunani juga berencana melarang anak berusia di bawah 15 tahun mengakses media sosial. Kebijakan ini tergolong ketat dan bergabung dengan upaya di beberapa negara Eropa lainnya yang sudah bergabung dalam koalisi menggunakan teknologi digital yang bertanggung jawab.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204124121-37-708086/eropa-terapkan-aturan-indonesia-dunia-ramai-ramai-berubah
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204124121-37-708086/eropa-terapkan-aturan-indonesia-dunia-ramai-ramai-berubah
Analisis Ahli
Dr. Siti Nadia Tarmizi
"Pembatasan media sosial yang terukur penting demi kesehatan mental anak-anak, namun harus didukung dengan literasi digital agar anak dapat menggunakan teknologi secara bijak."
Prof. James Steyer
"Peraturan yang memperhatikan usia dan konteks sosial anak akan lebih efektif daripada larangan total yang sulit diawasi dan diimplementasikan."
Analisis Kami
"Langkah pembatasan ini diperlukan untuk melindungi anak-anak dari risiko psikologis dan sosial dalam dunia maya yang tidak terkontrol, namun penerapannya harus hati-hati agar tidak menghambat akses pendidikan dan sosial yang positif dari teknologi digital. Kebijakan yang terlalu ketat juga bisa menimbulkan resistensi dari masyarakat dan perusahaan teknologi, sehingga perlu ada dialog dan edukasi yang seimbang."
Prediksi Kami
Regulasi pembatasan penggunaan media sosial untuk anak dan remaja akan semakin banyak diadopsi di berbagai negara, disertai potensi konflik dan kritik dari pihak-pihak yang menolak pembatasan tersebut, termasuk pelaku industri media sosial.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang diusulkan oleh Perdana Menteri Spanyol terkait media sosial?A
Perdana Menteri Spanyol mengusulkan larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.Q
Bagaimana aturan pembatasan media sosial di Australia berbeda dari Indonesia?A
Aturan di Australia memblokir total akun media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, sementara di Indonesia, remaja berusia 13-18 tahun masih bisa memiliki akun dengan izin orang tua.Q
Siapa yang mengkritik langkah-langkah pemerintah Spanyol dan apa tanggapannya?A
Elon Musk mengkritik langkah-langkah pemerintah Spanyol, menyebut Perdana Menteri sebagai tiran dan pengkhianat rakyat.Q
Negara mana saja selain Indonesia yang sedang mempertimbangkan aturan serupa?A
Negara lain seperti Malaysia dan India juga sedang mempertimbangkan untuk menerapkan aturan serupa.Q
Apa tujuan utama dari peraturan pembatasan media sosial bagi remaja?A
Tujuan utama dari peraturan ini adalah untuk melindungi anak-anak dari paparan negatif dunia digital.


