
Courtesy of CNBCIndonesia
E-Commerce Indonesia Tembus Rp 3.09 quadriliun (US$185 Miliar) , Video Commerce Jadi Kunci 2025
Memberikan gambaran perkembangan pasar e-commerce di Indonesia pada 2025, termasuk nilai transaksi, tren video commerce, serta aplikasi belanja online yang paling populer untuk membantu pembaca memahami dinamika ekonomi digital terkini.
04 Feb 2026, 12.25 WIB
220 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- E-commerce di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh pesat hingga 2025.
- Video commerce menjadi salah satu tren utama yang mendorong transaksi e-commerce.
- Shopee tetap menjadi aplikasi belanja online yang paling banyak digunakan di Indonesia.
Jakarta, Indonesia - Pasar e-commerce Indonesia diperkirakan akan mengalami pertumbuhan besar di tahun 2025 dengan nilai transaksi mencapai Rp 3.09 quadriliun (US$185 miliar) atau sekitar Rp 3.093 triliun. Peningkatan ini didukung oleh kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan dan tren video commerce yang semakin diminati masyarakat.
Shopee terus mempertahankan posisi sebagai aplikasi belanja online paling populer di Indonesia. Selain Shopee, aplikasi lain seperti Tokopedia, Lazada, dan beberapa toko retail offline yang memiliki aplikasi online juga menunjukkan tren peningkatan penggunaan.
Video commerce menjadi salah satu tren utama yang mendorong pertumbuhan e-commerce, dengan transaksi meningkat sebanyak 90% dan mencapai 2,6 miliar transaksi pada tahun ini. Kategori utama dalam video commerce adalah fashion dan aksesori serta perawatan diri dan kecantikan.
Nilai pesanan rata-rata untuk video commerce di Indonesia berada di kisaran Rp 751.50 ribu (US$4,5) sampai Rp 100.20 ribu (US$6) , yang sedikit lebih rendah dibandingkan rata-rata Asia Tenggara. Namun, jumlah penjual dan toko yang mengadopsi video commerce meningkat tajam sebesar 75% dibandingkan tahun sebelumnya.
Data Sensor Tower menunjukkan angka download aplikasi retail di Indonesia sebanyak 181 juta dengan total waktu penggunaan mencapai 8,68 miliar jam sepanjang tahun 2025. Hal ini menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam berbelanja secara online dan menggunakan aplikasi digital untuk kebutuhan sehari-hari.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204110357-37-708037/raja-ecommerce-nomor-satu-di-indonesia-tokopedia-lazada-minggir
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204110357-37-708037/raja-ecommerce-nomor-satu-di-indonesia-tokopedia-lazada-minggir
Analisis Ahli
Prof. Heru Santoso (Ekonom Digital)
"Pertumbuhan e-commerce Indonesia yang didukung oleh teknologi video commerce dan AI menunjukkan transformasi ekonomi digital yang signifikan dan membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang lebih cepat."
Dewi Kartini (Analis Ritel Online)
"Video commerce menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih interaktif dan personal, yang akan semakin meningkatkan keterlibatan konsumen dan mendorong peningkatan transaksi dalam waktu dekat."
Analisis Kami
"Pertumbuhan pesat e-commerce di Indonesia merupakan indikasi kuat bahwa masyarakat semakin nyaman berbelanja secara digital, terutama dengan kemudahan interaksi melalui video commerce. Shopee yang gencar mengembangkan fitur video commerce menunjukkan bahwa inovasi dalam layanan adalah kunci mempertahankan pangsa pasar di tengah persaingan ketat."
Prediksi Kami
E-commerce di Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan signifikan terutama melalui adopsi video commerce, yang kemungkinan akan menjadi saluran utama untuk transaksi dan pemasaran produk dengan dukungan teknologi AI.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi pendorong utama pertumbuhan e-commerce di Indonesia hingga 2025?A
Pendorong utama pertumbuhan e-commerce di Indonesia adalah pemanfaatan kecerdasan buatan dan perkembangan video commerce.Q
Berapa proyeksi nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2025?A
Proyeksi nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai US$185 miliar.Q
Apa saja kategori produk yang mendominasi video commerce?A
Kategori produk yang mendominasi video commerce adalah fashion dan aksesori (28%) serta perawatan diri dan kecantikan (20%).Q
Siapa saja organisasi yang terlibat dalam laporan e-Conomy SEA 2025?A
Organisasi yang terlibat dalam laporan e-Conomy SEA 2025 adalah Google, Temasek, dan Bain & Company.Q
Apa aplikasi ritel paling populer di Indonesia saat ini?A
Aplikasi ritel paling populer di Indonesia saat ini adalah Shopee.


