E-commerce China Kuasai Pasar Asia Tenggara dengan Ekspansi Pesat di 2024
Bisnis
Ekonomi Makro
31 Okt 2025
169 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
E-commerce China semakin mendominasi pasar belanja online di Asia Tenggara.
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia dipimpin oleh platform seperti TikTok Shop dan Tokopedia.
Inovasi dan strategi adaptif menjadi kunci sukses e-commerce China dalam menghadapi pasar global.
Perusahaan e-commerce besar asal China seperti Alibaba dan TikTok Shop terus memperluas ekspansi mereka ke pasar Asia Tenggara. Mereka berhasil mendominasi hampir setengah dari pasar belanja online di Indonesia, Thailand, dan Filipina berdasarkan data tahun 2024. Ekspansi ini terjadi karena pertumbuhan ekonomi di China yang melambat dan para pelaku bisnis mencari pasar baru yang potensial di luar negeri.
Menurut laporan Bain and Company, nilai transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun 2024 mencapai Rp 1.04 quadriliun (US$62 miliar) . Dari total transaksi ini, sebagian besar berasal dari kategori 'lainnya' dengan kontribusi 56%, sementara Tokopedia menyumbang 26%, dan TikTok Shop 10%. Lazada dan AliExpress yang juga berasal dari China memiliki porsi lebih kecil, tetapi tetap menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan.
Di negara-negara Asia Tenggara lain seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina, TikTok Shop menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan kontribusi 19% di Thailand dan 15% di Vietnam serta Filipina. Meskipun nilai total transaksi di negara-negara ini lebih kecil dibanding Indonesia, peran e-commerce China semakin kuat. AliExpress juga mulai mengambil porsi pasar yang lebih besar di beberapa negara.
Alibaba bahkan memperluas promosi belanja mereka seperti Singles Day ke 20 kawasan berbeda, menunjukkan agresivitas dalam memikat konsumen internasional. Selain itu, pendanaan dari startup fintech seperti FundPark melonjak signifikan untuk mendukung pelaku bisnis China yang ingin menjangkau pasar e-commerce global, kontribusi yang mempercepat ekspansi mereka.
Rahasia keberhasilan e-commerce China adalah integrasi teknologi seperti livestreaming, inovasi produk yang cepat, dan logistik yang efisien. Berbeda dengan perusahaan asing lain yang sulit di China, perusahaan China mampu memanfaatkan pengalaman domestik mereka yang sangat kompetitif untuk menembus pasar global. Diperkirakan tren ini akan terus berlanjut, semakin menantang pemain lokal di Asia Tenggara.
Analisis Ahli
Anson Suen
Peningkatan pendanaan untuk pebisnis e-commerce China menunjukkan kesiapan mereka menaklukkan pasar global dengan modal kuat dan strategi ekspansi agresif.Bain and Company Analyst
Kesuksesan e-commerce China bersumber dari pengalaman di pasar domestik yang sangat kompetitif, memungkinkan mereka menerapkan strategi inovasi dan logistik yang unggul di luar negeri.

