Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ekonomi Digital Indonesia Tembus US$ 99 Miliar Didukung Video Commerce dan QRIS

Bisnis
Ekonomi Makro
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
13 Nov 2025
144 dibaca
2 menit
Ekonomi Digital Indonesia Tembus US$ 99 Miliar Didukung Video Commerce dan QRIS

Rangkuman 15 Detik

Ekonomi digital Indonesia diprediksi tumbuh signifikan menjelang 2025.
Sektor ecommerce dan video commerce menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital.
Meskipun terjadi penurunan dalam pendanaan startup, adopsi teknologi seperti QRIS masih mendorong transaksi digital.
Ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan hampir mencapai nilai US$ 100 miliar pada tahun 2025 menurut laporan terbaru dari Google. Pertumbuhan ini disebabkan oleh kenaikan pesat pada sektor finansial dan meningkatnya popularitas video commerce di antara penjual online. Nilai produk yang diperdagangkan di platform digital, disebut gross merchandise value (GMV), naik dari US$ 87 miliar pada tahun 2024 menjadi US$ 99 miliar pada tahun 2025. Kontribusi terbesar berasal dari sektor e-commerce yang mencapai US$ 71 miliar, diikuti dari sektor transportasi dan layanan pesan antar makanan dengan nilai US$ 10 miliar. Meskipun pendanaan untuk perusahaan startup menurun, hanya 20 kesepakatan pada paruh pertama 2025 dibandingkan dengan 649 kesepakatan di puncak pendanaan tahun 2021, ekonomi digital tetap tumbuh. Dukungan pemerintah dan Bank Indonesia dalam mendorong pergerakan ekonomi domestik menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan. Salah satu sorotan penting adalah lonjakan penjualan e-commerce yang melalui platform video commerce. Saat ini, sekitar 800.000 penjual online telah memanfaatkan video untuk menjangkau pelanggan baru dan memperluas pasar mereka. Selain itu, transaksi digital di Indonesia meroket, yang didorong oleh adopsi QRIS, sistem pembayaran digital yang terintegrasi di seluruh tanah air. Langkah ini semakin memudahkan aktivitas pembayaran dan mempercepat transformasi ekonomi digital nasional.

Analisis Ahli

Ekonom Digital Senior
Meski pendanaan startup melemah, kehadiran teknologi pembayaran seperti QRIS dan video commerce akan menjadi pendorong utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia hingga ke level global.