Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Fenomena Rojali di E-Commerce dan Prediksi Pertumbuhan Belanja Online Indonesia

Bisnis
Marketing
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
26 Jul 2025
288 dibaca
2 menit
Fenomena Rojali di E-Commerce dan Prediksi Pertumbuhan Belanja Online Indonesia

Rangkuman 15 Detik

Tren Rojali di e-commerce menunjukkan konsumen lebih selektif dalam berbelanja.
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia diprediksi akan terus meningkat dengan adopsi teknologi digital.
Penggunaan smartphone dalam belanja online sangat dominan di kalangan konsumen Indonesia.
Indonesia sedang mengalami tren menarik bernama 'Rojali' atau Rombongan Jarang Beli, yang juga merambah dunia online. Meskipun banyak orang mengunjungi situs belanja, mereka tidak langsung membeli produk. Ini mirip dengan apa yang terjadi di mal, dimana pengunjung suka melihat-lihat dulu sebelum memutuskan membeli. Menurut Budi Primawan, Sekjen Asosiasi E-Commerce Indonesia, tingginya pengunjung di e-commerce tidak berarti transaksi ikut tinggi. Konsumen sering browsing dan membandingkan harga serta menunggu promo sebelum checkout. Jadi, trafik saja tidak cukup untuk menggambarkan penjualan yang sebenarnya. Meski begitu, belanja online di Indonesia diprediksi tetap akan tumbuh pesat. Data dari berbagai sumber menunjukkan nilai transaksi mencapai Rp 1.25 quadriliun (US$75 miliar) tahun 2024, dengan sektor ritel menyumbang terbesar. Pertumbuhan ini didukung oleh kemajuan infrastruktur digital dan inovasi pembayaran, serta meningkatnya kepercayaan konsumen. Penggunaan smartphone dalam berbelanja online terus mendominasi dengan 67% nilai transaksi berasal dari perangkat ini. Banyak orang juga mulai mengurangi kunjungan ke toko fisik dan memilih belanja secara daring karena lebih praktis dan sering mendapatkan promo menarik. Kategori produk yang paling banyak dibeli adalah mode dan aksesori, diikuti oleh kesehatan dan kecantikan serta peralatan rumah tangga. Tren ini menunjukkan pasar e-commerce di Indonesia sangat dinamis dan terus berkembang sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhan konsumen masa kini.

Analisis Ahli

Budi Primawan
Trafik pengunjung tinggi tidak menjamin tingkat transaksi yang tinggi karena konsumen butuh lebih banyak waktu untuk membandingkan dan mempertimbangkan pembelian.