Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ekonomi Digital Asia Tenggara Melesat, E-Commerce Dan AI Jadi Kunci

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
12 Nov 2025
1504 dibaca
2 menit
Ekonomi Digital Asia Tenggara Melesat, E-Commerce Dan AI Jadi Kunci

TLDR

Ekonomi digital Asia Tenggara mengalami pertumbuhan pesat dengan sektor e-commerce sebagai pendorong utama.
Adopsi teknologi seperti AI sangat penting dalam meningkatkan pengalaman belanja konsumen.
Konsolidasi pasar e-commerce menunjukkan adanya perubahan dinamika kompetisi di sektor ini.
Nilai ekonomi digital di Asia Tenggara kini menembus angka 300 miliar dolar AS atau sekitar 5.000 triliun rupiah. Peningkatan ini dipicu oleh sektor e-commerce yang menyumbang bagian terbesar sebesar 185 miliar dolar AS, dengan grocery menyumbang 24 miliar dan non-grocery sebesar 161 miliar dolar AS. Pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana digitalisasi telah merevolusi pola belanja masyarakat di kawasan ini.Laporan dari Google, Temasek, dan Bain & Company memaparkan bahwa selain e-commerce, sektor lain seperti travel, transportasi, makanan, dan online media juga turut berkontribusi besar. Sektor travel menyumbang 51 miliar dolar AS, sementara transportasi dan makanan, serta online media masing-masing mencapai 34 miliar dolar AS. Hal ini menegaskan bahwa digital economy bukan hanya soal berbelanja, tapi mencakup banyak aspek kehidupan.Inclusi teknologi AI dalam e-commerce menjadi sorotan utama. Teknologi AI digunakan untuk memberikan rekomendasi produk yang personal dan membantu konsumen saat riset hingga membuat keputusan pembelian. Sebanyak 62% konsumen di Asia Tenggara mengaku fitur berbasis AI sangat mempengaruhi pilihan belanja mereka, membuktikan dampak positif AI dalam pengalaman konsumen.Pasar e-commerce juga mengalami konsolidasi yang signifikan. Beberapa pemain lokal harus keluar dari pasar sementara perusahaan besar regional semakin mendominasi. Di sisi lain, transaksi dengan nilai rendah meningkat 25% berkat transaksi yang didorong oleh rekomendasi kreator lokal dan integrasi social commerce yang mulus, membuat pengalaman belanja lebih interaktif dan autentik.Proyeksi ke depan menunjukkan pemasukan e-commerce akan terus meningkat hingga mencapai 359 miliar dolar AS pada tahun 2025. Pertumbuhan terkuat akan terjadi di sektor non-grocery yang diprediksi naik hampir dua kali lipat. Ini menandakan bahwa ekonomi digital Asia Tenggara masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan terus berinovasi dengan dukungan teknologi canggih seperti AI.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.