Bulan Masih Aktif Secara Geologis, Risiko Gempa Perlu Diwaspadai
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
03 Feb 2026
174 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Permukaan Bulan mengalami perubahan geologis akibat aktivitas seismik.
Patahan aktif di Bulan bisa memicu gempa, yang berpotensi berbahaya bagi misi jangka panjang.
Misi Artemis dari NASA perlu mempertimbangkan risiko gempa saat memilih lokasi pangkalan.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa permukaan Bulan tidak begitu statis seperti yang selama ini diyakini. Ternyata, Bulan mengalami gempa bulan yang menyebabkan retakan dan longsoran batu besar, terutama di daerah pendaratan Apollo 17 di lembah Taurus-Littrow.
Para peneliti menemukan bahwa selain tumbukan meteorit, terdapat aktivitas seismik yang membuat lanskap Bulan berubah. Ini menandakan Bulan masih memiliki aktivitas geologis dan sedang mengalami proses kontraksi.
Salah satu patahan aktif yang diidentifikasi adalah Lee-Lincoln Fault yang masih berpotensi memicu gempa di masa kini. Hal ini menjadi perhatian besar karena lokasi patahan ini dekat dengan tempat-tempat yang dipertimbangkan untuk penciptaan pangkalan permanen di Bulan.
Risiko gempa bulan memang lebih kecil dibandingkan di Bumi, namun tetap harus diperhitungkan oleh NASA dan pihak terkait, terutama untuk misi jangka panjang seperti Artemis yang bertujuan membangun pemukiman manusia di Bulan.
Kesimpulannya, meskipun risikonya kecil, aktivitas geologis dan gempa bulan harus menjadi bagian penting dalam perencanaan eksplorasi ruang angkasa, agar pangkalan manusia di Bulan dapat berdiri dengan aman dan tahan lama.
Analisis Ahli
Nicholas Schmerr
Menyatakan bahwa meskipun tidak ada instrumen pengukur gempa seperti di Bumi, jejak longsoran batu akibat gempa menunjukkan Bulan masih aktif secara geologis.Thomas R. Watters
Menggarisbawahi pentingnya mempertimbangkan aktivitas patahan muda saat menentukan lokasi pangkalan manusia di Bulan untuk mengurangi risiko gempa.

