Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gempa Bulan dan Patahan Aktif Jadi Ancaman pada Pembangunan Pangkalan Lunar

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
09 Okt 2025
23 dibaca
2 menit
Gempa Bulan dan Patahan Aktif Jadi Ancaman pada Pembangunan Pangkalan Lunar

Rangkuman 15 Detik

Aktivitas seismik di Bulan menunjukkan bahwa Bulan masih aktif secara geologis.
Rencana pembangunan pangkalan di Bulan harus mempertimbangkan keberadaan patahan aktif.
Risiko gempa bulan, meskipun kecil, tidak bisa diabaikan dalam konteks eksplorasi jangka panjang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa permukaan Bulan mulai mengalami retakan-retakan besar yang dipicu oleh aktivitas gempa bulan atau moonquakes. Studi ini menemukan bahwa perubahan lanskap Bulan bukan hanya akibat tumbukan meteorit, namun juga aktivitas seismik di bawah permukaannya. Hal ini menunjukkan bahwa Bulan masih aktif secara geologis. Para ilmuwan meneliti wilayah Taurus-Littrow, tempat pendaratan misi Apollo 17, dan menemukan jejak longsoran batu besar yang disebabkan oleh gempa bulan. Mereka menggunakan metode alternatif yang dapat memperkirakan kekuatan getaran gempa berdasarkan bukti fisik seperti jatuhnya bongkahan batu dan longsoran tanah. Lebih mengkhawatirkan, terdapat patahan aktif seperti Lee-Lincoln fault yang masih berpotensi memicu gempa saat ini. Patahan aktif ini berada dekat lokasi-lokasi yang direncanakan untuk pendaratan dan pembangunan pangkalan manusia permanen di Bulan, seperti yang direncanakan dalam misi Artemis NASA. Meskipun peluang terjadinya gempa bulan yang merusak terbilang kecil, risikonya tidak bisa diabaikan terutama untuk misi jangka panjang. Para peneliti memperkirakan risiko gempa bisa meningkat secara signifikan dalam dekade mendatang, sehingga pembangunan infrastruktur di Bulan perlu mempertimbangkan hal ini dengan serius. Para ilmuwan memberikan rekomendasi penting agar fasilitas utama di Bulan tidak dibangun dekat zona patahan aktif untuk meminimalkan risiko kerusakan. Temuan ini menjadi peringatan bagi lembaga antariksa untuk lebih teliti dalam memilih lokasi pangkalan dan mendesainnya agar aman dari bahaya gempa bulan.

Analisis Ahli

Nicholas Schmerr
Menggarisbawahi pentingnya menjadikan data geologi dan jejak longsoran batu sebagai indikator aktivitas gempa bulan karena kurangnya instrumen pengukur guncangan yang kuat seperti di Bumi.
Thomas R. Watters
Memperingatkan perlunya mempertimbangkan patahan aktif dalam menentukan lokasi pembangunan pangkalan di Bulan agar mengurangi risiko bencana.