Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bulan Menjauh, Gerhana Matahari Total Akan Hilang dalam 600 Juta Tahun

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
astronomy-and-space-exploration (2mo ago) astronomy-and-space-exploration (2mo ago)
01 Feb 2026
158 dibaca
2 menit
Bulan Menjauh, Gerhana Matahari Total Akan Hilang dalam 600 Juta Tahun

Rangkuman 15 Detik

Bulan terus menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm per tahun.
Gerhana Matahari Total akan semakin jarang terlihat di masa depan karena ukuran Bulan yang semakin kecil.
Misi Apollo dan eksperimen laser membantu memahami perubahan jarak antara Bumi dan Bulan.
Bulan secara perlahan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm tiap tahun. Jarak ini tidak selalu tetap dan telah terukur secara akurat sejak misi Apollo pada tahun 1960-an, yang menempatkan reflektor di permukaan Bulan. Reflektor ini memungkinkan para ilmuwan mengukur waktu pantulan sinar laser untuk menentukan jarak Bulan dan Bumi secara presisi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Bulan perlahan-lahan menjauh. Dampak dari fenomena ini tidak hanya soal jarak, tapi juga berpengaruh terhadap fenomena alam seperti gerhana matahari. Saat ini, ukuran Bulan hampir sama dengan Matahari ketika diamati dari Bumi, sehingga gerhana matahari total dapat terjadi dan diamati dengan jelas. Banyak yang tidak tahu bahwa Bulan dulunya berukuran jauh lebih besar ketika pertama kali terbentuk dan menempati orbit yang berbeda. Sekitar empat miliar tahun lalu, diameter Bulan diperkirakan tiga kali lipat lebih besar dari ukuran Bulan saat ini. Dengan jarak yang semakin berubah, fenomena langka seperti gerhana matahari pun akan terpengaruh frekuensi dan tampilannya. Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, menyatakan bahwa seiring waktu jumlah dan frekuensi gerhana matahari total akan terus berkurang. Para generasi mendatang diprediksi tidak akan lagi menikmati keindahan gerhana matahari total. Diperkirakan dalam 600 juta tahun lagi, fenomena ini akan hilang dari Bumi karena Bulan semakin kecil dan menjauh. Dengan jarak Matahari yang 400 kali lebih jauh dari Bumi dan diameter yang 400 kali lebih besar daripada Bulan, saat ini Bulan mampu menutupi Matahari secara sempurna saat gerhana total. Namun perubahan jarak Bulan ke Bumi menjadi sebuah pengingat bahwa fenomena-fenomena alam yang kita nikmati saat ini tidak abadi dan bisa berubah seiring waktu.

Analisis Ahli

Richard Vondrak
Gerhana Matahari Total akan menjadi semakin jarang dan akhirnya tidak dapat dilihat dari Bumi dalam jangka waktu sekitar 600 juta tahun akibat menjauhnya Bulan.