Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bulan Makin Menjauh, Gerhana Matahari Total Akan Punah 600 Juta Tahun Lagi

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
07 Okt 2025
61 dibaca
2 menit
Bulan Makin Menjauh, Gerhana Matahari Total Akan Punah 600 Juta Tahun Lagi

Rangkuman 15 Detik

Bulan bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan 3,8 cm per tahun.
Gerhana Matahari Total akan semakin jarang terjadi seiring berjalannya waktu.
Pengukuran jarak antara Bumi dan Bulan dilakukan dengan teknologi yang dikembangkan selama misi Apollo.
Jarak antara Bumi dan Bulan ternyata tidaklah konstan, melainkan berubah setiap tahun. Penelitian terbaru yang menggunakan metode pengukuran canggih berupa Lunar Laser Ranging menunjukkan bahwa Bulan perlahan-lahan bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm per tahun. Ini membuktikan bahwa orbit Bulan dan Bumi tidak tetap dan terus mengalami perubahan. Pengukuran jarak ini dilakukan dengan memanfaatkan reflektor yang dipasang selama misi Apollo tahun 1960 dan 1970 di permukaan Bulan. Laser yang dipancarkan dari Bumi memantul dari reflektor tersebut dan waktu pantulannya diukur, sehingga mendapatkan jarak antara kedua benda langit ini secara akurat. Hasil pengukuran berulang menegaskan bahwa jarak ini bertambah setiap tahunnya. Fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi memiliki dampak besar khususnya pada fenomena gerhana Matahari total. Saat ini, Bulan dan Matahari tampak memiliki ukuran yang hampir sama dari perspektif Bumi. Namun, lambat laun dengan Bulan yang makin jauh, ukurannya akan terlihat semakin kecil, sehingga tidak lagi bisa menutupi Matahari secara sempurna dan menyebabkan gerhana total tidak lagi terjadi. Ilmuwan NASA, Richard Vondrak, menyatakan bahwa dalam jangka waktu sekitar 600 juta tahun ke depan, gerhana Matahari total akan berhenti terjadi. Ini berarti generasi manusia yang jauh di masa depan hanya akan menyaksikan gerhana sebagian dan bukan total lagi, sebagai akibat dari perubahan jarak Bulan yang terus menjauh dari Bumi. Secara historis, empat miliar tahun lalu Bulan terlihat tiga kali lebih besar dibandingkan saat ini karena letaknya yang lebih dekat. Dengan pengetahuan ini, kita dapat memahami bahwa perjalanan orbit Bulan merupakan suatu proses yang dinamis dan terus berlanjut, serta memberi dampak besar bagi fenomena dan kehidupan di Bumi.

Analisis Ahli

Richard Vondrak
Seiring waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan berkurang, dan sekitar 600 juta tahun lagi kita akan melihat gerhana total untuk terakhir kalinya karena perubahan jarak Bulan.