Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Bulan Meninggalkan Bumi dan Akibatnya untuk Gerhana Matahari

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
06 Nov 2025
4 dibaca
1 menit
Mengapa Bulan Meninggalkan Bumi dan Akibatnya untuk Gerhana Matahari

Rangkuman 15 Detik

Jarak antara Bumi dan Bulan tidak tetap dan terus berubah.
Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan 3,8 cm per tahun.
Gerhana Matahari Total akan semakin jarang terjadi seiring waktu.
Ilmuwan sudah lama mengetahui bahwa jarak antara Bumi dan Bulan bukanlah sesuatu yang tetap. Dengan kemajuan teknologi dan misi luar angkasa seperti Apollo, mereka bisa mengukur jarak ini secara akurat menggunakan reflektor laser yang diletakkan di permukaan Bulan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa Bulan perlahan-lahan bergerak menjauh dari Bumi dengan kecepatan 3,8 cm setiap tahun. Proses ini terjadi akibat daya gravitasi dan pengaruh pasang surut yang saling memengaruhi antara Bumi dan Bulan. Salah satu konsekuensi dari fakta ini adalah bagaimana fenomena alam seperti Gerhana Matahari Total akan berubah. Saat Bulan semakin jauh, ukurannya yang tampak dari Bumi akan mengecil sehingga tidak lagi dapat menutupi Matahari secara sempurna. Para ilmuwan memprediksi bahwa sekitar 600 juta tahun mendatang, gerhana matahari total tidak akan lagi bisa dilihat dari Bumi karena Bulan sudah terlalu jauh untuk menutupi Matahari secara penuh. Dulu, sekitar empat miliar tahun yang lalu, Bulan tampak jauh lebih besar di langit karena jaraknya lebih dekat ke Bumi. Perubahan ini memberi kita gambaran tentang dinamisnya orbit Bulan dan bagaimana perubahan tersebut memengaruhi berbagai fenomena yang kita lihat dari Bumi.

Analisis Ahli

Richard Vondrak
Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang karena Bulan akan tampak lebih kecil dari Matahari.