
Courtesy of CNBCIndonesia
Krisis Air Global: Dunia Menghadapi Era 'Bangkrut Air' yang Mengancam Masa Depan
Memberikan kesadaran bahwa krisis air global sudah dalam tahap krusial yang disebut 'bangkrut air global' dan mendorong pemerintah serta masyarakat untuk segera mengambil kebijakan antisipasi agar masalah tidak semakin memburuk.
22 Jan 2026, 06.50 WIB
138 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Krisis air global semakin parah dan memerlukan perhatian segera.
- Perubahan iklim berkontribusi signifikan terhadap penyusutan sumber daya air.
- Pentingnya adopsi kebijakan yang berkelanjutan untuk menghadapi tantangan ketersediaan air bersih.
Jakarta, Indonesia - Dalam lima dekade terakhir, dunia mengalami kehilangan besar lahan basah seperti rawa dan gambut yang penting untuk menjaga keseimbangan air di planet ini. Kerusakan ini menyebabkan air bersih semakin sulit ditemukan dan jumlahnya menyusut terus-menerus di bagian besar dunia.
PBB menggunakan istilah 'bangkrut air global' untuk menggambarkan situasi serius saat air di sungai,auifer, dan danau berkurang lebih cepat daripada bisa diisi ulang. Penyebab utama kondisi ini antara lain pengambilan air berlebihan, polusi, dan perubahan iklim yang mengancam sumber air alami.
Sekitar 70 persen cadangan air tanah yang digunakan oleh jutaan orang ternyata terpakai jauh lebih banyak dari jumlah air yang bisa diperbarui. Selain itu, pemanasan global telah membuat gletser yang penting sebagai sumber air segar musiman menyusut hingga 30 persen sejak 1970.
Para ahli dan badan-badan internasional mendesak seluruh negara untuk tidak lagi menyepelekan masalah ini sebagai isu sementara. Diperlukan kebijakan jangka panjang yang serius untuk mengelola sumber daya air agar krisis yang sudah parah ini tidak bertambah buruk.
Jika tidak ada perubahan kebijakan dan tindakan segera, dunia akan menghadapi kekurangan air yang bisa mengancam kehidupan banyak orang dan merusak ekosistem secara luas. Kesadaran global dan respons cepat mutlak diperlukan untuk menyelamatkan masa depan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121152324-37-704124/krisis-air-dunia-makin-parah-pbb-bilang-bumi-sudah-bangkrut
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260121152324-37-704124/krisis-air-dunia-makin-parah-pbb-bilang-bumi-sudah-bangkrut
Analisis Ahli
Kaveh Madani
"Tidak semua negara mengalami 'bangkrut air', tapi dampaknya sudah global sehingga kebijakan untuk mengatasi masalah ini harus segera diterapkan dan tidak ditunda."
Analisis Kami
"Krisis air ini bukan hanya masalah lingkungan tetapi tantangan eksistensial bagi kemanusiaan yang memerlukan solusi global terpadu. Tanpa kesadaran dan tindakan drastis dari semua pemangku kepentingan, kondisi ini akan memicu konflik sumber daya dan memperparah ketimpangan sosial."
Prediksi Kami
Jika tidak ada tindakan besar dan cepat dari berbagai negara, kekurangan air bersih akan semakin parah, menyebabkan krisis sosial, ekonomi, dan ekologi yang luas dalam beberapa dekade ke depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dimaksud dengan 'bangkrut air global'?A
'Bangkrut air global' merujuk pada kondisi di mana ketersediaan air di sungai, danau, dan aquifer menyusut lebih cepat dibandingkan laju pengisian kembali.Q
Apa penyebab utama dari krisis air yang terjadi saat ini?A
Penyebab utama krisis air termasuk penyedotan berlebihan, polusi, kehancuran lingkungan, dan perubahan iklim.Q
Bagaimana perubahan iklim berkontribusi terhadap krisis air?A
Perubahan iklim menyebabkan pemanasan global yang mengakibatkan hilangnya gletser, yang merupakan sumber air bersih musiman.Q
Apa dampak dari penyusutan gletser terhadap ketersediaan air bersih?A
Penyusutan gletser mengurangi jumlah air bersih yang tersedia bagi ratusan juta orang yang bergantung pada air dari gletser tersebut.Q
Apa yang disarankan oleh Kaveh Madani untuk mengatasi masalah kelangkaan air?A
Kaveh Madani menyarankan agar pemerintah tidak menganggap kelangkaan air sebagai isu sementara dan segera mengambil tindakan kebijakan.




