Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bahaya Penurunan Tanah Jakarta Utara dan Solusi Jangka Panjangnya

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (9mo ago) climate-and-environment (9mo ago)
22 Jun 2025
216 dibaca
2 menit
Bahaya Penurunan Tanah Jakarta Utara dan Solusi Jangka Panjangnya

Rangkuman 15 Detik

Fenomena penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut adalah masalah nyata di Jakarta.
Pembangunan tanggul hanya solusi sementara, dan diperlukan tindakan jangka panjang.
Pemerintah perlu bekerja sama dengan semua pihak untuk menyediakan air bersih dan mengatasi krisis iklim.
Ibu kota Jakarta mulai merasakan dampak nyata dari krisis iklim dan perubahan lingkungan, khususnya di daerah pesisir utara seperti Muara Baru. Di sini, tanah secara perlahan turun dan air laut semakin meninggi, yang meningkatkan risiko banjir rob. Menteri Koordinator Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan bahwa penurunan tanah di Muara Baru mencapai 10 cm tiap tahun, yang berarti selama sepuluh tahun akan turun hingga satu meter. Kondisi ini sangat mempengaruhi kehidupan sekitar 20 ribu penduduk di daerah tersebut. Pembangunan tanggul pantai memang membantu mengurangi banjir, tapi hanya solusi sementara saja. Agar lebih efektif, pemerintah harus mencari solusi jangka panjang yang bisa mengurangi penurunan tanah dan mengatasi kebutuhan air bersih di Jakarta. Salah satu cara yang sedang dilakukan pemerintah adalah mengurangi penggunaan air tanah oleh masyarakat dengan meningkatkan suplai air permukaan lewat bendungan Jatiluhur dan bendungan baru Karian yang sedang dibangun. Hal ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada air tanah yang menyebabkan tanah turun. Selain itu, pengolahan air limbah dan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta sangat penting untuk menjaga sanitasi dan memastikan semua masyarakat Jakarta mendapatkan akses air bersih yang cukup melalui jaringan distribusi yang baik.