Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Riset Air untuk Cegah Krisis di Indonesia
Sains
Iklim dan Lingkungan
20 Okt 2025
197 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Ketersediaan air di Indonesia harus menjadi perhatian utama untuk mencegah kekurangan di masa depan.
Penelitian tentang pengelolaan dan distribusi air harus difokuskan di universitas-universitas untuk meningkatkan produktivitas.
Perubahan iklim menjadi faktor yang memperburuk permasalahan banjir di Indonesia, sehingga perlu ada antisipasi yang lebih baik.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, memperingatkan bahwa Indonesia suatu saat bisa menghadapi masalah kekurangan air, meskipun saat ini negara ini masih beruntung memiliki cukup air. Masalah air ini penting karena tanpa air yang cukup, keamanan pangan tidak akan terjamin di masa depan.
Prabowo menyampaikan hal ini dalam rapat kabinet terbatas di Jakarta. Ia menekankan pentingnya mendalami masalah air dan mempersiapkan berbagai strategi sebagai tugas besar ke depan bagi pemerintah dan masyarakat.
Salah satu fokus yang dia tekankan adalah perlunya penelitian khusus tentang air di universitas-universitas Indonesia. Penelitian tersebut harus mencakup bagaimana mencari, mengelola, dan mendistribusikan air serta bagaimana mencegah banjir yang sering terjadi setiap musim hujan.
Permasalahan banjir semakin rumit di berbagai daerah akibat perubahan iklim yang membuat hujan menjadi lebih deras secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan banjir yang berulang di daerah-daerah rendah dan harus segera diantisipasi agar tidak menjadi bencana besar.
Presiden Prabowo berharap bahwa air tidak hanya menjadi sumber masalah, tetapi justru sumber produktivitas yang kuat bagi Indonesia. Oleh sebab itu, riset dan manajemen air yang tepat sangat penting untuk masa depan bangsa.
Analisis Ahli
Dr. Dian Fitria (Ahli Hidrologi)
Penelitian dan pengembangan teknologi pengelolaan air menjadi kunci utama untuk menjamin ketahanan air di Indonesia, mengingat dampak perubahan iklim yang makin signifikan pada pola hujan dan kondisi banjir.Prof. Andi Setiawan (Pakar Kebijakan Lingkungan)
Pendekatan multidisiplin serta kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sangat diperlukan agar pengelolaan air menjadi proaktif, bukan reaktif terhadap bencana.

