Kehilangan Air Tanah Sebabkan Pergeseran Sumbu Rotasi Bumi Hingga 45 cm
Sains
Iklim dan Lingkungan
01 Jun 2025
74 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kehilangan air tanah dapat mengubah sumbu rotasi Bumi.
Perpindahan massa air dari daratan ke lautan berkontribusi pada kenaikan permukaan laut.
Pergeseran sumbu Bumi berhubungan dengan wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem.
Penelitian terbaru mengungkap bahwa kehilangan air tanah secara besar-besaran menyebabkan pergeseran sumbu rotasi Bumi. Antara tahun 2000 hingga 2002, lebih dari 1.600 gigaton air menghilang dari daratan dan berpindah ke lautan. Perubahan ini mengubah distribusi massa di Bumi dan berdampak pada rotasi planet kita.
Prof. Clark Wilson dari University of Texas menjelaskan bahwa perpindahan massa air ini mengubah momen inersia Bumi, yang berarti poros rotasi Bumi bergeser sekitar 45 cm. Pergeseran ini terjadi karena air yang sebelumnya tersimpan di daratan berpindah ke laut.
Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Ki-Weon Seo menggunakan data radar satelit dan model kelembaban tanah membantu merekonstruksi perubahan penyimpanan air daratan sejak akhir abad ke-20. Hasilnya menunjukkan bahwa penurunan kelembaban tanah juga mempercepat kenaikan permukaan laut dunia, bahkan lebih besar dari kontribusi pencairan es di Greenland.
Tidak hanya periode 2000-2002, tren pengeringan air tanah terus berlanjut hingga 2016 dan sampai 2021 kelembaban tanah belum kembali normal. Hal ini berhubungan dengan wilayah yang mengalami kekeringan ekstrem di berbagai benua termasuk Asia, Amerika, dan Afrika.
Meskipun pergeseran sumbu Bumi tampak kecil, hal ini sangat penting untuk diperhatikan karena berpengaruh pada teknologi navigasi satelit dan GPS yang membutuhkan keakuratan tinggi. Oleh karena itu, pergerakan sumbu Bumi dipantau dengan ketelitian hingga milimeter untuk memastikan kehandalan sistem tersebut.


