Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penghijauan Besar-Besaran di China Mengubah Distribusi Air Tawarnya

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (4mo ago) climate-and-environment (4mo ago)
05 Des 2025
87 dibaca
2 menit
Penghijauan Besar-Besaran di China Mengubah Distribusi Air Tawarnya

Rangkuman 15 Detik

Penghijauan di China telah berdampak besar pada siklus air dan distribusi air tawar.
Program-program seperti Great Green Wall dan Grain for Green berkontribusi pada pemulihan ekosistem.
Penting untuk mempertimbangkan dampak redistribusi air akibat penghijauan dalam pengelolaan sumber daya air di China.
China telah melakukan program penghijauan besar selama beberapa dekade sebagai upaya untuk memperlambat kerusakan lahan dan perubahan iklim. Program seperti Great Green Wall, Grain for Green, dan Natural Forest Protection berhasil meningkatkan tutupan hutan dari 10% menjadi lebih dari 25%. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa usaha penghijauan ini juga berdampak pada distribusi air tawar di seluruh negeri. Studi yang diterbitkan di jurnal Earth's Future menunjukkan bahwa dari 2001 hingga 2020, perubahan tutupan lahan mengurangi pasokan air di wilayah monsun timur dan wilayah kering barat laut yang merupakan daerah penting untuk pembangunan, pertanian, serta pusat populasi. Sebaliknya, wilayah Dataran Tinggi Tibet justru mengalami peningkatan ketersediaan air. Fenomena ini terjadi karena evapotranspirasi yakni penguapan dan transpirasi tanaman, meningkat lebih besar daripada curah hujan (presipitasi). Akibatnya, lebih banyak air yang hilang ke atmosfer dan tidak kembali ke tanah sebagai air yang dapat digunakan. Angin juga dapat membawa uap air hingga ribuan kilometer sehingga perubahan di satu tempat bisa memengaruhi wilayah lain. Hal ini memberikan tantangan besar dalam pengelolaan air di China, terutama karena wilayah utara memiliki sedikit sumber air namun justru menjadi tempat tinggal hampir setengah populasi dan sebagian besar lahan pertanian negara. Jika dampak redistribusi air ini tidak diperhitungkan, berbagai upaya pemerintah untuk mengatasi masalah air bisa gagal. Para peneliti dan pakar menekankan perlunya pendekatan yang cermat dan kasus per kasus dalam menilai perubahan tutupan lahan dan dampaknya terhadap siklus air. Penghijauan harus dilihat tidak hanya dari sisi manfaat lingkungan, tetapi juga efeknya pada sumber daya air agar solusi yang diambil benar-benar berkelanjutan.

Analisis Ahli

Arie Staal
Perubahan tutupan lahan mendistribusikan ulang air di China, menyebabkan evaporasi meningkat lebih besar daripada presipitasi, sehingga beberapa wilayah mengalami penurunan ketersediaan air.